Jangan Membandingkan Pasangan dengan Mantanmu, Ini Dampak Negatifnya!

sumber gambar: pinterest
Hayo, siapa di sini yang punya pasangan dan mantan tapi sering membandingkan keduanya?

Wah...
Jangan sampai deh kalian melakukan itu. Bahaya untuk hubungan kalian dan ada beberapa dampak negatifnya seperti penjelasan yang dilansir dari hellosehat.com berikut ini.

Sadar ataupun tidak, kamu mungkin pernah membandingkan pasangan kamu saat ini dengan mantan terdahulu. Ini merupakan suatu hal yang lumrah, tapi bisa menjadi masalah bila kamu jadi bertanya-tanya mengenai perasaan kamu saat ini.

Kenangan bersama mantan tentunya akan menimbulkan rasa bahagia, sebab kamu pernah begitu dekat. Namun, ada dampak negatif yang dapat muncul jika kamu terus-menerus larut dalam kenangan tersebut, bahkan membandingkannya dengan pasangan kamu.

1. Menimbulkan emosi negatif dalam hubungan

Tanpa membandingkan pun, kebanyakan orang akan mudah merasa cemburu ketika pasangannya terlalu sering bercerita tentang mantan kekasihnya. Ini bukanlah awal yang baik, sebab rasa cemburu merupakan akar dari segala konflik.

Selain menyebabkan cemburu, perilaku tersebut juga dapat memicu rasa bersalah pada diri pasangan.

Pasalnya, ia merasa belum memberikan yang terbaik untuk kamu. Perasaan ini  lambat laun dapat berubah menjadi emosi negatif, seperti stres, yang berkepanjangan.

2. Memicu perselisihan

Saat membandingkan pasangan dengan mantan kekasih, pasangan kamu dapat melihatnya sebagai ancaman dalam hubungan. Akibatnya, kamu lebih rentan mengalami pertengkaran.

Perselisihan yang tidak terselesaikan bisa menjadi berlarut-larut. Kamu pun semakin melihat pasangan sebagai sosok yang buruk. Alih-alih terselesaikan, perselisihan justru mengarah pada masalah baru.

3. Membuat kamu merahasiakan banyak hal dari pasangan

Beberapa orang yang sering membandingkan pasangannya dengan mantan kekasih, biasanya cenderung masih menjalin kontak dengan sang mantan. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah jika dilakukan sewajarnya.

Namun, rasa cemburu dan konflik bisa saja membuat kamu harus berhubungan rahasia dengan mantan. Walaupun tujuan kamu adalah untuk mengurangi konflik, hal ini justru membuat kamu merahasiakan banyak hal dari pasangan yang dapat berujung pada konflik yang lebih besar.

Sebaiknya, jangan membandingkan pasangan dengan mantan

Setiap kali kamu mulai membandingkan pasangan, cobalah ingat kembali dan syukuri apa saja yang kamu sukai darinya. Rasa bersyukur dapat memperdalam suatu hubungan dan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik.

Kamu dan pasangan sama-sama memiliki kekurangan. Saat kekurangan tersebut menimbulkan konflik, solusinya bukanlah mengubah satu sama lain, melainkan saling mengelola emosi sambil berbicara dari hati ke hati.

Hubungan yang sehat berisikan pasangan yang saling positif satu sama lain. Saat kamu menunjukkan sikap positif, pasangan pun akan berlaku demikian.

Namun, kamu pun berhak menarik diri jika pasangan kamu jelas melakukan perilaku abusif atau kekerasan.

Contoh paling mudah dari perilaku positif misalnya memuji pasangan saat ia melakukan suatu hal yang baik atau memberikan dukungan saat ia hendak melakukan sesuatu.

Kamu pun bisa memberikan hadiah kecil sebagai pengingat akan momen penting.

Sentuhan fisik pun tidak kalah penting. Sesekali, cobalah memeluk, menggenggam tangan, membelai rambut, atau melakukan interaksi fisik lain yang meningkatkan keintiman dan kedekatan emosional.

Selalu ada cara untuk berhenti membandingkan pasangan dengan mantan. Kuncinya adalah memahami bahwa pasangan dan mantan kamu bukanlah orang yang sama. kamu pun tidak dapat menuntut sebaliknya.

Keduanya telah memberikan pengaruh, pengalaman, dan rasa bahagia yang berbeda. Cara mereka menunjukkan kasih sayangnya juga berbeda. Jadi, tidak ada keuntungan yang bisa didapatkan dari membandingkan keduanya.

No comments