Jangan Berburuk Sangka, Mari Perbaiki Persepsi Tentang Cadar, Jenggot dan Celana Cingkrang!

ilustrasi
Di Bengkulu sekarang tengah hangat soal penangkapan terduga teroris, sejauh ini total terduganya sudah mencapai 10 orang.

10 orang tersebut masih berstatus terduga, dan saya tahu proses panjang pasti dipertimbangkan sebelum densus 88 datang melakukan penangkapan.

Tapi, hati saya teriris-iris mendengar tangisan anak istrinya yang juga ikut diamankan.

Saya sedih, ingin diam saja rasanya. Tapi tidak bisa, di luar sana ada saudara/saudari yang dikucilkan dan bully dengan sebutan "idiihh kayak teroris..."

Keluarga terduga teroris tersebut memang dengan pakaian yang selama ini menimbulkan persepsi negatif di masyarakat umum (mengenakan cadar/pakaian tertutup).

Yang ingin saya garis bawahi adalah masalah pakaian yang justru menimbulkan perspektif negatif tersebut.

Saya punya banyak sahabat perempuan yang juga mengenakan cadar, dan saya baik-baik saja dengan itu. Dulu waktu masih kuliah, teman-teman yang laki-laki juga banyak yang memakai celana cingkrang dan berjenggot.

Hellooo, apa salahnya dengan semua itu? Apa salahnya mendirikan sunnah?

Mirisnya, cukup sering mereka dipandang sinis. Sebab orang-orang berpandangan bahwa penampilan tersebut identik dengan teroris.

Saya bahkan tidak mengerti bagaimana bisa pemikiran jahat itu terselubung dan tertanam.

Barangkali sejak ada oknum yang menyatakan Islam tapi membenarkan aksi terorisme.

ISLAM CINTA DAMAI. Sama sekali tidak memuat anjuran berbuat aksi terorisme apalagi menyakiti sesama.

Dan dalam Alquran tertera ayat;
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka!” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]

Kemudian ada juga;
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma ketika beliau datang ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengenakan busana yang agak tipis. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memalingkan mukanya sambil berkata:

Wahai Asma! Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan). [HR. Abu Dawud, no. 4104 dan al-Baihaqi, no. 3218. hadits ini dishahihkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah]

Serta masih banyak ayat Alquran dan hadits tentang anjuran untuk menutup aurat.

Berkenaan dengan cadar ada dalam pandangan 4 Madzhab dan akan sangat menjadi panjang jika dibahas disini, akan saya bahas di lain waktu jika berkesempatan. Namun, saya tarik kesimpulan bahwa; memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.

Ilmu saya belumlah seberapa, masih seperti sebutir pasir di Gurun Sahara. Saya hanya bermaksud meluruskan pandangan negatif tentang cadar. Dan maafkan jika terdapat kekeliruan.

Sementara tentang jenggot bagi laki-laki juga sudah tertera dalam hadits;
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)


Dan masih banyak lagi beberapa hadits shahih yang membahas masalah jenggot.

Kemudian perihal celana cingkrang juga dibahas apik dalam hadits;

Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram. Banyak sekali dalil dari hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mendasari hal ini.

Dalil seputar masalah ini ada dua jenis:
- Pertama, mengharamkan isbal jika karena sombong.

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’. Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’.” (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)

- Kedua, hadits-hadits yang mengharamkan isbal secara mutlak baik karena sombong ataupun tidak.

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:
“Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)
Bagaimana mungkin larangan isbal dalam Islam dianggap nyeleneh padahal dalil mengenai hal ini sangat banyak dan sangat mudah ditemukan dalam kitab-kitab hadits dan buku-buku fiqih.

Lebih lagi, larangan isbal dibahas oleh ulama 4 madzhab besar dalam Islam dan sama sekali bukan hal aneh dan asing bagi orang-orang yang mempelajari agama.

Demikian mengenai cadar, jenggot dan celana cingkrang/ngatung (celana di atas mata kaki).

Kenapa dikait-kaitkan dengan teroris atau ISIS?

Mari istighfar, dan jaga nama baik saudara/saudari yang menjalankan perintah agama.

Bobrok teroris dan ISIS hanyalah kedok orang untuk menjatuhkan Islam.

Kita berada di akhir zaman yang penuh dengan fitnah akhir zaman.

Saudara/saudari yang pernah barangkali dicibir atau dibully karena cadar, jenggot ataupun celana cingkrang mohon kuatkan hati dan lebih bersabar lagi.

Kebaikan sekecil apapun pasti mendapat balasan yang setimpal, begitu pun dengan keburukan misal tidak pernah membicarakan/membully/mencibir tetapi pernah terbesit di hati.

Maka sekali lagi mari istighfar,

Saya sadar, saya tidak se-soleha itu untuk menasehati.

Saya tidak punya maksud untuk menggurui siapapun.

Saya masih perlu belajar lagi dan lagi.

Tapi jika ada saudara/saudari yang dicibir karena masalah di atas. Maka dengan terang-terangan akan saya bela.

STOP mengaikat mereka dengan terorisme atau ISIS. Karena itu salah.

Dan sahabat, disini saya juga mewanti-wanti untuk sama-sama menjadi cerdas bahwa Teroris ini komoditas pengalihan isu sejak tahun 1990. Sejak komunisme runtuh tahun 1985, Islam dijadikan common enemy oleh Barat agar kapitalisme bisa langgeng.

Alasannya sederhana. Negara-negara Islam mayoritas menyimpan sumber daya alam yang melimpah dan sangat dibutuhkan oleh Barat untuk memuaskan nafsu duniawinya.

"Orang-orang jahat sekarang menguasai dunia bukan karena mereka hebat, tapi karena orang-orang beriman belum bersatu." itu kata senior saya.
 
Saya memang tidak mengenakan cadar, tapi bukan berarti saya anti.

Saya dari keluarga yang biasa-biasa saja, tapi bukan berarti saya buta agama.

Semoga kita semua lebih banyak belajar dan lebih menanamkan pikiran positif dalam kehidupan.

Terimakasih sudah membaca, semoga kita semua dikumpulkan-Nya di surga.

Tulisan ini silakan dibagikan jika sependapat dan mengandung kebaikan bagi kalian.

Terakhir, kita sama-sama tahu bahwa seringkali di televisi, surat kabar dan sebagainya ada oknum tertentu yang bermaksud menjatuhkan Islam dengan mengada-ada pemberitaan. Mereka yang bercadar dibilang teroris itu jauh dari sepantasnya ciri seorang muslimah, begitupun dengan yang laki-laki.

Jadi, jangan mudah termakan HOAX. Mari menjadi cerdas dan mari berada di barisan depan dalam membela Islam.

Dengan kebaikan seperti apapun yang kita bisa.

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia