Percepatan Pembangunan Infrastruktur Patut Diapresiasi


SunfloWords.com - Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur untuk memperkuat pondasi pembangunan yang berkualitas, sebagaimana akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu di tahun 2020 patut diapresiasi.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengungkapkan, pembangunan infrastruktur tersebut bukan hanya pada bidang jalan dan jembatan.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI ini menerangkan, terdapat empat portofolio pembangunan infrastruktur di Indonesia, yakni infrastruktur itu dikembangkan pada bidang konektivitas, sistem, logistik dan tataruang.

“Lalu infrastruktur pertambangan dan energi, infrastruktur pelayaran, perikanan dan pariwisata, serta industri penunjang infrastruktur. Percepatan infrastruktur tersebut masuk dalam salah satu tiga pilar percepatan selain percepatan pembangunan manusia dan percepatan kebijakan deregulasi ekonomi,” kata Riri Damayanti, Kamis (14/11/2019).

Wujud konkret program tersebut dalam bidang efisiensi biaya logistik adalah tol laut, dry port dan enclave sipil selatan Java. Sementara pada bidang pariwisata prioritas diarahkan ke Danau Toba dan Borobudur. Bengkulu harus bekerja lebih ekstra lagi agar ke depan kucuran anggaran tersebut dapat dinikmati oleh provinsi timur di barat Indonesia itu.

“Termasuk dalam bidang industri penunjang infrastruktur seperti industri galangan kapal, sebagian besar dikucurkan di wilayah Batam. Namun dalam bidang kerjasama pembangunan 243 proyek dan 2 program dengan total investasi US$ 305 miliar, wilayah Sumatera akan mendapatkan 61 proyek dengan total US$ 44 miliar terdiri dari jalan, bendungan, pelabuhan, bandara, smelter, energi dan lain-lain,” ungkapnya.

Kepada Pemerintah Daerah di Bengkulu, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini menganjurkan adanya koordinasi dan sinkronisasi program listrik 35,000 MW di Kementerian dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ada di Kementerian.

“Meski tidak diprioritaskan ke Bengkulu, namun program tersebut sangat dibutuhkan oleh warga Bengkulu dan bisa dilaksanakan dengan model kerjasama antar Pemerintah Daerah,” demikian Riri.

Sementara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, alokasi dana dari pemerintah pusat akan digunakan dengan maksimal. Hal ini demi keberlanjutan proses pembangunan di Provinsi Bengkulu. Ia memastikan, pemerataan pembangunan di daerah yang dipimpinnya, akan dilakukan dengan baik.

“Berapapun besaran DIPA Provinsi Bengkulu tahun 2020, tidak akan menjadi kendala. Sesuai instruksi Presiden Jokowi, kepala daerah harus melaksanakan program kerja secara nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat,” ujar Rohidin. [**]

No comments