Kontroversi Hati; Antara Ingin Memiliki atau Rela Ditinggal Pergi - Harus Bagaimana?

maybe?
Allright, selamat pagi pejuang cinta; jomblo-jomblo bahagia yang wajahnya setengah cerah. Oh kenapa? Jangan membuat-buat alasan resah karena belum ditemukannya belahan jiwa, ingatlah bahwa hal itu sudah diatur oleh-Nya dan kembali pada kita untuk berusaha 'sekenanya' alias gak usah maksa banget gitu ya! #keepcalm

Menarik memang bahwa ternyata juga ada kontroversi hati, dan pertentangan itu kerap kali terjadi yang berakhir pada gelisahnya diri; harus apa? bagaimana semestinya? yang benarnya apa? apakah keputusanku salah? dan lain sebagainya, masih banyak lagi gelundutan tanda tanya oleh sebab kontroversi hati.

Aku mungkin 'kata orang' bukan orang yang terlalu banyak bicara but I notice everything, gejolaknya ada di kepalaku dan aku suka memperhatikan atau mengamati orang lain secara detail tanpa diketahui but I'm not a stalker haha... Dan terbukti bahwa hati adalah masalah yang cukup rumit menurut pengamatanku.

Seorang teman yang kukenal dekat tengah dilanda... uhm, apa namanya ya? gelombang? badai? atau ada gak sih kata yang lebih hebat dari itu? tsunami hati? wkwk yang jelas dia dihadapkan pada sebuah pilihan sekaligus pertentangan; ingin memiliki atau rela ditinggal pergi. Andai bisa negosiasi; yang dicintai datanglah di waktu yang kuingini, jangan datang secepat ini namun juga jangan datang terlambat bahkan satu hari.

Jadi, temanku menemukan orang yang tepat namun di waktu yang salah. Benar-benar harus memilih, ia ingin menerima dan saling memiliki namun terlalu banyak pertimbangan dan sedikit perlawanan dari diri sendiri. 'Aku belum siap' alasan itu memang klise, tapi benar bahwa sebuah mahligai rumah tangga itu bukan sesuatu yang mudah; mudah dibangun, mudah dihadapi, mudah diselesaikan, mudah dimengerti, TIDAK! mudah dieja, iya! r u m a h  t a n g g a... itu aku bantu eja :D ingat! itu membutuhkan bekal yang maksimal. Gak semudah nepok jidat loh ya.

Oh Pangeran... Cinderella saja ngasih kode dengan ninggalin sepatu kacanya agar dicari, nanti deh aku tinggalin sneakers kalau gitu huhu. Boro-boro sneakers, sekarang aku cuma punya sandal. Dan tidak, aku tidak meminta untuk ditunggu, sama sekali tidak! Pergilah, ada sosok yang lebih pantas akan dengan segera menerima cintamu.

Nah, mauku sih itu! Agar temanku bicara seperti di atas biar tak galau berkepanjangan. Bukankah kita harus belajar tegas terutama pada diri sendiri? Halalkan atau ikhlaskan. Dan aku sadar kok, barangkali aku dengan mudahnya memberi cuap-cuap nasehat karena aku tak berada di posisi itu, aku juga gak kebayang sih hehe #peace lebih dari itu aku tidak ingin, benar-benar tidak mau terlibat dengan hal seperti itu, jadi yang bisa dilakukan harus selalu antisipasi untuk tidak menjatuhkan cinta pada hati yang salah dan untuk tidak mempercayakan hati memilih jika kita tahu akan berakhir pada sebuah kontroversi. Percayalah, Mr. Right akan datang di waktu yang 'Right' juga ^^

Move on! Sibukkan hati dengan menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Matangkan persiapan, kencangin ibadah dan banyak-banyak berdoa agar hatimu terjaga dengan baik untuk sosok yang dipilihkan-Nya di waktu yang Dia janjikan.


No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia