Manfaat Jet Lag Bagi Kerja Otak

source: nytimes.com
Kalian yang sering bepergian dengan pesawat melintasi antarbenua, pasti mengalami apa yang disebut jet lag atau masalah tidur.

Ini adalah rasa kantuk akan datang di siang hari, sementara di malam hari mata tetap terjaga hingga dini hari. Rasanya menyebalkan tentu saja.

Tapi siapa sangka, jet lag punya dampak positif.  Profesor Ravi Allada dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat mengungkap kalau jet lag bisa jadi salah satu pertahanan tubuh untuk menjaga kerja otak.
 
Melansir Grid Health, dia melakukan penelitian terhadap lalat buah yang memiliki penyakit Huntington, yaitu penyakit yang merusak kerja otak dan lebih parah dari Parkinson.

"Normalnya lalat buah bangun dan tidur selama siklus 24 jam. Pada lalat dengan Huntington tak ada ritme khusus. Lalat bangun dan tidur sepanjang waktu," ungkap Allada seperti dikutip dari iflscience.com.

Allada menempatkan lalat dengan gen penyakit Huntington di kandang dengan lampu menyala dan mati selama siklus 20 jam.

Ia lalu membuat para lalat tersebut mengalami jet lag permanen. Lalat lain yang normal dibuat mengikuti pengaturan jam sirkadian.

Hasilnya, bukan membuat lalat dengan Huntington lebih buruk, rupanya kedua lalat mengalami perlindungan parsial.

Sel pada otak lalat ternyata mengakumulasi lebih sedikit protein yang terkait dengan penyakit Huntington dan neuron mereka hidup lebih lama.

"Berlawanan dengan intuisi, hasilnya menunjukkan bahwa sedikit  stres baik bagi kerja otak lalat dan tampaknya jadi pelindung saraf," ujar Allada.

Allada mengakui, kondisi lalat dan manusia jauh berbeda. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek jet lag pada manusia.

Tapi penelitian ini bisa jadi awal teori kalau jet lag tak selalu berdampak negatif, terutama pada kerja otak.

No comments