6 Kiat Bersihkan Rumah Setelah Banjir Agar Bebas Jamur dan Bakteri


Saat hendak membersihkan rumah yang sempat terendam banjir, kamu sedang berpacu dengan pertumbuhan jamur dan bakteri yang sangat cepat di lingkungan lembap. Jamur sangat berbahaya bagi penderita masalah pernapasan akibat alergi atau asma.

Namun pertumbuhan jamur yang tinggi juga bisa menimbulkan masalah bagi orang yang relatif sehat. Gejala yang muncul akibat paparan jamur meliputi mengi, sesak napas, sakit tenggorokan, sakit seperti flu dan nyeri, serta kelelahan.

Jamur bukan satu-satunya ancaman dari banjir. Bakteri juga mungkin menjadi problem bila rumah terendam kotoran. Bakteri dapat menyebabkan masalah pencernaan dan kulit. Karena itu, segera membersihkan rumah setelah terendam banjir sangat penting untuk menghentikan pertumbuhan jamur dan bakteri.

Semakin cepat membersihkan rumah usai banjir, kesehatan anggota keluarga semakin terjaga. Dengan tidak menunda aktivitas ini, kamu bisa mencegah anggota keluarga terpapar beragam penyakit, yang diakibatkan oleh jamur maupun bakteri, setelah banjir.

Melansir KlikDokter, berikut ini beberapa kiat agar rumah yang sempat terendam banjir bebas dari jamur dan bakteri:

1. Memeriksa kondisi rumah

Periksa seluruh kondisi rumah. Apakah ada masalah pada kabel listrik, tabung gas, dan pipa gas? Apakah ada keretakan pada fondasi rumah? Atau apakah ada noda pada atap rumah? Jika terdapat noda air, ini merupakan indikasi kerusakan atap.

2. Mengeluarkan air dari rumah

Memompa atau menyerap air yang menggenangi rumah. Jika air yang masuk ke dalam rumah sangat banyak, kamu bisa minta bantuan tetangga atau petugas khusus.

3. Membersihkan rumah

Kamu dapat mulai membersihkan dinding, lantai, dan tangga rumah dengan menggunakan air dan sabun, atau sebaiknya menggunakan cairan disinfektan. Jangan lupa untuk membersihkan area bermain anak.

4. Membersihkan karpet

Jika karpet tidak terlalu basah, kamu bisa segera mengeringkannya menggunakan vacuum cleaner. Gunakanlah kipas angin untuk mempercepat pengeringan. Namun, The National Center for Healthy  Housing, seperti ditulis WebMD, merekomendasikan untuk membuang karpet yang sudah bau atau sempat terendam air.

Kamu juga perlu mempertimbangkan untuk membuang barang-barang yang bau atau sempat terendam banjir. Jika di dalam lemari es terdapat makanan yang mudah rusak seperti daging, susu, dan sisa makanan, kamu bisa membuangnya.

5. Membersihkan barang yang masih dalam keadaan baik

Masih dari sumber yang sama, The National Center for Healthy Housing merekomendasikan barang-barang yang masih bisa dibersihkan dan disimpan setelah banjir seperti:

- Barang yang keras, barang yang tidak berpori seperti perhiasan, piring, kaca, sendok dan garpu, gelas, dan lainnya.

- Furnitur kayu. Meski berjamur, asalkan dalam kondisi baik.

- Beberapa peralatan elektronik dan perkakas.

- Foto, buku, dan dokumen berharga yang tidak terendam banjir.

- Pakaian yang tidak memiliki kerusakan fisik.

Untuk barang yang tidak rusak, kamu dapat mengeringkan terlebih dahulu di luar rumah. Kamu bisa membersihkan noda jamur pada beberapa barang dengan permukaan keras menggunakan sabun dan sedikit air, kemudian keringkan.

6. Mengeringkan rumah

Agar bebas dari jamur, kamu perlu segera mengeringkan rumah dan segala perabotan dalam waktu 48 jam. Jika dibiarkan basah dalam waktu lama, noda jamur lebih mungkin muncul.

Mulailah dengan membuka jendela dan menggunakan kipas angin, agar terjadi sirkulasi udara. Pastikan kipas angin mengarah ke luar ruangan. Namun, kamu perlu memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi listrik sudah cukup aman untuk digunakan. Setelah semua tugas selesai, kamu perlu membersihkan tubuh dengan sabun dan air mengalir yang bersih.

Itulah beberapa kiat membersihkan rumah setelah banjir agar terhindar dari jamu dan bakteri. Namun sebelum menerapkan langkah-langkah di atas, kamu perlu memastikan terlebih dahulu bahwa tidak ada potensi banjir susulan.

No comments