Review Film Anime Kimi no Suizou wo Tabetai

Sebagai pecinta anime garis keras, entah kenapa aku tidak banyak memiliki koleksi soalnya lebih sering streaming atau sesudah di download dan ditonton langsung kuhapus karena kapasitas hardisk laptop.

Selain itu, aku juga jarang review anime. Tapi kali ini aku mau mencoba mereview anime yang awal Januari 2019 lalu kutonton.

Kimi no Suizou wo Tabetai atau I Want to Eat Your Pancreas. Dari judulnya aku kira ini anime kanibal *hehee, ternyata tidak jauh beda dengan anime Shigatsu wa Kimi no Uso atau Your Lie in April, yakni tentang keadaan tokoh perempuan yang sakit namun dia tetap ceria dan semangat menjalani hidup.

Fyi, aku biasa download anime di situs anime.shinokun.id dan silakan kalau teman-teman mau mengintip situsnya. Ada banyak anime disana.

Kalau dalam bahasa Indonesia, anime yang ini judulnya 'Aku Ingin Memakan Pankreasmu.'

Anime ini merupakan adaptasi dari novel dan berdurasi selama 1 jam 48 menit. Pemerannya sendiri ada Yamauchi Sakura, Shiga Haruki, Takimoto Kyouko, Takahiro dan pemeran pendukung lainnya.

Sama halnya ketika aku menonton anime Your Lie in April, anime ini juga mengaduk-aduk perasaan. Dan sesungguhnya aku kurang menyukai anime yang bergenre romance apalagi anak sekolahan, tapi memang ada beberapa anime tertentu yang meskipun isinya kisah cinta tapi bagus banget.

Film ini alurnya maju mundur maju, soalnya pas adegan pertama yaitu saat pemakaman Sakura dan semua orang bersedih kemudian ingatan si tokoh lelaki. Nah, si pemeran lelakinya Shiga Haruki tidak menghadiri pemakaman itu karena dia seperti frustasi atau seperti masih tidak rela *padahal awal kenal cuek bebek.

Ada satu hal yang baru kusadari ketika filmnya akan berakhir, yakni selama film tersebut berlangsung ternyata pemeran lelakinya belum menyebutkan nama. Aduh baper kalau dijelaskan *hehee, intinya nama mereka memiliki arti yang saling melengkapi.

Haruki adalah si lelaki kutu buku yang hidupnya dipenuhi dengan buku dan ia membantu merapikan buku-buku di perpustakaan. Lelaki ini tidak memiliki teman dan selalu sendirian hingga di suatu hari tepatnya di sebuah rumah sakit, Haruki menemukan buku harian Sakura.

Diary itu adalah cerita dari Sakura tentang hidupnya yang tidak lama lagi, dan Haruki membacanya. Padahal kata Sakura tidak ada yang tahu tentang kanker pankreasnya kecuali keluarga Sakura dan Haruki yang baru saja tahu, bahkan sahabat baik Sakura yakni Kyouko pun tidak tahu.

Baper deh nontonnya, sejak saat itu Sakura mulai mendekati Haruki dan meminta Haruki untuk tidak membocorkan rahasianya.

Sakura terus berusaha mendekati Haruki, tapi lelaki satu ini keras hati dan ada percakapan mereka yang menarik menurutku, saat Sakura menunggu Haruki di pinggir jalan.

"Kebetulan sekali," kata Sakura.
"Maaf, tapi aku tak bisa meladeni kebetulanmu." ucap Haruki.

Menggemaskan sekali, tapi Sakura tidak berhenti sampai disitu. Nah, jika penasaran langsung saja tonton filmnya.

Diceritakan juga bahwa Sakura adalah perempuan populer di sekolahnya, ia juga ramah dan baik hati pada siapapun. Karena itulah banyak orang yang tak suka ketika Sakura dekat dengan Haruki yang tak punya teman, termasuk sahabatnya Kyouko dan mantan pacar Sakura.

Disitulah konflik demi konflik terjadi dan kesedihan semakin memuncak.

Namun, di setiap anime pasti ada yang membingungkan dan ada kekurangannya. Begitu juga dengan film ini.

Film ini menurutku janggal dan membuatku bertanya-tanya tentang kematian Sakura. Dia memang sakit kanker pankreas dan didiagnosa tidak akan hidup lama, akan tetapi dia meninggal bukan karena itu dan alur kenapa Sakura bisa sampai meninggal seperti itu tidak dijelaskan.

Yang jelas aku senang ketika di akhir film ini Haruki bisa ikhlas dan dia menjadi lebih tampan. Awalnya aku mengira Haruki akan jadian dengan Kyouko, tapi ternyata tidak. Pelajaran penting dari anime ini menurutku ada beberapa takdir yang kita jalani merupakan hal yang sudah kita pilih, dan/atau kita dapat memilih ingin menjalani takdir seperti apa.

Selain itu, dari anime ini menurutku kita jangan menutup diri atas orang lain. Karena bagaimanapun, hadirnya teman-teman akan mewarnai hidup. Dan kita haruslah pandai memanfaatkan waktu sebelum penyesalan datang karena orang yang disayang tidak bisa lagi ditemui.

Penasaran? Tonton saja anime ini, karena filmnya lebih bagus daripada review ini bahkan aku sampai berkaca-kaca ketika Haruki menangis sejadi-jadinya, ya walau aku masih bingung dengan kematian Sakura.

Jika sudah nonton, jangan lupa tuangkan pendapatmu di kolom komentar :)

No comments