Jangan Percaya Hamdalah Publishing, Penerbit Ini Penipu!!!

Sebenarnya aku tidak mau mengotori blogku dengan hal semacam ini, tapi berhubung disini aku dan teman-teman serta orang lain adalah korban maka ini harus dibuat agar tidak ada orang lain lagi yang tertipu.

Mei 2018, aku dan dua orang teman berniat mencetak buku secara indie ke Penerbit Hamdalah. Akhirnya kami menghubungi penerbitnya dan diproseslah naskah kami.

Pertama, kami diminta mengirim uang muka sebesar Rp200 ribu, lalu setelah kata mereka naskah siap cetak maka kami mengirimkan sisanya lagi sebesar Rp409 ribu. Totalnya Rp609 ribu.

Kami tidak berpikir buruk, karena Arfan Miyaz dan Wulan Dari (nama pimpinan Penerbit Hamdalah dan cover designernya) mereka sangat ramah dan selalu membalas pesan kami.

Hari demi hari, buku kami tak kunjung selesai cetak. Kutanya ke Arfan dan Wulan katanya lagi dilaminasi dan akan dikirim minggu selanjutnya.

Tiba saat minggu selanjutnya namun buku kami belum juga dikirim. Aku menghujani Arfan dan Wulan dengan banyak pertanyaan. Tapi Arfan sudah tidak lagi membalas chat WA.

Terus Wulan bilang lagi ada masalah di percetakannya, akhirnya kami tunggu namun berbulan-bulan tak juga ada kabar.

beberapa postingan di fb
Aku kesal, sangat-sangat kesal. Ternyata bukan hanya aku dan teman-teman saja. Sudah banyak orang yang dia tipu. Ada di postingan Penerbit Hamdalah bahkan ada yang sudah satu tahun lebih gak dikirim bukunya, uang juga tak dikembalikan.

Kalau postingan atau FB Penerbit Hamdalah itu sudah tak ada lagi, aku punya screenrecorder-nya. Selain itu seluruh chatku dengan Arfan dan Wulan aku screenshotkan.

Bukti transfer ada, si Arfan dan Wulan sudah mengantongi cukup banyak uang lalu menghilang tak ada kabar lagi.

Akhirnya kuputuskan untuk menghubungi teman dekatnya. Teman Arfan tadi menelpon dan akhirnya dia jelaskan panjang lebar, bahwa Arfan memang PENIPU!!!

Bahkan si teman dekatnya tadi saja pernah menjadi korban. Dan Arfan rela pernah tidak masuk kuliah hanya untuk menghindari temannya tadi, (Mereka kuliah di Universitas Islam Sumatera Utara / UISU).

Si temannya lewat telepon menuturkan bahwa Arfan memang akan begitu, setelah dapat uang dia akan menghilang dan kabur tanpa jejak.

Jujur aku kasihan, bayangkan teman betapa indah nama penerbitnya. Itu kalimat Allah dan dia gunakan untuk menipu orang lain.

Aku punya bukti atas semua yang ditulis ini, karena aku tidak akan bicara atau menulis asal-asalan.

fb Arfan, dia punya beberapa fb lagi salah satunya ini
Jangan sampai ada kawan-kawan lain yang bernasib sama denganku. Kita hanya ingin berkarya, tapi mereka memanfaatkan itu untuk menipu. Terlebih lagi dengan nama penerbit seindah itu. Astaghfirullah.

Penerbit Hamdalah ini beserta Arfan dan Wulan ada di Medan, awalnya dulu Arfan bilang bahwa Penerbit Hamdalah adalah lini Basmallah.

"Hamdalah lini Basmallah. Hamdalah ini mau jadi penerbit khusus indie. Makanya sebagian naskah di basmallah dioper ke kami. Karena basmallah mau buat sistem terbit mayor untuk anak Lingkar Pena Indonesia."

Begitu chat dari Arfan. Aku ada screenshotnya. Aku harap siapapun yang membaca ini agar berkenan membagikannya dan jika kalian mengenal Arfan tolong sampaikan pesanku bahwa karma dan hukuman Tuhan itu sangat nyata.

Bertaubatlah, urus semuanya. Kembalikan uang mereka-mereka yang sudah diambil jika tidak bisa segera mengirimkan buku mereka.

Ini juga menjadi pelajaran berharga ke depan agar tak mudah percaya dengan Penerbit yang tidak terbukti kredibilitasnya.

No comments