Pentingnya Minum Air Putih Pada Waktu Berbuka Puasa Hingga Sahur


Air putih yang bebas kalori dan gula merupakan pilihan paling sehat demi menjaga tubuh tetap memiliki cairan yang cukup saat berpuasa. Air putih juga mampu mengatasi rasa haus di jam puasa jika mengetahui aturan minum air putih yang benar waktu berbuka puasa dan pada saat jam sahur.

Air putih tenyata tidak sesepele yang banyak orang kira. Di balik kesederhanaan tampilannya, air putih tidak hanya berguna mencegah dehidrasi tubuh, namun juga memiliki berbagai keuntungan lainnya.

Minuman jenis lain, misalnya soft drink, tergolong tinggi gula dan kalori sehingga dapat menambah berat badan. Minuman berenergi yang kerap dipilih sebagai sumber cairan juga harus dipertimbangkan sebab mengandung gula dan kafein. Demikian pula ketika meminum jus buah kemasan, selalu perhatikan label produknya terlebih dahulu. Jadi, air putih adalah pilihan paling tepat yang harus dipilih untuk banyak diminum sesuai aturan dari waktu berbuka puasa hingga waktu imsyak tiba.

Mengapa demikian? Dilansir dari Hello Sehat, hal ini karena air putih dapat menjaga kadar cairan tubuh, sehingga tubuh tidak mengalami gangguan pada fungsi pencernaan dan penyerapan makanan, sirkulasi, ginjal, dan penting dalam mempertahankan suhu tubuh yang normal. Sehingga puasa akan tetap berjalan lancar.

Minum air putih juga membantu memberikan energi pada otot. Ketidakseimbangan cairan dapat memicu kelelahan pada otot. Kekurangan air putih pada saat puasa akan menyebabkan menjadi gampang lelah.

Banyak minum air putih juga membantu mengendalikan asupan kalori tubuh. Air putih terbukti jauh lebih baik dalam mencegah peningkatan berat badan dibandingkan minuman yang mengandung tinggi kalori. Air putih juga membantu proses pembuangan sisa-sisa makanan dan minuman melalui keringat, urin dan kotoran saat berpuasa.

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Secara rata-rata, untuk wanita dewasa, disarankan untuk minum sekitar delapan gelas berukuran 200 ml per hari atau total 1,6 liter. Sedangkan, pria disarankan untuk minum sekitar 10 gelas berukuran 200 ml atau total 2 liter setiap hari.

Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh sekitar 20 persen. Cairan dari makanan terutama diperoleh dari buah dan sayur, misalnya bayam dan semangka yang mengandung 90 persen air.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, bisa menggunakan rumus 2-4-2, satu gelas pada saat jam berbuka puasa, satu gelas setelah ibadah shalat maghrib atau sebelum shalat tarawih. Empat gelas bisa sesuaikan waktunya dari setelah shalat tarawih sampai malam hari dan dua gelas saat jam sahur, ini adalah aturan minum saat sahur dan berbuka puasa yang bisa memenuhi kebutuhan cairan.

Yang perlu diketahui, manusia dapat kehilangan cairan tidak hanya saat buang air kecil (BAK), namun juga saat berkeringat, bernapas dan buang air besar. Beberapa tanda yang dapat membantu dalam mengenali tubuh yang kekurangan cairan, antara lain sakit kepala, merasa kurang berenergi, dan warna urine yang gelap atau tidak sebanyak biasanya.

No comments