Hari AIDS Sedunia 2018, Yura Pinata: Waspada dan Cegah!

Yura Pinata
SunfloWords.com - Hari ini 1 Desember 2018 diperingati sebagai Hari AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) sedunia atau World AIDS Day.

Untuk diketahui, AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Menanggapi tentang pentingnya hari ini, Yura Pinata, pemuda kelahiran 6 Juli 1994 yang pernah menjadi Duta HIV AIDS Putra Provinsi Bengkulu pada tahun 2015 ini pun menuturkan tentang awal mulanya Hari AIDS Sedunia.

"Hari AIDS direncanakan jatuh pada bulan Agustus atas saran dari James W. Bunn dan Thomas Netter, dua petugas informasi publik untuk Global Programme on AIDS di Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss. Bunn dan Netter menyatakan ide mereka ke Dr. Jonathan Mann, Direktur Program Global tentang AIDS (sekarang dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann pun setuju namun merekomendasikan agar hari AIDS sedunia jatuh pada 1 Desember saja," ujar lelaki yang akrab disapa Yura, Sabtu (1/12/2018).

Ditambahkan Yura bahwa penetapan tanggal 1 Desember tersebut karena berdekatan dengan hari besar di bulan Desember yakni natal dan menjelang tahun baru. Tentunya media-media tertuju dan menyoroti moment tersebut guna mendapatkan perhatian media kala itu.

Memang saat itu media belum secara gencar memberitakan tentang AIDS. Akhirnya ditetapkanlah 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia yang dilangsungkan untuk pertama kalinya. Didukung UNAIDS, kampanye tersebut mengambil tema “Join the Worldwide Effort.”

Tujuan diselenggarakannya Hari AIDS Sedunia adalah untuk meminta perhatian dan memberi informasi kepada masyarakat dunia mengenai pentingnya upaya pencegahan penyebaran HIV hingga meningkatkan kesadaran mereka akan bahaya virus ini.

Tahun ini tema peringatan Hari AIDS Sedunia adalah 'Know Your Status atau kenali statusmu'. Tujuannya untuk mencapai dua hal yaitu mendorong setiap orang untuk mengetahui status infeksi HIV melalui pemeriksaan di laboratorium klinik. Dan, mendesak pembuat kebijakan kesehatan untuk membentuk agenda 'sehat untuk semua'.

"Pada tahun 1991 ada sekelompok seniman yang peduli dengan penyakit ini kemudian mencari simbol untuk mempersatukan dunia agar peduli dengan penyebaran AIDS. Mereka lalu terinspirasi pita merah yang dipakai untuk memperingati kematian Freddie Mercury karena AIDS. Pita Merah itu sendiri melambangkan darah tempat virus HIV/AIDS berkembang. Sedangkan warna merahnya dimaksudkan sebagai semangat dalam melawan virus HIV," jelas Yura.

Yura juga menuturkan bahwa Pita Merah juga "unvictory" yang menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada gerakan 'kemenangan' untuk melawan penyakit berbahaya ini.

"Untuk mencegah penyakit ini sangat dianjurkan mengutamakan hidup sehat, no drugs and free sex (bagi yang sudah ataupun belum menikah)," tegasnya.

Orang dari usia berapa pun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS. Penyakit yang bersifat menurun atau diwariskan ini pun menjadi momok menakutkan, di tengah peringatan Hari AIDS Sedunia semangat melawan penyakit ini terus disuarakan dan juga terlihat jelas dari perkembangan di dunia medis.

Sejauh ini terdapat sekitar 41 jenis obat yang bisa dipakai untuk menyerang virus HIV/AIDS. Jika dipakai dengan perhitungan serta diberikan pada saat yang tepat, obat-obatan tersebut kemungkinan besar dapat bekerja secara maksimal.

"Tanpa terkecuali, semuanya harus waspada pada penyakit AIDS. Terapkan gaya hidup sehat, kuatkan iman, dan terutama untuk remaja belajarlah yang rajin, hindari hal-hal yang menjerumuskan diri pada narkoba dan free sex." demikian Yura Pinata.

No comments