BJ Habibie Sebagai Bapak Teknologi Indonesia dan Pesannya untuk Generasi Muda

BJ Habibie
Hari ini Indonesia sedang berduka, pasalnya Bapak Teknologi yakni Presiden Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia, Rabu, 11 September 2019.

Kabar meninggalnya BJ Habibie ini disampaikan cucu keponakannya, Melanie Subono lewat akun instagramnya.

Lalu adapun menurut Putera Kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya meninggal pukul 18.05 WIB. Ia menyebut penyebabnya adalah faktor usia.

Ia menyebut faktor lainnya adalah karena jantung yang sudah melemah. Ia mengapresiasi dokter yang sudah berusaha semampunya untuk menyembuhkan Habibie.

Melansir Tempo.com, BJ Habibie, dalam buku biografi yang berjudul The True Life of B.J. Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

A. Makmur Makka menuliskan bahwa pemikiran-pemikiran Habibie yang high-tech mendapatkan respon baik dari Presiden ke-2 Soeharto.

Bisa dikatakan bahwa Soeharto mengagumi pemikiran Habibie, sehingga pemikirannya dengan mudah disetujui pak Harto. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. Nurtanio merupakan Bapak Perintis Industri Pesawat Indonesia.

Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985, sebelum direstrukturisasi menjadi PT Dirgantara Indonesia  pada Agustus 2000.

BJ Habibie kemudian menjadi Menteri Riset dan Teknologi selama tiga periode dari 1983-1998, sebelum menjadi Wakil Presiden pada 1998 sampai terjadi Reformasi yang melengserkan Soeharto sebagai presiden. Habibie kemudian menggantikan sebagai Presiden sampai Pemilu 1999.

Atas prakarsa Habibie, dibentuk PT Industri Strategis yang menjadi induk sejumlah persero termasuk IPTN,  PT PAL dan PT PINDAD.

Sejak pendirian industri-industri statregis Negara, setiap tahun pada saat pemerintah Soeharto menganggarkan dana APBN yang cukup besar untuk mengembangkan industri teknologi tinggi. Anggaran yang sangat besar dikeluarkan sejak 1989 saat Habibie memimpin industri-industri strategis.

Namun, Habibie memiliki alasan logis untuk memulai industri berteknologi tinggi, yang membutuhkan investasi besar dengan jangka panjang. Hasilnya tidak mungkin dirasakan langsung. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun industri strategis Habibie belum menunjukkan hasil dan akibatnya negara terus membiayai operasi industri-industri strategis yang besar.

Industri-industri strategis Habibie (IPTN, Pindad, PAL) pada akhirnya memberikan hasil seperti pesawat terbang, helikopter, senjata, kapal, dan kemampuan pelatihan. Serta jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat, amunisi, kapal, tank, panser, senapan kaliber, water canon, kendaraan RPP-M, kendaraan combat dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer.

Untuk skala internasional, BJ Habibie terlibat berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat berteknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, suami Ainun ini secara tidak langsung ikut terlibat proyek perhitungan dan desain Helikopter Jenis BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.

Karena pemikirannya itu, Habibie dianggap sebagai Bapak Teknologi Indonesia, terlepas dari seberapa besar kesuksesan industri strategis Habibie. Pada 1992, IMF menginstruksikan Soeharto agar tidak memberikan dana operasi kepada IPTN, sehingga mulai memasuki kondisi kritis.

Kabarnya, hal ini dikarenakan rencana Habibie membuat satelit sendiri. Pada 1970-an Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 pemakaian satelit, pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Hal ini didukung dengan 40 orang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi di Indonesia.

BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936, ini meninggalkan dua anak, yakni Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Dalam beberapa hari terakhir Habibie menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.


Selamat jalan Pak Habibie, namamu abadi terkenang di negeri ini. Melansir Idntimes.com, dalam mengenang masa muda beliau yang jenius nan sederhana, berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang Habibie.

1. Habibie muda memiliki kecerdasaan luar biasa. Kala berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Habibie mendapatkan beasiswa kuliah di Aachen, Jerman. Di sana ia memperoleh gelar diploma dengan predikat cumlaude pada 1960.

2. Habibie mengakui pernah beberapa kali berkencan dengan dengan wanita Jerman sebelum akhirnya melabuhkan hati pada Ainun. Keduanya pun menikah dan dikarunia dua anak yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

3. Kegeniusan Habibie memang tak dapat terbantahkan. Saat bekerja sebagai insinyur di Jerman, beliau menemukan teori untuk menghitung keretakan hingga pada tingkatan atom material untuk konstruksi pesawat.

4. BJ Habibie tercatat pernah menjadi presiden PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Ia berhasil menciptakan pesawat pertama buatan Indonesia yang dinamai N250 Gatotkaca.

5. Rumus Faktor Habibie membuat beliau mendapatkan sejumlah penghargaan, yakni Edward Warner Award dan Award von Karman, yang setara dengan hadiah Nobel.

6. BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Ia anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie, yang dikenal sebagai seorang ahli pertanian dari Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

Dan untuk para pemuda, millennials atau kids jaman now, BJ Habibie juga pernah menitipkan beberapa pesan lewat video Catatan Najwa.

Video bertajuk 'Eyang Habibie Menjawab Soal Kids Zaman Now' yang tayang dalam akun YouTube Najwa Shihab itu merupakan hasil kerja sama antara Narasi dan IDN Times.

1. Menjadi unggul dalam bidang masing-masing
"Harus berusaha agar supaya menjadi unggul dalam bidangnya masing-masing," kata Habibie dalam tayangan yang diunggah pada Desember 2017 itu.

2. Kids zaman now harus bisa berkolaborasi
"Harus bisa bekerja sama dalam satu tim," kata Habibie. "Pertama Anda unggul dalam bidang masing-masing tapi dengan satu tim sebagai satu tim itu yang unggul dalam segala bidang," kata dia lagi.

3. Menjadi pribadi yang transparan
enurutnya bekerja dengan collaborative bersama-sama dalam satu tim memerlukan keterbukaan dan transparansi yang baik agar dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik.

4. Jangan main games terus
"Jangan habiskan waktu dengan main games," kata Habibie. "Habiskan waktu dengan membaca terhadap sesuatu yang Anda tekuni dan sukai," lanjut dia.

5. Jangan lepaskan budayamu
Kids zaman now diharapkan Habibie dapat menjadi andalan tidak hanya bagi keluarga namun juga bagi bangsa dan negara.

Salah satu cara yang menurut Habibie dapat dilakukan oleh kids zaman now adalah tetap melestarikan budaya Indonesia yang didapat dari keluarga dan agama.

Nah teman, pesan-pesan Presiden ke-3 RI tersebut haruslah kita ingat baik-baik. Agar kita dapat meneruskan impian beliau untuk Indonesia.

Selamat jalan Pak Habibie, doa kami menyertai. Selamat jalan Pak Habibie, selamat melepas rindu pada kekasih hati.

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia