Gangguan Kesehatan Saat Puasa dan Pencegahannya


Selama bulan Ramadhan, terdapat perubahan pola makan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh individu. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumsi makanan dalam porsi lumayan besar dalam dua waktu, yaitu sahur dan berbuka. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dalam tubuh, dan bisa memberikan efek terhadap kesehatan seseorang.

Dilansir dari Meet Doctor, dr. Deffy Leksani Anggar Sari menuliskan selama bulan Ramadhan, banyak orang mungkin mengalami beberapa ketidaknyamanan kecil. Langkah-langkah berikut ini dapat membantu mencegahnya:

1. Sembelit

Sembelit dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan pencernaan serta membuat perut terasa kembung. Hal ini dapat disebabkan oleh  terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan, minum terlalu sedikit air dan/atau tidak cukup makan serat. Untuk menghindari sembelit, hindari makanan olahan, ganti dengan mengonsumsi makanan kaya serat seperti sereal dan roti gandum, sayur dan buah segar. Plus, minum banyak air putih.

2. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh terlalu banyak makan makananan yang digoreng, makanan berlemak dan pedas, atau makanan yang menghasilkan gas. Puasa juga dapat menyebabkan peningkatan keasaman lambung, yang mengarah ke gangguan pencernaan. Untuk menghindari gangguan pencernaan, cobalah untuk tidak makan berlebihan. Pastikan untuk minum banyak air dan termasuk makanan kaya serat untuk menetralkan keasaman dan membuat kenyang tanpa makan berlebihan.

3. Sakit kepala

Sakit kepala saat puasa dapat disebabkan oleh kafein dan tembakau, terlalu banyak aktivitas, kurang tidur, dehidrasi dan kelaparan.  Untuk menghindari sakit kepala, kurangi kafein dan tembakau mulai satu atau dua minggu sebelum Ramadhan. Minum minuman bebas kafein. Pastikan cukup tidur dan reorganisasi jadwal harian untuk memastikan dapat beristirahat malam dengan baik.

4. Gula darah rendah

Gula darah rendah dapat terjadi karena lamanya waktu puasa. Gejala gula darah rendah harus diawasi untuk hati-hati. Gejala dapat mencakup kelemahan, pusing, kelelahan, konsentrasi yang buruk, berkeringat, merasa gemetar, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas fisik, sakit kepala dan jantung berdebar.

Di antara non-penderita diabetes, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat olahan seperti makanan manis, minuman kaya gula seperti cola dan serbat - terutama saat sahur - dapat menyebabkan gula darah rendah selama puasa. Gula darah rendah juga bisa disebabkan oleh tidak makan saat sahur. Untuk menghindari kadar gula darah rendah, pastikan Anda makan sahur dan batas asupan makanan dan minuman manis. Pastikan mengonsumsi menu padat gizi termasuk protein, seperti ayam panggang tanpa lemak, dan telur; karbohidrat yang kaya serat, seperti roti gandum, dan buah-buahan, dan segelas besar air.

No comments