Gaya Hidup Minimalis, Patut Diterapkan Agar Hidup Lebih Manis

Gaya hidup minimalis, bukan kali pertamanya kubaca atau kudengar, namun untuk menerapkannya memang tidaklah mudah bagi sebagian orang.

Di seantero dunia gaya hidup minimalis sudah mulai menjadi tren, di dalam negeri memang belum begitu familiar namun sudah mulai memasuki pikiran dan itu bagus.

Minimalis itu sebagai tandingan keinginan punya banyak barang, sebagian orang justru ingin hidup dengan lebih sedikit, membeli lebih sedikit, dan membutuhkan barang lebih sedikit. Dan sesuatu yang lebih sedikit itulah yang benar-benar dibutuhkan, dalam artian tidak membeli semua barang yang hanya sebatas keinginan.

Biar lebih jelas, sebaiknya kita harus tahu dulu apa sebenarnya gaya hidup minimalis itu. Dikutip liputan6.com dari theminimalists.com, gaya hidup satu ini merupakan alat untuk membantu menemukan kemerdekaan diri.

Bebas dari rasa takut, cemas, bersalah, dan berlebih. Kebebasan ini secara mudah diukur dari melepaskan kebiasaan konsumtif dengan berpikir ulang ketika hendak membeli suatu barang. Jika memang butuh, saat membelinya kamu tak akan merasa terbebani. Itulah kebebasan sebenarnya yang diusung gaya hidup minimalis.

Menerapkan gaya hidup minimalis bukan berarti tidak boleh punya mobil, rumah tinggal, bahkan keluarga. Tapi, kebahagiaan yang ingin diraih dengan hidup minimalis tak seharusnya didapat dari barang, melainkan cara menjalani hidup itu sendiri.

Mungkin akan susah di langkah pertama, namun trik mudah jika kita memang ingin memulai gaya hidup minimalis, yakni dengan selalu bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku benar-benar membutuhkannya?"

Tak bisa ditampik kalau minimalis adalah satu kata dengan banyak makna beberapa waktu belakangan. Sebagian mungkin mengiranya sebagai gaya hidup para ektremis, namun tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai hidup dengan cukup.

Jadi, kalau bisa dijabarkan, apa sih manfaat penerapan gaya hidup minimalis? Dikutip dari moneyunder30.com, secara tak langsung, lifestyle ini berpengaruh pada keadaan keuangan yang harusnya lebih aman. Dengan begitu, rasa cemas tentang tagihan dan hal-hal serupa otomatis akan berkurang.

Dengan begitu, tingkat stres dalam diri diharapkan bisa jauh merosot. Juga, membuang barang yang selama ini ternyata tak dibutuhkan dipercaya bakal memberi ruang gerak baru di rumah untuk memunculkan pikiran lebih segar.

Kita nantinya dipercaya akan menghabiskan banyak waktu dengan membentuk pengalaman ketimbang membeli barang. Karena fokus hidup tak ada pada barang, bukan tak mungkin kita akan membangun hubungan, entah dengan keluarga, teman, dan pasangan, dengan kualitas lebih baik, lantaran kita fokus.

Minimalis juga memungkinkan mendapatkan barang terbaik. Logikanya, kita lebih baik hanya punya satu laptop, namun memenuhi semua kebutuhan, ketimbang memiliki beberapa barang tersebut dengan kualitas biasa-biasa saja.

Jadi, tertarikkah untuk menerapkan gaya hidup minimalis?

Aku sih tertarik banget, sebab salah satu kebiasaan buruk juga ketika melihat sesuatu dan timbul perasaan menginginkannya lalu dibeli, padahal tidak benar-benar butuh.

Prosesnya menurutku tidak bisa instan, jadi aku akan memulai menerapkan gaya hidup minimalis secara perlahan-lahan. Pastinya bisa sedikit lebih tenang dan bisa berpikir "Aku tidak membutuhkan barang itu, tidak perlu kubeli." dengan begitu tidak hanya hidup yang bisa lebih manis, tapi isi dompet yang dulu selalu terkikis tidak akan lagi krisis.

No comments