Inilah Empat Wanita Penghulu Surga

~ MUSLIMAH ~
Di dalam sejarah Islam ada wanita-wanita hebat yang menjadi panutan untuk kaum muslimah. Rasulullah SAW bersabda : “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiyah binti Muzahim istri Fira’un; Maryam binti Imran Ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, putri kesayangan Baginda.” (HR. Bukhari)

▪ Siti Asiyah
Ia adalah wanita yang beriman kepada Allah, istri dari seorang raja kafir dzolim dan kejam yang mengaku Tuhan, Fira’un. Meskipun Asiyah hidup dalam kekafiran Fira’un, ia tetap istiqomah dan teguh beriman kepada Allah walau penyiksaan diterimanya dari sang suami. Begitu berat ujian yang dihadapinya, namun hal itu tidak membuat keimanannya turun.

Imannya tak goyah sedikitpun, ia tetap mempertahankan keimanannya itu meski penyiksaan demi penyiksaan dihadapinya. Bahkan keimanannya semakin kuat sampai ia wafat.

Dalam setiap penyiksaan yang dihadapinya, ia selalu berdoa kepada Allah untuk membangunkan sebuah rumah di surga. Dan Allah pun mengabulkan doanya sebagaimana yang diabadikan di dalam Al-Quran:
Allah membuat istri Fira’un perumpamaan bagi orang-orang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus dan selamatkanlah aku dari Fira’un dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahrim: 11)

▪ Maryam binti Imran
Maryam binti Imran atau Siti Maryam merupakan anak tunggal dari keluarga Imran dan ibundanya bernama Hana. Maryam masih keponakan Nabi Zakariya dan merupakan ibunda dari Nabi Isa. Ayahanda Maryam (Imran) wafat ketika ia masih dalam kandungan dan setelah beliau dilahirkan ibundanya menyerahkan kepada pengurus Baitul Maqdis untuk hidup mengabdi sepenuhnya kepada Allah menajadi penjaga Baitul Maqdis, dan pamannya lah (Nabi Zakariya) yang mengasuh, mengurus segala kebutuhan Maryam.

Maryam adalah wanita suci yang tinggi derajat ketaqwaannya kepada Allah, ia mampu menjaga kesucian dan kehormatan dalam mengabdikan dirinya kepada Allah. Hari-harinya dihabiskan untuk berdzikir beribadah kepada Allah. Hingga sampai suatu ketika saat ia menginjak dewasa, ia mendapatkan amanah mengandung seorang putra.

Kemudian Allah meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam melalui Jibril. Maka disitulah bermula keimanan dan ketaqwaan Maryam diuji dengan berbagai fitnah dan hujatan. Masyarakat memandangnya buruk, menuduhnya sebagai seorrang pezina, namun keimanannya kepada Allah tetap kuat dan teguh. Dia Maryam, wanita solehah yang suci dan namanya diabadikan oleh Allah di satu surat khusus di dalam Al-Quran.

“Dan (ingatlah) ketika malaikat Jibril berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia.” (QS. Ali-Imran: 42)

▪ Siti Khadijah
Ia adalah istri pertama Rasulullah, dan merupakan istri satu-satunya yang mendapatkan keturunan. Ia hidup dan besar di lingkungan suku Quraisy, ia juga terkenal dengan julukan wanita yang suci karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Siti Khadijah adalah istri yang penuh cinta, kasih sayang dan kelembutan. Ia adalah orang pertama yang beriman kepada risalah Rasulullah dan menyatakan kesetiaannya menjadi pembela Nabi.

Ketika Rasulullah mendapatkan wahyu pertama kalinya yang disampaikan oleh malaikat Jibril di Gua Hira, beliau pulang menemui Khadijah dengan penuh ketakutan, badan gemetar dan keringat bercucuran. Beliau minta diselimuti oleh Khadijah, maka Khadijah menyelimutinya dengan kasih sayang dan kelembutannya mampu menenangkan Rasulullah.

Bersama Rasulullah, Siti Khadijah turut menanggung kesulitan dan kesedihan atas perlakuan orang-orang Quraisy, tetapi ia selalu menampakkan wajah ceria sehingga menambah kesabaran dan semangat Rasulullah berjuang dalam menyebarkan agama Islam.

Kebijakan, kelembutan dan kebaikan Siti Khadijah senantiasa selalu dalam ingatan Rasulullah bahkan setelah Khadijah wafat Rasulullah pun selalu menyebut dan memujinya dalam setiap kesempatan.

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa Aisyah merasa sangat cemburu ketika Rasulullah menyebut-nyebut Khadijah, Aisyah pun berkata: “Engkau selalu menyebut dan mengingat terus wanita itu, padahal Allah telah menggantinya dengan istri yang lebih baik darinya.” Seketika itu Rasulullah marah dan berkata: “Demi Allah tidak ada yang dapat menggantikannya, dialah orang yang pertama kali beriman kepadaku ketika yang lain mengingkariku, dialah yang membenarkanku ketika yang lain mendustakanku, dia memberika seluruh hartanya kepadaku ketika yang lain menahan pemberiannya, dan dari dialah aku mendapatkan keturunan.”

Dialah Khadijah binti Khuwailid, yang Allah pernah menyampaikan penghormatan (salam) kepadanya dan Allah membangunkan untuknya sebuah rumah di surga, sebagaimana yang tertera dalam suatu riwayat:
“Jibril datang kepada Nabi dan berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang kepada engkau dengan membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Apabila ia datang kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung dan juga dariku dan kabarkanlah berita gembira kepadanya mengenai sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara di dalamnya tidak ada keributan dan kesusahan.” (HR. Muslim)

▪ Siti Fatimah
Ia adalah putrid Rasulullah, istri tercinta Ali bin Abi Thalib. Ia juga putri kesayangan Rasulullah yang sangan mirip dengan Rasulullah baik rupa maupun akhlaknya. Aisyah pernah mengatakan bahwa Fatimah orang yang paling mirip dengan Rasulullah dalam ucapan maupun pemikirannya. Ia lahir dalam masa-masa kewahyuan Ilahi dan kenabian Rasulullah. Ia tumbuh besar dalam asuhan Rasulullah, dalam rumah mereka yang dipenuhi kalimat-kalimat Allah, ayat suci Al-Quran.

Fatimah memiliki kepribadian yang sangat mulia, wujudnya dipenuhi cinta dan keimanan. Betapa mulia akhlaknya dan Rasulullah sangat menyayanginya. Setelah ditinggal ibundanya (Khadijah) wafat, dialah yang merawat ayahnya dan senantiasa berusaha menggantikan peran ibundanya. Fatimah turut menyertai ayahnya dalam berbagai cobaan dan ujian serta perlakuan kaum musyrikin.

Suatu ketika Rasulullah pulang dengan luka dan kepala yang dilumuri isi perut unta oleh kaum Quraisy, Fatimah dengan hati-hati dan penuh cinta membersihkannya. Ia mengobati luka-luka Rasulullah, dengan airmata yang berlinang. Fatimah sangat mencintai ayahnya, dan oleh karena cinta kasih sayang yang tercurah sedemikian rupa kepada ayahnya, maka Rasulullah memanggilnya dengan julukan Ummu Abiha (Ibu bagi bapaknya). Dan dalam sabdanya, Rasulullah berkata:

“Putriku yang mulia, Fatimah adalah pemimpin perempuan dunia di seluruh zaman dan generasi. Ia adalah bidadari berwajah manusia, setiap kali ia beribadah di mihrab di hadapan Tuhannya, cahaya wujudnya menyinari malaikat. Layaknya bintang geintang yang bersinar menerangi bumi.”

*** Kisah wanita solehah, muslimah-muslimah hebat di atas semoga membuat kita sadar dan berpikir merenungi dan intropeksi diri sebagaimana seorang wanita itu menjadi wanita solehah.

Kita jadikan muslimah-muslimah tersebut sebagai tauladan, dan menambah semangat kita untuk selalu berusaha menjadi wanita solehah yang terus menghebatkan diri, menjadi lebih baik dari hari ke hari.

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia