Bullying, Pentingnya Peran Orangtua dalam Mendampingi Anak

ilustrasi
Kemarin saya berniat istirahat sejenak dari dunia per-blog-an ini, mengingat aktivitas lainnya sangat menyita tenaga dan waktu serta pikiran. Tapi, baru-baru ini terjadi kasus yang membuat saya geram dan akhirnya memutuskan untuk menulis kembali. Setidaknya untuk saat ini.

Hastag #JusticeForAudrey menjadi trending topik. Audrey, siswi SMP di Pontianak itu menjadi korban perundungan atau yang terkenal dengan sebutan bullying. Mirisnya, dia dikeroyok siswi SMA berjumlah 12 orang.

Dari informasi yang dihimpun Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kalimantan Barat, kejadian ini bermula dari saling komentar di media sosial.

Audrey (AU) sejatinya bukanlah target utama dari 12 pelaku, tapi kakak sepupu korban.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar pelaku penganiayaan ini," kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu dilansir TribunPontianak.

Namun antara pelaku dan korban saling berbalas komentar di media sosial. Hingga akhirnya pelaku merencanakan penjemputan dan penganiayaan terhadap korban.

Aksi pengeroyokan itu terbilang sadis. Beruntung, aksi brutal itu terlihat warga, yang bergegas melerai. Korban kemudian melapor ke Polresta Pontianak.

"Korban pengeroyokan masih dirawat di rumah sakit di Pontianak," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli dilansir Merdeka.com, Selasa (9/4/2019).

Pengeroyokan itu terjadi Jumat 29 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Korban yang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya yang juga usia ABG. Ada empat remaja perempuan sedang mengikuti saat itu.

Tiba di rumah sepupu, korban lantas dibonceng saudaranya itu. Belakangan di tengah jalan, korban dihampiri terduga pelaku, meminta sang sepupu mengarahkan motor ke kawasan Jalan Sulawesi. Korban pun tiba di belakang sebuah bangunan.

"Ada sejumlah remaja perempuan yang sudah menunggu. Seorang di antaranya langsung menyiramkan air ke korban, dan menarik rambut, lalu kemudian menendang korban," ujar Husni.

Husni mengungkapkan, meski korban terjatuh, terduga pelaku menginjak perut korban, dan membenturkan kepalanya ke jalan yang ada bebatuan. "Korban dan sepupunya, sempat lari," ucap dia.

Meski coba kabur, korban pun dikejar pelaku. Saat korban turun dari motor, korban kemudian diperlihatkan isi chat dari aplikasi pesan instan. "Tapi korban terus dianiaya, hingga ada warga melintas, pelaku kabur," terang Husni.

Dalam laporannya, ada tiga remaja perempuan terduga pengeroyok dilaporkan oleh korban.

Akibat penganiayaan tersebut, kepala Audrey ini diduga dibenturkan ke aspal dan trauma bagian dada.

Tak hanya itu, bahkan salah seorang pelaku ini merusak organ intim korban agar tidak perawan lagi.

Bukan hanya saya, tapi jutaan orang pun geram dengan perilaku remaja seperti itu. Miris dengan anak-anak muda sekarang ini, apalagi masalahnya hanya cowok dan berbalas komentar di media sosial. Hingga berujung pengeroyokan.

DIMANA PERAN ORANGTUA PARA PELAKU???

Orangtua pelaku gagal mendidik anaknya, gagal memberikan perhatian pada anaknya, gagal dalam membimbing anaknya, gagal, gagal, dan gagal.

Ini bukan hanya duka satu atau dua orang saja, tetapi duka kita semua apalagi para orangtua. Hendaknya berkaca dari masalah ini bahwa peran orangtua sangat berpengaruh untuk tumbuh kembang anak, termasuk mengontrolnya di media sosial dan mengajarkan tatakrama dan sopan santun serta kasih sayang dalam pergaulan antar sesama.

Saya benar-benar mengutuk tindakan para pelaku, dan mengutuk para orangtuanya yang abai terhadap anak-anak mereka. Para orangtua yang abai hanya akan menciptakan anak-anak bejat yang mentah-mentah menolak kebaikan. Jadi, untuk para orangtua periksa lagi rumah tanggamu, perhatikan anak-anak dan ketahui semuanya tentang mereka. Karena yang diinginkan anak-anak adalah perhatian yang utuh, dan bimbingan yang sempurna.

*** Ini nasihat untukku, untukmu, dan untuk kita semua.

1 comment

  1. Soal itu, ada perkembangan selanjutnya, saya belum tahu apa. Cuma saya menyesalkan rindakan kekerasan macam perisakan (bullying), hal demikian mestinya tak perlu terjadi jika orang tua tegas pada anak untuk menanamkan nilai budi pekerti sejak dini di rumah. Sayangnya hal demikian kerap tak semua orang tua lakukan dengan beragam alasan. sehingga anak-anak tumbuh dengan kontrol sosial yang buruk.

    ReplyDelete