Inilah Penyebab Rematik dan Cara Mengurangi Nyerinya

rematik
Dalam buku kesehatan, rematik atau rheumatoid arthritis adalah gangguan inflamasi kronis yang tidak hanya dapat mempengaruhi sendi. Pada beberapa orang juga dapat merusak berbagai macam organ tubuh seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah. Rematik terjadi karena sistem imun tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Rematik juga dapat mempengaruhi lapisan sendi sehingga dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri yang bisa mengakibatkan erosi tulang dan perubahan bentuk sendi. Bahkan rematik yang berat dapat menyebabkan cacat fisik.

Dilansir dari vivahealth.co.id, beberapa gejala dan tanda rematik adalah;
- Bagian sendi yang meradang memiliki tanda menjadi lebih lemah, hangat, dan bengkak
- Kekakuan sendi yang umumnya terjadi lebih parah di pagi hari dan setelah melakukan aktifitas
- Mudah lelah, demam, dan mengalami penurunan berat badan

Pada awalnya, rematik cenderung mempengaruhi sendi yang kecil terutama sendi yang terdapat pada jari ke tangan dan jari kaki ke kaki. Seiring dengan parahnya penyakit maka gejala sering menyebar ke pergelangan kaki, siku, pinggul dan bahu. Pada kebanyakan kasus, gejala terjadi pada persendian yang sama di kedua sisi tubuh. Rematik dapat mempengaruhi beberapa organ penting lain, seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, ginjal, kelenjar ludah, jaringan saraf, sumsum tulang dan pembuluh darah.

Lalu, apakah penyebab rematik?
Faktanya, rematik dapat menyerang siapa saja namun umumnya dialami oleh orang dengan usia antara 40-70 tahun. Rematik dapat mengancam kesehatan dan kemandirian, terutama jika terapinya tidak memadai. Rematik juga dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan lainnya seperti penyakit kardiovaskular, infeksi dan penyakit paru-paru.

Rematik berbeda dengan osteoarthritis yang disebabkan oleh cedera atau gangguan dari penuaan sendi. Osteoarthritis adalah penyakit sendi yang paling umum terjadi pada usia paruh baya. Sedangkan rematik adalah kelainan sistem imun kronis yang dapat berkembang menjadi parah. Kelainan system imun yang terjadi adalah tubuh membuat antibodi yang menyerang jaringannya sendiri. Serangan ini umumnya mempengaruhi persendian, namun juga dapat terjadi pada bagian tubuh yang lain.

Rematik dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang synovium (lapisan membran yang mengelilingi sendi). Adanya gangguan sistem imun tubuh sehingga menyerang jaringan tubuh adalah penyebab rematik. Sebaiknya hindari mandi pada malam hari karena dapat membuat otot menjadi kaku sehingga persendian sulit digerakan.

Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter adalah salah satu langkah untuk mengurangi nyeri rematik, selain itu berolahraga secara teratur juga dapat mengurangi nyeri rematik. Sebab, olahraga ringan dapat membantu memperkuat otot di sekitar sendi dan dapat membantu melawan kelelahan. Mulailah olahraga dengan berjalan-jalan. Kemudian bisa juga dengan berenang atau aerobik air yang ringan. Hindari berolahraga jika sendi terasa lemah, terluka, atau bengkak.

Nyeri rematik juga dapat dikurangi dengan kompres panas ataupun dingin. Kompres panas dapat membantu meringankan rasa sakit dan merilekskan otot yang tegang. Sedangkan kompres dingin dapat meredakan sensasi nyeri, memberikan efek mati rasa sesaat, dan mengurangi kejang otot. Dan yang tak kalah penting kurangi kadar stress. Cobalah merilekskan pikiran dan mencari kegiatan yang dapat menjauhkan diri dari rasa stress.

No comments