Suka Duka Perempuan Berwatak Plegmatis Melankolis


Ada banyak manusia di dunia ini, oh tentu! Dan ada beragam sifat atau watak juga. Nah, penting untuk mengenali diri sendiri agar lebih paham tentang kelebihan dan kekurangan.

Mengutip dari berbagai sumber, seorang bernama Florence Litteur, penulis buku terlaris mengenai Personality atau kepribadian menjelaskan bahwa ada 4 (empat) pola watak dasar manusia, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis.

Menurut Florence Litteur dalam penelitiannya, ternyata keempat watak itu pada dasarnya dimiliki setiap orang hanya kadarnya saja. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia, satu diantaranya adalah Plegmatis-Melankolis.

Setelah kupelajari dan kupahami lebih dalam, kurang lebih aku adalah perempuan yang berwatak Plegmatis-Melankolis. Berikut penjelasannya.

Plegmatis-Melankolis seperti dilansir dari laman Jadi Berita merupakan seorang yang pembawaannya diam, tenang, tapi ingat semua yang orang katakan, akan ia pikirkan, ia analisa. Lalu saat mengambil keputusan pastilah keputusannya berdasarkan perenungan yang mendalam dan ia pikirkan matang-matang.

Seorang plegmatis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut:

Kekuatan: mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, pendengar yang baik, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat di bidang administrasi, cenderung ingin segalanya terorganisasi, penengah masalah yang baik, cenderung berusaha menemukan cara termudah, baik di bawah tekanan, menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan, humoris, senang melihat dan mengawasi, peduli, serta mudah rukun dan damai.

Kelemahan: cenderung tidak suka perubahan/kegiatan baru, takut dan khawatir, menghindari konflik dan tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar), terlalu pemalu dan pendiam, humor kering dan mengejek (sarkatis), kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan kurang memotivasi diri, lebih suka sebagai penonton daripada terlibat, tidak senang didesak, serta suka menunda-nunda/menggantungkan masalah.

Seorang melankolis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut:

Kekuatan: analitis, mendalam, dan penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, artistik, musikal dan kreatif, sensitif, mau mengorbankan diri dan idealis, standar tinggi dan perfeksionis, senang perincian, tekun, serba tertib dan teratur (rapi), hemat, melihat masalah dan mencari solusi kreatif (sering terlalu kreatif), kalau sudah mulai, dituntaskan, berteman dengan hati-hati, puas di belakang layar, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, serta sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan: cenderung melihat masalah dari sisi negatif, murung dan tertekan, mengingat yang negatif dan pendendam, mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah, lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan, tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah, terlalu menganalisa dan merencanakan, standar tinggi, hidup berdasarkan definisi, sulit bersosialisasi, sensitif terhadap kritik yang menentang dirinya, sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang), serta skeptis terhadap pujian.

Aku tidak sepenuhnya plegmatis, tidak juga sepenuhnya melankolis. Jadi penggabungan keduanya dan ada beberapa kekuatan dan kelemahan di dua tipe tersebut tidak kumiliki.

Menurut teman-teman, aku cukup pengingat dan bisa menjadi pendengar yang baik dan sepertinya memang begitu sebab aku lebih sering menjadi pendengar daripada sosok yang bercerita. Namun kemudian, aku menceritakan sesuatu yang kudengar di tulisan-tulisanku.

Karena hal itu juga banyak teman-teman yang curhat atau berbagi cerita denganku, inilah salah satu enaknya sebab aku bisa tahu banyak hal tanpa mengalaminya.

Buruknya watakku ini adalah keras kepala dan menurut sebagian orang terlalu pendiam (padahal analisa dalam pikiranku sudah seperti agen CIA hahaa). Lalu aku juga bermasalah dengan standar yang tinggi akibat sifat perfeksionis dalam diri.

Pernah beberapa orang melontarkan pertanyaan; kenapa kau begitu pendiam? dan kubalas senyum lalu tidak kujawab karena itu berarti mereka tidak tahu apa-apa tentangku dan aku juga tidak peduli akan hal itu.

Suatu hari nanti kuharap aku juga bisa bertanya; kenapa kau begitu banyak bicara? Suara bisingmu itu membuat telingaku sakit, haha. Bercanda. Aku tak akan mempertanyakan hal itu, karena bagiku pertanyaan semacam itu tidak sopan apalagi baru kenal.

Meskipun begitu, sebagai seorang manusia dengan harga diri yang tinggi aku tergolong sosok yang setia dan menjaga komitmen serta cukup perhatian hingga mendetail. Namun, aku tidak pandai mengungkapkan perasaan (kelemahan melankolis) dan ini 90% benar adanya. Itu berarti aku amat pandai dalam menyembunyikan perasaan dalam-dalam. Suka atau tidaknya aku pada orang lain, tak akan tahu (bener-bener cocok jadi agen CIA wkwk).

Aku juga suka sesuatu yang bersih dan rapi tapi tidak monoton, kalau lagi mager ya jangan ditanya hehee.

Intinya, setiap manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Diciptakan berpasang-pasangan agar bisa saling melengkapi.

Dan oh, aku kagum dengan orang yang pandai bicara di depan khalayak umum, sosok yang manis humoris, pandai bergaul atau orang yang berwatak koleris-sanguinis.


Ingin tahu tentang tipe-tipe selain plegmatis dan melankolis? Berikut penjelasannya.

Seorang sanguinis mempunyai kekuatan dan kelemahan sebagai berikut:

Kekuatan: suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, penuh rasa ingin tahu, hidup di masa sekarang, mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan), berhati tulus, kekanak-kanakan, senang berkumpul (untuk bertemu dan bicara), umumnya hebat di permukaan, mudah berteman dan menyukai orang lain, senang dengan pujian, ingin menjadi perhatian, menyenangkan dan dicemburui orang lain, mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam), mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal yang membosankan, spontanitas, serta seorang yang demonstratif dan emosional.

Kelemahan: suara dan tertawa yang keras, membesar-besarkan suatu hal, susah diam, mudah dikendalikan oleh keadaan/orang lain (suka nge-Gank), sering minta persetujuan, RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek), banyak bicara saat bekerja dan melupakan kewajiban, mudah berubah-ubah, susah tepat waktu jam kantor, prioritas kegiatan kacau, mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas, sering mengambil permasalahan orang lain menjadi seolah-olah masalahnya, egoistis, sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama, serta konsentrasi ke how to spend money? daripada how to earn/save money?

Seorang koleris mempunyai kekuatan dan kelebihan sebagai berkut:


Kekuatan: seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras dalam mencapai sasaran, bebas dan mandiri, suka tantangan, berprinsip Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, solutif, praktis, dan bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas, membuat dan menentukan tujuan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya punya visi, serta unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan: tidak sabar dan cepat marah, senang memerintah, susah sedikit santai, menyukai kontroversi dan pertengkaran, terlalu kaku dan keras, tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik, serta tidak suka yang bertele-tele, keputusan sering tergesa-gesa, banyak tuntutan pada orang lain, cenderung memperalat orang lain, menghalalkan segala cara demi tujuan, gila kerja, sulit minta maaf, mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

Nah, itulah empat tipe kepribadian manusia menurut Florence Litteur dalam penelitiannya. Bagaimana denganmu teman? Termasuk tipe yang mana?

4 comments

  1. Cocok banget yah org melankolis paduan plegma jadi CIA, tp Q Puny teman melankolis sdkt susah move on kalau lg Ad masalah dan gk mau cerita mendam sendiri jd kadang gak tau harus diapain �� tp aq suka temen yng Melankolis bisa mengimbangi sisi koleris-sanguins saya yg jujur kuakui mmg tergesa2 ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau susah move on itu kayaknya tergantung masalahnya mbak hehe kalau habis traveling saya juga susah move on. Dan iya, emang lebih banyak masalah dipendam sendiri, rata2 teman saya juga koleris-sanguinis pd tergesa-gesa, pelupa, dll, :D

      Delete
  2. Kita samaan mbak, Plegmatis-Melankolis. Bener-bener cocok jadi agen CIA, jangan meremehkan analisa dan pengawasaan kita. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha sama kita yaa, pasti tim yang kompak kalo jadi agen rahasia wkwk

      Delete