Perempuan Harus Bisa Buktikan Statusnya Sebagai Tiang Negara

SunfloWords.com - Hari ini, 8 Maret 2019, seluruh perempuan di seluruh penjuru dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day (IWD). Peringatan yang berangkat dari peristiwa terjadinya revolusi terbesar di abad ke-20 yang digalang oleh kaum perempuan Rusia ini merupakan tugu peringatan bahwa kaum hawa memiliki peran yang begitu besar dalam kehidupan.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, Hari Perempuan Sedunia selalu menarik untuk diperingati untuk menyegarkan ingatan akan kemenangan politik perempuan dari belenggu sosial, ekonomi, dan budaya.

"Ini menjadi momentum dalam Pemilu 2019 ini perempuan harus bisa membuktikan statusnya sebagai tiang negara. Kehadiran perempuan dalam Pemilu 2019 bukan sebagai pelengkap untuk memenuhi persyaratan Undang-Undang, tapi untuk ikut serta mewakili suara kaumnya agar bisa terlibat mengambil keputusan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Riri Damayanti kepada wartawan, Jumat (8/3/2019).

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini menegaskan, meski perempuan secara formal telah diakui eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun pada kenyataannya masih banyak ketimpangan dan diskriminasi yang dialami oleh kaum perempuan.

"Kasus kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat dan korban terbesarnya adalah perempuan dan anak-anak. Ironisnya, sampai sekarang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual belum juga disahkan. Padahal kekhawatiran semakin banyaknya jatuh korban semakin meluas," ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana BKKBN Provinsi Bengkulu memberikan contoh terhadap berbagai kasus pembunuhan istri dan anak-anak oleh orang-orang yang justru merupakan keluarga terdekat dari para korban seperti suami, ayah atau kelompok keluarga lainnya di Bengkulu.

"Berbagai persoalan inilah yang menuntut hadirnya lebih banyak perempuan sebagai pengambil kebijakan agar kekuasaan bisa lebih sensitif, peka dan berpihak pada perempuan. Pemilu 2019 harus jadi momentum untuk seluruh perempuan meraih kemenangan politik dan menyelesaikan tugas-tugas yang belum tuntas," demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, dari catatan tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang diterbitkan pada 6 Maret 2019, pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2018 meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya menjadi 406.178 kasus dari 348.466 kasus.

Kasus tersebut didominasi oleh kekerasan di ranah privat atau personal yang artinya pelaku memiliki hubungan darah, kekerabatan, perkawinan, maupun relasi intim lain atau pacaran dengan korban. Jumlah kasus itu bisa jadi lebih besar karena kekerasan yang terjadi di ranah personal ini kerap dianggap sebagai aib, memalukan, dan privasi sehingga justru disembunyikan dan korban/keluarga enggan melaporkan.

Korban yang mengalami kekerasan di wilayah personal pun sering harus menghadapi  penghakiman publik dianggap perempuan/anak tidak baik-baik, nakal, berpakaian tidak sopan, kurang pendidikan agama, dan daftar panjang stereotipe negatif lainnya. [**]

3 comments

  1. Dampak dari pola pikir budaya patriarki :(

    ReplyDelete
  2. Saya baru tau kalo ada hari perempuan...:(
    Mirip-mirip hari kartini sepertinya

    ReplyDelete
  3. Fakta Anda Alami Kekalahan Waktu Main Poker Online



    * Salah Waktu Pilih Meja

    Beberapa penggemar judi poker online anda yang mempunyai potensi hebat dalam bermain poker online atau memiliki taktik. Janganlah begitu meyakini anda dapat mencetak kemenangan waktu bermain. Sebab bila anda cuma memercayakan potensi serta taktik untuk bermain judi poker online saja itu salah. Oleh karenanya, anda harus juga dapat memerhatikan meja waktu ingin bermain judi poker online. Untuk pilih meja yang akan anda mainkan itu begitu lah terpenting. Sebab, bila kita salah tempati meja kita juga dapat di taklukkan oleh player lainnya. Sebab player yang berada di dalam meja dapat membaca style serta langkah permainan kita. Jadi itu sebelum kita siap untuk bermain cari meja yang menurut anda pas untuk di menempati waktu ingin berlaga dalam bermain judi poker online.




    * Melupakan Batas Waktu Bermain

    Banyak beberapa hal terpenting yang seringkali di lupakan oleh beberapa player atau pemain yang suka bermain judi poker online. Hal itu ialah seringkali nya melupakan batas waktu waktu kita bermain judi poker online. Memang, Saat kita menang banyak, Kita akan melupakan batas waktu untuk bermain. Sebab kita tengah dalam tempat menang, tapi itu salah malah kita mesti dapat memiliki batas waktu untuk bermain meskipun kita menang atau kalah waktu bermain. Oleh karenanya perihal yang akan membuat anda dapat kalah banyak ialah melupakan batas waktu bermain, serta kami anjurkan supaya anda yang ingin bermain judi poker online sebelum bermain mesti memiliki ketentuan waktu yang perlu di batasi supaya tidak alami kekalahan dalam permainan judi poker online. Fakta Anda Alami Kekalahan Waktu Main Poker Online.


    Silahkan add kontak kami bosku ^^

    WA : 081333366766
    BBM : indkartu
    LINE : indokartu


    poker online uang asli terbaru

    ReplyDelete