Dear my travel mate...

sumber gambar: @holyhaein
Dear my travel mate...

Berjalan tanpa tahu aku dan kamu akan menjadi kita,
menyemai kepingan rasa dan tersematlah takdir yang dituliskan oleh Tuhan.
Lalu kita saling menemukan.

Berdiam dalam sepi, sesekali kita tertawa dengan alasan serupa; bahwa kita pernah bertemu dengan percuma lalu kecewa.

Tenggelam dalam penantian dan pencarian, rindu terserak di tengah-tengahnya. Bisikan angin atau arakan awan seolah ingin memberikan dongeng tentang perasaan tak bertuan, layaknya kepemimpinan seorang Raja tanpa hadirnya seorang Ratu.

Barangkali kita pernah sama-sama terdiam,
di tepian tebing pengharapan mungkin kita pernah terdampar pada rasa yang sama dan mungkin kita pernah berpapasan tanpa sapa...

Dear my travel mate...

Jika harus dikatakan sengaja atau saling memilih, sungguh itu bukanlah kesengajaan. Pun bukan aku yang memilihmu dan bukan kamu yang memilihku, tetapi TAKDIR yang memilih KITA.

Bertahun-tahun sebelum langit mengenal lautan, nama kita telah disandingkan oleh Tuhan. Maka, seberliku apapun jalan yang ditempuh kita tetap saling menemukan. Dan pada kedipan matamu, aku seperti menemukan diriku; yang rela ditebas rindu. Dihela pekikkan rindu-rindu itu, terlantang cinta yang bercerita tentang kita.

Kita akan melakukan perjalanan; yang membuat kita semakin dekat, perjalanan yang membuat kita semakin mensyukuri nikmat Tuhan, dan perjalanan yang akan menunjukan sifat-sifat asli kita. 

Perjalanan itu tak akan lagi membuat kita malu untuk mengutarakan sesuatu yang memang perlu.
Bukan menghilangkan rasa malu, namun perjalanan itu benar-benar memerlukan keterbukaan masing-masing.

Saling berbagi dan bercerita banyak hal; jika marah, marahlah. Jika kesal, keluarkanlah. Jika lelah, beristirahatlah. Namun, jangan pernah lupa bahwa kita membangun setia atas nama cinta.

Dan perjalanan yang kita tempuh membutuhkan keseriusan, membutuhkan bekal yang cukup karena mungkin saja kita akan merasa lelah dan haus.

Perjalanan itu akan menjadikan masing-masing diri kita melatih mengendalikan ego dengan baik, melatih menahan emosi.

Dear my travel mate...
Aku butuh kita menjadi satu.

No comments