Senator: Waspada Hoaks Jelang Pemilu 2019

 
SunfloWords.com - Senator Muda Indonesia menyatakan keprihatinannya atas masih banyaknya hoaks atau berita tidak benar tersebar setiap harinya. Bahkan bila diamati secara seksama, setiap hari terdapat ribuan berita hoaks menghiasi media sosial.

"Rilis resmi dari Polri ada sekitar 3.500 berita yang tersebar setiap hari. Penyebarannya sangat cepat, masif sekali. Ini jangan dibiarkan terus terjadi," kata Senator Riri, Jumat (4/1/2019).

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menjelaskan, berita bohong dapat mengganggu kedaulatan rakyat. Menurutnya, bila setiap pemilih menjatuhkan pilihan karena atas dasar kebohongan sama saja pemilih tidak bebas menentukan pilihannya.

"Keabsahan atau legitimasi Pemilu 2019 bisa rusak karena hoaks. Jadi ini berbahaya. Semua harus bekerjasama untuk meluruskan berita bohong dengan berita jujur," sampai Senator Riri.

Alumni SMA Negeri 6 Kota Bengkulu ini kembali mengajak segenap elemen warga masyarakat melakukan pengecekan dan penyaringan dulu sebelum menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Internet tidak bisa dilarang, tapi gunakan fasilitasnya untuk tujuan positif yang memang mendatangkan kebaikan. Tapi kalau disalahgunakan, dapat memberikan ancaman, khususnya terhadap keutuhan bangsa," tegas Senator Riri.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menambahkan, Pemerintah mesti menegoisasikan potensi disintegrasi bangsa ini kepada penyedia jasa media sosial agar segera mendeteksi dan memblokir seluruh postingan di internet yang tidak sehat.

"Rata-rata pengguna internet jarang sekali membaca informasi dengan lengkap. Mereka yang punya perbedaan politik seringkali menyebarluaskan informasi bohong ini lewat sosial media. Minimal di komentari atau di like dan kemudian postingan itu terdorong ke atas. Akhirnya masalah ini makin ruwet. Ini harus benar-benar diantisipasi," demikian Senator Riri.

Untuk diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) selama Agustus-Desember 2018 berhasil mengidentifikasi sebanyak 62 konten hoax terkait Pemilu 2019 yang dapat merusak proses demokrasi yang tengah berlangsung. [**]

Berikut daftar konten hoaks yang diidentifikasi Kominfo sepanjang Agustus-Desember 2018 (ditampilkan sesuai dengan tulisan dari Kominfo):

Laporan Isu Hoaks Bulan Agustus 2018:
* Dian Sastro dengan tagar ganti presiden
* Voting Online KPU
* Cina minta Jokowi jual Pulau Jawa dan Sumatra
* Banser resmi dukung Prabowo Sandi
* Survei kemenangan Prabowo
* Putusan gugatan MK pada Pilkada Kab. Sampang
* Pernyataan Sandiaga tidak yakin Indonesia raih juara di Asian Games 2018
* Dukungan KH Said Aqil terhadap paslon Prabowo Sandiaga
* Badai pasir terjadi karena spanduk #2019gantipresiden
* Statement Sri Mulyani tantang pembenci Jokowi
* Megawati setuju PKI bangkit

Laporan Isu Hoaks Bulan September 2018:
* Pelaku bom bunuh diri di Surabaya masih hidup dan dukung 2019 ganti presiden
* Mahasiswa Baru UMM Bentuk Formasi "2019 Ganti Presiden"
* Prabowo mempunyai utang sebesar Rp 17 triliun
* TNI foto membentuk angka 2
* PDIP Menerima Kunjungan PKI China
* Jadi inilah sumber perpecahan di dalam gera'an tiganti
* Akhirnya Najwa Shihab Dukung Prabowo-Sandi
* Penambahan angka '0' dalam nomor urut pasangan capres-cawapres dituding akan berpengaruh terhadap hasil penghitungan suara

Laporan Isu Hoaks Bulan Oktober 2018:
* Dukungan GARBI kepada Jokowi
* Ratna Sarumpaet Diancam Pemerintah
* Presiden Pesta untuk menyambut para delegasi IMF di atas penderitaan korban bencana Palu
* Rekening Gendut Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan
* Tulisan tagar 2019 Ganti Presiden di Kaos yang di bawa oleh Khabib Nurmagomedov
* Pemerintah akan segera mengesahkan UU LGBT
* Berita gambar `Pegawai Kemenag Jember yang mengatakan bahwa PA 212 Muak dengan Prabowo
* KH Ma'ruf Amin Mencium Pipi Wanita Bukan Muhrim
* Surat pemanggilan KPK terhadap Kapolri Tito Karnavian
* Kemendagri selundupkan 31 data pemilih baru
* Timses Prabowo Sandi akan adakan CFD membiru pada 28 Oktober 2018
* E-mail skenario Coklat

Laporan Isu Hoaks Bulan November 2018:
* Broadcasting SMS/pesan WA Jokowi membagikan pulsa gratis
* Kejamnya Rezim ini ( pernyataan Presiden Jokowi terhadap 5 Guru Honorer yang meninggal dunia di Istana saat demonstrasi )
* PDIP minta seluruh pesantren ditutup
* Cukong Cina Pendukung Jokowi
* Hoaks Anak DN Aidit Melaporkan Pak Prabowo
* Khofifah Indar Parawansa Masuk Timses Prabowo - Sandi
* Foto seksi Grace Natalie
* Fatwa Haram Memilih PSI untuk Warga Muhammadiyah
* Foto Anggota Polri Siap Dukung Salah Satu Pasangan Capres-Cawapres
* Kelompok Mahasiswa Cipayung Plus Terima Uang dari BIN untuk Tidak Mengkritisi dan Dukung Jokowi -Ma'ruf Amin
* Jokowi dan Megawati Potong Tumpeng di atas Lambang PKI
* Jika Menang, Jokowi Akan Ganti KH Ma'ruf Amin dengan Ahok
* Atas Keinginan Jokowi, China Segera Kirim 3 juta Warganya ke Indonesia

Laporan Isu Hoaks Bulan Desember 2018:
* Foto Prabowo di dinding pemimpin luar negeri
* Puan Maharani buka posko logistik di reuni 212
* "Nusron Wahid: "Kalau Peserta Aksi 212 Lebih dari Seribu Orang Ludahi Muka Saya"
* Karni Ilyas Dipanggil Jokowi Karena TV One Siaran Langsung Reuni Akbar 212
* Surat Presiden Jokowi Meminta Dukungan kepada BUMN untuk Pemenangan Pilpres 2019
* Ma'ruf Amin sakit parah karena terjatuh
* "JK selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI"
* Bupati Cianjur Mengarahkan RT RW Dukung Jokowi
* Ancaman Pembunuhan pada Anggota KPU Jika Tak Menangkan Jokowi di Pilpres 2019
* Puan "Jika Negara Ingin Maju dan berkembang, Pendidikan Agama Islam harus dihapus"
* Haleluya.... mari kita bersholawat kepada Nabi... (Dasar kamprettt..!!!)
* Museum NU di Surabaya Menjadi Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi
* Hoaks Simulasi Orang Gila Dibawa ke TPU
* Hoaks PDIP bikin rusuh di yogyakarta
* Jokowi bagi-bagi uang di Ngawi pada Desember 2018
* Pendatang Cina diberi arahan KPU untuk mencoblos di TPS

No comments