Kamu Harus Tahu, Ini Bahaya Keseringan Main Game!


Keseringan main game lama-lama bisa memicu terjadinya sindrom Quervain yang ditandai dengan pergelangan tangan dan jempol sakit. Tangan dan jari-jarinya bergerak dengan bantuan tulang, otot, serta tendon (urat penghubung otot dan tulang) untuk menggenggam konsol dan memencet tombol pada joystick.

Tendon yang dipakai berulang kali secara berlebihan akan aus menipis sehingga akhirnya mengalami robekan-robekan kecil. Jika terus dipaksakan, tendon yang aus bisa meradang dan membengkak.

Ketika tendon yang membengkak bergesekan dengan terowongan sempit yang melapisinya (silinder berwarna abu-abu pada gambar bawah), ini membuat jempol sakit. Rasa sakitnya bisa menjalar hingga ke lengan bawah. Kondisi inilah yang disebut dengan sindrom Quervain atau de Quervain tenosynovitis.

Dilansir dari WebMD, penyebab sindrom Quervain sebenarnya tidak diketahui secara pasti. Namun, aktivitas apa pun yang bergantung pada gerakan tangan (termasuk pergelangan tangan dan jari) yang berulang dan berlebihan, seperti bermain game; olahraga yang menggunakan stik atau raket, seperti badminton, golf, tenis); dan mengetik di komputer. Cedera pada jempol akibat tertindih benda keras juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Dibanding anak-anak, orang dewasa usia 30 sampai 50 tahun lebih berisiko mengalami sindrom Quervain. Mengapa? Mereka rentan dengan peradangan pada sendi seperti rematik dan lebih sering melakukan pekerjaan berat dan/atau kegiatan berulang yang menggunakan tangan.

Mengobati sindrom Quervain berarti mengurangi rasa sakit dan peradangannya dengan banyak cara, seperti minum obat pereda nyeri NSAID (ibuprofen atau naproxen). Sering-sering mengompres bagian tangan yang meradang dengan air dingin juga dapat meredakan rasa sakitnya.

Jika tidak berhasil, dokter akan menyuntikkan steroid ke dalam selubung yang mengelilingi tendon. Apabila dalam 6 bulan kondisi membaik, tidak perlu perawatan lebih lanjut.

Jika masih tidak sembuh juga, dokter akan memasangkan belat pada tangan untuk mencegahnya banyak bergerak. Belat harus dipakai setiap hari dan baru boleh dilepas setelah 4 atau 6 minggu.

Operasi bedah untuk melepaskan selubung tendon mungkin diperlukan sebagai solusi terakhir jika cara-cara di atas tidak ada yang berhasil. Pelepasan selubung pelindung tersebut dapat membuat tendon kembali bergerak lancar tanpa rasa sakit.

Baik itu memakai belat atau dengan operasi, setelahnya juga disarankan untuk mengikuti terapi fisik untuk membangun kekuatan di pergelangan, jari-jari, dan lengan.

Selama masa pemulihan, wajib hindari aktivitas yang memberatkan tangan atau melakukan gerakan berulang dengan tangan. Selanjutnya, juga perlu rutin melakukan peregangan tubuh, terutama pada tangan untuk memperkuat otot dan menjaga sendi tetap stabil.

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia