Sambut Tahun Baru Tak Perlu Riuh Bergemuruh


Tahun baru, tidak mesti dengan baju baru. Tidak pula harus bersama gebetan baru, dan tidak juga harus dirayakan dengan kembang api yang meletus menderu.

Tidak ada faedahnya merayakan tahun baru dengan berhura-hura, bahkan di Kota Bengkulu tempat saya Pemerintah Kota mengimbau dari jauh-jauh hari dengan slogannya 'Boikot Malam Tahun Baru'.

Tahu karena apa teman?

Di seberang sana berseliweran berita kondom yang laris di malam tahun baru, ada pula truk pengangkut bir yang kecelakaan, ditambah lagi terbakarnya gudang stok kembang api dan lain-lain.

Di sisi lain musibah terus melanda, memang sudah saatnya kita sama-sama berbenah menuju jalan-Nya dengan segera.

Secara pribadi saya juga penasaran, ada apa dengan tahun baru? Kenapa perubahan dari 2018 ke 2019 mesti dirayakan sebegitunya?

Jujur, saya bangga dengan Pemerintah Kota Bengkulu atas imbauannya tersebut. Meski tidak sepenuhnya bersih dari hura-hura, tapi dari suara kembang api saja jelas berkurang dari tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi hura-hura yang terjadi, maka dianjurkan untuk meramaikan tempat ibadah masing-masing sesuai keyakinan.

Nah, kemarin sempat ada yang salah paham karena ada protes begini; "itu namanya merayakan tahun baru di masjid. Salah itu!"

O EM JI, itu hanya anjuran wahai teman...

Lagian muslim khususnya, masjid memang selalu ramai. Selalu ada kajian rutin di masjid meski tidak malam tahun baru. Maksud pemkot adalah daripada hura-hura lebih baik ke masjid dan bersilaturahim serta ikut pengajian saja. Dunia sejahtera, akhirat insyaAllah cerah.

Menyambut tahun baru memang tidak harus riuh bergemuruh, cukuplah introspeksi diri tentang apa saja yang sudah dilakukan di tahun 2018 kemarin.

Jika masih banyak yang menurutmu belum memuaskan, maka lakukan perbaikan.

Seperti saya misalnya hehe, dulu semenjak suka ngeblog saya paling malas yang namanya menerima tantangan atau 'challenge' dari komunitas atau blogger lain, namun sekarang saya ingin memperbaiki itu, saya tidak mau jadi blogger malas lagi.

Nah, ceritanya ini adalah challenge pertama dengan tema menyambut tahun baru. Dalam bulan ini kami harus menyelesaikan 10 tema, jangan lupa ikuti terus blog ini yaa ^^

Jadikan pergantian tahun sebagai pembelajaran, bukan ajang hura-hura apalagi bermalas-malasan. Tinggalkan kebiasaan buruk di tahun lalu dan teruslah berproses menjadi lebih baik lagi.

Jangan melihat ke belakang dan kembali pada keburukan, jangan juga jatuh di kesalahan yang sama, dan yang pasti... jangan kau salah menilaiku dengan semua sikap diamku ini, *oh dear ini lirik lagu, wkwk.

Salam hangat, dari perempuan yang setengah jiwanya adalah kata-kata :)

2 comments

  1. Keren bnget yah mba pemerintahnya di sana, itu tandanya sangatlah peduli dengan warganya 😊 semestinya tahun baru dirayakan dengan acara syukuran yng sederhana aja sebagai tanda rasa syukur Karena masih diberikan jatah hidup, tapi yah gitu yah mba, banyak yang berhura-hura sampai2 mengganggu kenyamanan orang lain, apalagi sampai ngadain pesta se*ks gitu 😒 moga2 makin banyak pemerintah yang memberikan himbauan Agar tidak berhura2 dlm menyambut tahun baru. πŸ˜„

    Btw makaish loh kak udah ikut challengenya, happy Blogging 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, karena hura-hura di malam tahun baru itu akan jadi percuma dan sia-sia karena memang tak berfaedah.

      Hehe, sip mbak... Happy Blogging :)

      Delete