Hari Maritim Nasional, Senator: Optimalkan Potensi Laut

SunfloWords.com - Tepat pada tanggal 21 Agustus diperingati sebagai hari Maritim Nasional oleh pemerintah Indonesia. 4 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, kekuatan angkatan laut Republik Indonesia berhasil mengambil alih kekuasan militer laut Jepang.

Laut adalah masa depan bangsa. Agar suatu bangsa dapat berkembang maju, kelautan dan perikanan bangsa itu harus mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional. Diketahui, hampir 75 persen wilayah Indonesia berupa laut yang memiliki kekayaan melimpah.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan bahwa kesejahteraan sulit untuk terwujud bilamana Pemerintah Daerah mengabaikan aspek kedaulatan dan keberlanjutan dalam melakukan eksplorasi terhadap seluruh potensi sumber daya laut yang ada di Bengkulu.

“Pada kurun waktu 12 tahun terakhir, banyak mata pencaharian nelayan yang hilang. Bila dalam pendataan tahun 2003 jumlah rumah tangga di Indonesia yang menjadi nelayan mencapai 1,6 juta orang, pada tahun 2013 ini hanya tersisa sebanyak 868 ribu saja. Ini akan memberikan dampak buruk kepada Indonesia, termasuk Bengkulu,” kata Riri Damayanti, Rabu (21/8/2019).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menjelaskan hampir 9 juta anak Indonesia di bawah 5 tahun terlalu pendek untuk usianya karena kurangnya mengkonsumsi gizi yang terkandung di dalam ikan. Makanya baginya, upaya-upaya untuk kembali mengoptimalkan potensi-potensi laut harus segera dilaksanakan dengan prinsip-prinsip kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini telah berupaya adanya ekspansi program Gerai Maritim yang disinergikan dengan Tol Laut. Hal ini tentu harapannya dapat terlaksana dengan baik," kata Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini juga mengatakan dengan adanya tol laut maka produk lokal mempunyai daya saing yang tentu akan meningkatkan pendapatan.

"Produk-produk lokal kita harus miliki daya saing dan penguatan komoditas. Harapannya jalur distribusi dan pasarnya yang tersedia dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Riri Damayanti.

Secara geografis, Kota Bengkulu terletak di kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Kota ini memiliki luas wilayah 144,52 km² dengan ketinggian rata-rata kurang dari 500 meter. Sebagai daerah yang berada di pesisiran, Kota Bengkulu tidak memiliki wilayah yang berjarak lebih dari 30 km dari pesisir pantai.

Kota ini dilayani oleh Pelabuhan Pulau Baai yang merupakan pelabuhan samudera satu-satunya di Provinsi Bengkulu. Selain wilayah yang berada di daratan Sumatera, Kota Bengkulu juga membawahi sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Tikus. [**]

No comments