Ini Tips Cegah Infeksi Toksoplasmosis Bagi Pencinta Kucing

Penyakit toksoplasma sering dikaitkan dengan kucing sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pemelihara kucing di rumah. Kekhawatiran makin bertambah jika pemilik kucing sedang merencanakan atau menjalani kehamilan. Tak jarang pada masa ini kucing dititipkan ke orang lain, bahkan dijual atau dilepaskan. Padahal, ada bebas toksoplasma buat para pencinta kucing tanpa harus mengorbankan mereka.

Toxoplasma gondii adalah nama parasit yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Toksoplasmosis utamanya ditakuti karena bisa menyebabkan kejang, kebutaan, gangguan mental, gangguan pertumbuhan otak janin (salah satunya adalah hidrosefalus) pada ibu hamil.

Selain itu, toksoplasma dapat menyebabkan penyakit yang berat bila menginfeksi orang-orang yang memiliki sistem imunitas yang rendah yaitu peradangan dalam otak. Gejalanya bisa berupa kejang, nyeri kepala, mual dan muntah, serta demam. Contoh orang-orang dengan imunitas rendah adalah penderita HIV/AIDS, penderita diabetes, anak-anak, orang yang mengonsumsi obat penekan sistem imun dalam jangka waktu lama, dan lain-lain.

Bila toksoplasma masuk ke dalam tubuh orang biasa (tidak hamil) dan memiliki imunitas tubuh yang baik, tubuh bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun sampai akhirnya toksoplasmosis sembuh sendiri. Kalaupun ada gejala, umumnya ringan, seperti gejala pilek, nyeri otot, dan pembesaran kelenjar getah bening selama beberapa minggu. Umumnya orang tersebut tidak mengetahui bahwa sedang terinfeksi toksoplasma.

Seseorang dapat terinfeksi toksoplasma lewat beberapa cara:


- Mengonsumsi makanan, minuman, atau tanpa sengaja tertelan material tanah yang terkontaminasi parasit (misalnya dari tanah yang menempel di sayuran atau buah). Umumnya, asal parasit di tanah itu adalah dari feses hewan yang terinfeksi toksoplasma. Hewan tersering yang menjadi “inang sementara” ini adalah kucing, tapi bisa juga dari anjing atau kelelawar.

- Mengonsumsi daging hewan yang mengandung kista toksoplasma (terutama babi atau domba) dalam kondisi mentah atau setengah matang. Hewan-hewan tersebut bisa terinfeksi melalui jalur pada poin pertama.

- Janin dalam kandungan terinfeksi toksoplasma dari darah ibu yang baru terinfeksi.

Kucing memang menjadi salah satu vektor tersering dalam proses infeksi toksoplasma. Meskipun begitu, Kamu tidak perlu sampai menyingkirkan kucing kesayangan Kamu. Perlu untuk diketahui bahwa memelihara kucing bukan berarti Kamu pasti akan terinfeksi toksoplasma. Bahkan jika kucing Kamu di rumah terinfeksi toksoplasma, menyentuhnya tak akan langsung membuat Kamu terinfeksi. Ini karena kucing tidak membawa parasit toksoplasma pada bulu mereka.

Tips mencegah infeksi toksoplasmosis:

Bila kucing selalu dijaga kebersihan makanannya, kucing tidak memburu tikus untuk makan, atau tidak diberikan daging mentah, maka risiko kucing terkena parasit toksoplasma sangat kecil. Namun, jika sedang atau menjalani kehamilan atau memiliki sistem imunitas yang rendah, kamu memiliki faktor risiko sehingga harus ekstra waspada.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi toksoplasmosis dilansir dari KlikDokter:


- Bersihkan tempat feses kucing secara rutin setiap hari. Bila Kamu memiliki faktor risiko, maka mintalah orang lain untuk mengganti atau membersihkan boks tempat pembuangan feses kucing.

- Hindari mengadopsi kucing jalanan tanpa pemeriksaan dan penanganan kesehatan sebelumnya.

- Mencuci tangan dengan menyeluruh sebelum makan.

- Mencuci daging, buah, atau sayuran dengan sebaik-baiknya karena dikhawatirkan ada kontaminasi tanah mengandung feses hewan yang terinfeksi (kucing, anjing, atau kelelawar).

- Jangan mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang.

- Jaga seluruh peralatan dapur tetap bersih, terutama yang habis digunakan untuk mengolah daging mentah.

- Bekukan daging pada suhu dibawah 0 derajat Celcius untuk mengurangi infeksi toksoplasma dan berbagai bakteri berbahaya lainnya.

- Ketika berkebun, gunakan sarung tangan yang memadai agar tidak berkontak langsung dengan tanah

Kamu juga perlu menjaga agar kucing kesayangan Kamu tidak terinfeksi toksoplasmosis. Caranya adalah dengan:

- Memberikan makanan berupa makanan khusus kucing (kering maupun basah).

- Jangan berikan kucing makanan berupa daging mentah karena mungkin saja mengandung kista toksoplasmosis.

- Bila kondisi sangat berisiko, jagalah kucing agar tetap selalu berada dalam rumah agar tidak memperoleh parasit toksoplasma dari tanah saat ia bermain di lingkungan luar rumah.

Bagaimana bila sudah terkena toksoplasma? Saat ini pengobatan untuk toksoplasma sudah tersedia. Ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma bisa ditangani menggunakan obat-obatan untuk mencegah janinnya terkena toksoplasmosis. Kemudian, sepanjang kehamilan ibu dan janin harus dimonitor rutin setiap bulannya.

Meski pengobatan sudah tersedia, tetapi alangkah baiknya lakukan pencegahan agar terhindar dari bahaya toksplasma. Lakukanlah kiat-kiat di atas agar para pencinta kucing bisa terbebas dari ancaman toksoplasma, tanpa harus mengorbankan kucing kesayangan mereka pergi.

No comments