Sebelum Bekas Jerawat Bermunculan, Ini Cara Mencegahnya


Bekas jerawat yang ada di kulit Anda mungkin berbeda-beda, tergantung pada jenis bekas jerawat yang Anda miliki. Ada dua tipe bekas jerawat, yaitu depressed scar alias bekas jerawat yang berupa “lubang” atau cekungan di permukaan kulit, dan raised scar alias bekas jerawat yang berupa tonjolan kecil.

Depressed scars biasanya terbentuk di kulit wajah. Dermatologis menyebut bekas jerawat ini sebagai atrofik atau bahkan menyebutnya sesuai tipe spesifiknya, yaitu:

- Boxcar
- Icepick
- Rolling

Raised scars lebih sering muncul di punggung dan dada. Istilah medis untuk raised scar adalah hipertrofik.

Saat jerawat menembus kulit secara dalam, ia akan merusak kulit dan jaringan di bawahnya. Setelah jerawat hilang, tubuh kemudian memperbaiki kerusakan ini.

Dalam proses perbaikan tersebut, tubuh memproduksi kolagen, yaitu sebuah zat yang menyokong kulit. Jika tubuh memproduksi kolagen terlalu sedikit atau terlalu banyak, bekas luka akan terbentuk.

Dua tipe bekas jerawat yang dijelaskan di atas adalah berdasarkan jumlah kolagen yang diproduksi tubuh.

Depressed scars: jika tubuh memproduksi kolagen terlaly sedikit, lubang atau cekungan akan terbentuk di kulit saat penyembuhan.

Raised scars: terkadang tubuh memproduksi kolagen terlalu banyak dalam proses penyembuhan. Jika ini terjadi, Anda akan mendapat bekas luka yang menonjol. Bekas jerawat jenis ini lebih umum pada orang dengan kulit berwarna, seperti Afrika, Hispanik, dan Asia.

Bahkan jika kita berusaha sekuat mungkin untuk mencegah bekas jerawat, hal ini tetap bisa terjadi. Namun tak perlu khawatir, karena ada banyak pilihan pengobatan yang bisa mengatasi bekas jerawat, baik depressed maupun raised, dan menguranginya secara signifikan.

Dilansir dari Hello Sehat, untuk menjaga kulit tetap bebas jerawat, dermatologis menyarankan untuk melanjutkan pengobatan jerawat meski jerawat sudah sembuh. Banyak orang biasanya tetap menggunakan produk antijerawat setidaknya beberapa kali seminggu meski sedang tidak berjerawat.

Dermatologis akan memberi tahu kapan bisa berhenti menggunakan produk antijerawat.

- Jangan pegang/pencet jerawat


Luka bekas jerawat, yang terbuat sebagian besar dari kolagen, adalah cara tubuh memperbaiki dirinya sendiri. Bekas jerawat biasanya berbentuk cekungan karena peradangan jerawat menyebabkan hilangnya kolagen. Menyentuh dan memencet jerawat akan membuat peradangan lebih parah, menyebabkan perubahan warna dan pembentukan bekas luka. Memencet dan memecahkan jerawat juga menyebabkan nanah dan bakteri memasuki kulit lebih dalam lagi, dan merusak kolagen lebih parah lagi.

- Jangan gunakan vitamin E pada bekas jerawat


Mungkin pernah mendengar bahwa mengoleskan vitamin E ke jerawat yang baru pecah akan membuatnya sembuh lebih cepat. Namun menurut penelitian dari University of Miami, mengoleskan nutrien ini pada bekas luka malah akan memperlambat penyembuhannya. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa vitamin E tidak memiliki efek, bahkan membuat kondisi lebih para para 90% pasien, dan pada 33% pasien malah menyebabkan dermatitis kontak.

No comments