Sayang Anak Istri, Sang Ayah Berhenti Merokok dan Berhasil Menabung untuk Liburan Keluarga

Tentu kita tahu, bahwa kebiasaan merokok adalah kebiasaan buruk, bukan hanya bagi ‘kantong’ tapi juga bagi kesehatan paru-paru.

Namun, meski banyak diiklankan bahaya merokok bagi kesehatan paru-paru, tetap saja masih banyak orang yang mengisapnya.

Daripada menghabiskan uang untuk ‘membunuh’ paru-parunya ini, seorang pria memutuskan untuk menabung sebagai hadiah dan membuat kenangan bersama keluarganya.

Melansir Intisari.grid.id, Seorang lelaki yang sudah menikah di Taiwan baru-baru ini membagikan ceritanya untuk berhenti merokok di Facebook dan warganet menjulukinya sebagai suami terbaik yang pernah ada.

Pada hari kelahiran anak pertamanya, lelaki itu memutuskan untuk tidak menyentuh rokok lagi karena dia ingin memberikan lingkungan yang sehat dan kondusif untuk bayinya.

Belum lagi, dia ingin menjadi panutan yang layak untuk dijunjung tinggi oleh anaknya.

“Saya akan menghemat semua uang biasanya aku gunakan untuk membeli rokok. Setiap kali ketika kecanduan mulai, saya akan menyimpan NT $ 50 (sekitar Rp20 ribu). Sekarang, saya biasanya menyimpan NT $ 50 setiap kali saya mendapatkannya,” kata sang ayah, melansir World of Buzz.

Seperti yang dapat Anda lihat dari foto-foto ini, meja itu penuh dengan koin NT $ 50 yang disimpan dalam setahun dan warganet memperkirakan bahwa koin-koin tersebut bernilai lebih dari NT $ 60.000 (sekitar Rp27,2 juta)!

Setelah tetap bebas rokok selama beberapa waktu, ia memperhatikan perubahan positif dalam kesehatannya dan bahkan berencana menggunakan uang itu untuk membawa istri dan anaknya berlibur.

Dia menambahkan bahwa dia masih akan menghentikan kebiasaan itu karena menurutnya kesehatan tidak ternilai harganya.

Setiap satu puntung rokok memang sangat membahayakan.

Melansir Kompas.com, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal, Rabu (24/1/2018) lalu menegaskan, perokok yang menghisap satu batang rokok setiap hari memiliki risiko terserang penyakit kardiovaskuler yang setara dengan perokok yang menghisap setengah bungkus rokok per hari.

Para peneliti menegaskan bahwa perokok yang menghabiskan satu sampai lima batang rokok per hari memiliki risiko penyakit kardiovaskuler yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Untuk menguji dugaan ini, tim yang dipimpin oleh Profesor Allan Hackshaw dari UCL Cancer Institute di University College London menganalisis hasil 141 studi tentang bahaya rokok.

Hackshaw dan timnya ingin membandingkan risiko penyakit saat seseorang merokok satu, lima, atau 20 batang per hari.

Dalam abstrak kesimpulan di jurnal, mereka mengungkapkan bahwa merokok hanya satu batang per hari pun dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan stroke yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya, yakni sekitar setengah dari orang yang merokok 20 batang per hari.

"Kami telah menunjukkan bahwa sebagian besar risiko penyakit jantung koroner dan stroke terjadi pada mereka yang menghisap rokok beberapa batang saja dalam sehari," kata peneliti, dikutip dari Eurekalert.

Analisis mereka juga menunjukkan bahwa kebiasaan merokok 20 batang setiap hari akan memicu tujuh serangan jantung atau stroke.

Namun, kalaupun mereka secara drastis mengurangi satu batang setiap hari, itu masih akan memicu risiko mengalami tiga serangan jantung.

2 comments

  1. Pria yang baik.
    Sayangnya tidak banyak perokok yang memiliki pola pikir seperti demikian.

    Btw, artikel yang menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, terimakasih sudah mampir :)
      Iya, tidak semua perokok memiliki pemikiran demikian, karena itu harus selalu diingatkan :)

      Delete