Bersinergi Tingkatkan Partisipasi Pemilih dalam Pemilu 2019


SunfloWords.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) menyatakan sepenuhnya siap untuk menggelar pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Namun ancaman tingginya golongan putih atau warga yang tidak memberikan hak suaranya masih menjadi kekhawatiran.

Senator muda Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyadari bahwa upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 terletak pada semua pundak semua pemangku kepentingan Pemilu, termasuk kandidat pada Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Semua memang mesti lebih aktif untuk menarik antensi calon pemilih dengan adu program yang menarik sehingga mempengaruhi minat pemilih untuk menjatuhkan pilihannya. Potensi golput yang tinggi bisa jadi ancaman kalau masyarakat kecewa terhadap kandidiat," kata Senator Riri kepada jurnalis, Selasa (18/12/2018).

Pimpinan Sementara DPD RI 2014, 2016 dan 2017 ini menjelaskan, saat menemui konstituennya beberapa waktu terakhir, ada banyak keluhan para pemilih yang jenuh dan apatis karena melihat banyaknya kampanye negatif seperti kandidat yang mengangkat sentimen Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) serta kekecewaan publik terhadap kinerja para pejabat.

"Ada yang memegang amanah tapi tidak sungguh-sungguh, padahal amanah ini adalah tangunggjawab yang harus dilaksanakan sepenuh hati. Ini harus jadi perhatian, siapa yang memegang amanah jalankan dengan baik. Jangan sampai kita menuai kekecewaan pemilih yang dapat menggerus suara pada Pemilu," ungkap Senator Riri.

Berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu pihaknya telah menerima 192.129 laporan dan temuan pelanggaran kampanye Pilpres 2019. Mayoritas laporan karena pemasangan alat peraga di tempat terlarang, laporan terkait kegiatan kampanye yang dilakukan di luar waktu yang ditentukan.

"Saya berharap pihak penyelenggara Pemilu dapat memperkuat langkah-langkah antisipatif terhadap potensi pelanggaran Pemilu. Termasuk mengenai banyaknya aspirasi mengenai kotak suara Pemilu 2019 yang disiapkan KPU karena tampak terbuat dari kardus," papar Senator Riri.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini berharap rendahnya angka golput dan tingginya partisipasi pemilih serta minimnya tingkat pelanggaran dalam Pemilu 2019 dapat memperkuat legitimasi Indonesia dalam kancah perpolitikan dunia.

"Hasil Pemilu 2014 telah membawa napas segar dalam politik luar negeri Indonesia. Saat ini kita memiliki peran yang lebih besar di PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) dengan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ujar Senator Riri.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini optimis, tingginya partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 juga dapat menghasilkan Pemilu yang berkualitas yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, budaya, hukum dan keamanan Indonesia ke depan.

"Siapapun yang terpilih nanti punya pekerjaan rumah yang tidak mudah untuk menjawab kebutuhan rakyat yang semakin hari kian banyak. Dengan tingginya partisipasi pemilih, pemimpin pasti punya kepercayaan diri untuk memperbaiki kondisi berbagai bidang kehidupan. Apalagi Indonesia memiliki banyak sekali potensi," demikian Senator Riri.

No comments