Fenomena Depresi, Saudara Kandung Bunuh Diri... Hindari!!!

sumber gambar: mobieg.co.za
Depresi dan bunuh diri adalah saudara kandung, mereka dekat dan terikat. Tentu saling terhubung. Depresi tak dapat diketahui sebab ia tak punya wajah, hanya orang yang depresi itu sendiri yang tahu atau seseorang yang dekat dengannya.

Baru-baru ini dunia permusikan K-Pop gempar lantaran salah satu penyanyi berbakat dan hebat -Jonghyun SHINee- ditemukan tewas di apartemennya pada 18 Desember 2017, 6PM KST.

Pada 20 Juli 2017, beberapa bulan yang lalu vokalis Linkin Park -Chester Bennington- juga ditemukan tewas di rumahnya.

Bunuh diri tidak hanya membayangi dunia artis-artis besar saja, bahkan di kalangan masyarakat menengah ke bawah dan menengah ke atas juga kerap kali terjadi bunuh diri.

Dikutip dari hellosehat.com dan alodokter.com, salah satu faktor penyebab seseorang bunuh diri adalah depresi. Dan depresi ini tak punya wajah jadi ia cukup susah dikenali ataupun disadari.

Disebutkan juga bahwa stress yang berat adalah pemicu depresi, merasa putus asa, memiliki suasana hati yang buruk, merasa lelah akan kehidupan, kehilangan minat dan motivasi dan lain sebagainya.

Saya bukan dokter atau sejenis pakar kesehatan, namun saya hanya ingin bersuara terkait maraknya kasus bunuh diri karena depresi. Saya tidak menyukai itu, tentu! Bagi saya bunuh diri adalah pilihan yang salah.

Tapi kita tidak bisa serta-merta menyalahkan orang yang bunuh diri sebab kita tidak berada di posisinya. Kita tak tahu sebesar apa rasa sakit yang menggerogoti hatinya. Kita tidak tahu hari-hari berat yang sudah ia lalui, dan... kita tidak tahu! Jadi, jangan sekali-kali menyalahkan orangnya.

Saya yakin, teman-teman pernah merasakan berada di titik puncak kehidupan yang paling membuat putus asa. Terlepas dari apapun masalahnya, saya yakin kita semua pernah mengalami. Lalu apa yang kita lakukan untuk mengatasi hal itu?

Bercerita dengan teman dekat? Update status di media sosial? Nulis di diary? Pergi ke tempat yang jauh lalu teriak? Banyak-banyak makan atau menghindari makanan? Nendang atau mukul dinding? Atau... teman-teman justru diam?

Diam hingga semua masalah redam dengan sendirinya.

Opsi terakhir adalah hal yang paling sering saya lakukan, dan... oh saya juga pernah depresi, saya juga adalah tipe orang yang tertutup, jadi saya sangat paham hal-hal yang berkaitan dengan depresi, namun bisa jadi saya tidak begitu pandai mendeskripsikannya.

Depresi tidak boleh dibiarkan menggerogoti hati dan pikiran, oleh karena itu saya berpegang teguh pada TUHAN. Saya mempercayakan semua masalah pada-Nya. Saya yakin apapun yang terjadi itu adalah kehendak-Nya sebab saya sudah melakukan hal yang bisa saya lakukan, dengan maksimal.

TUHAN adalah kunci terpenting bagi saya, sumber ketenangan dan kebahagiaan. Apapun agama kalian teman, berpegang teguhlah! Jangan sekali-kali meninggalkan TUHAN. Berusahalah dekat dengan-Nya.

Jangan protes; kenapa Tuhan memberimu masalah? Sebab itu karena Tuhan ingin kamu lebih kuat.

Saya muslim, saya pernah depresi dan saya pernah merasa putus asa. Saya tahu betul tentang luapan rasa sakit yang tak terbendung, tapi saya tidak membenarkan bunuh diri.

Dekatlah dengan Tuhanmu, teman... lalu carilah pelampiasan seperti cerita dengan teman atau corat-coret tulis curhatan kalian. Cari pelampiasan hingga keinginan untuk bunuh diri itu hilang.

Kamu pernah berniat bunuh diri? Tidak masalah, hanya saja JANGAN PERNAH KAMU LAKUKAN. Tindakan itu salah besar.

Kita adalah pemenang, kita pantas untuk bahagia.

Jadi tersenyumlah! :)

Jangan menghakimi diri sendiri dengan cara mengakhiri hidupmu, Tuhan tidak menginginkan itu.

Jangan lupa bahagia dan jika tidak sedang bahagia, cari! cari sesuatu yang bisa membahagiakanmu itu. Jangan pernah menyerah sampai Tuhan yang memintamu datang ke-pangkuan-Nya, jika saat itu tiba semoga Surga untuk kita semua. aamiin. God bless us.

No comments