Berhentilah Menyalahkan Diri Sendiri, Kesehatan Mentalmu Bisa Terganggu

sumber gambar: whatidsay.com
Ada banyak keadaan yang membuat kita bisa menyalahkan diri sendiri. Entah itu karena kegagalan yang kita alami, tidak bisa mencapai sesuatu, membuat orang lain sedih, dan lain sebagainya.

Menyalahkan diri sendiri secara terus menerus tidak baik bagi kesehatan mental, jadi mulailah untuk berdamai dengan keadaan dan berdamai dengan diri sendiri. Hal yang perlu disadari adalah bahwa diri sudah berusaha semaksimal mungkin.

Melansir klikdokter dari Psychology Today, menyalahkan diri sendiri atau self-blame adalah bentuk perlakuan yang paling kejam terhadap emosi kita sendiri. Kondisi ini membuat kita fokus memperkuat kekurangan. Baik kekurangan yang sebenarnya terjadi atau hanya imajinasi.

Seringkali kita menyalahkan diri sendiri karena berpikir hal yang sudah dilakukan itu salah. Bisa juga karena berpikir kita adalah orang jahat yang pantas disalahkan. Sayangnya, proses menyalahkan diri sendiri akan menyebabkan diri makin merasa bersalah, mudah cemas, depresi, kesepian, hingga menjadi pasif.

Biasanya, kita sering mendengar pelajaran mengenai cinta kasih dalam berbagai agama, tradisi, dan komunitas. Kita pun selalu berusaha memberikan dan menyebarkan cinta kasih ke orang lain. Namun, sayangnya gagal dan lupa mencintai diri sendiri. Hal ini terlihat dari kebiasaan menyalahkan diri sendiri.

Salah satu faktor utama menyebabkan hilangnya rasa cinta terhadap diri sendiri adalah lupa memanusiakan diri sendiri. Pada faktanya, kita adalah manusia yang tidak sempurna dan dapat melakukan kesalahan. Sayangnya, kita fokus untuk menjadi sempurna dan mencari kesempurnaan.

Ketika merasa diri sendiri atau lingkungan di sekitar tidak memenuhi harapan kesempurnaan yang ideal, sering menganggapnya sebagai kesalahan atau tanggung jawab diri. Padahal pada kenyataannya, kita tak perlu sendirian menanggung hal tersebut.

Sebenarnya, kegagalan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kekurangan dan tanggung jawab yang harus dikoreksi. Pikiran negatif dan kesedihan karena kegagalan tersebut membuat kita berubah menjadi menyalahkan diri sendiri. Di sinilah, gangguan mental terbentuk dan membuat kesehatan mental menurun.
  
sumber gambar: isaw.company
Kita harus dapat berhenti menyalahkan diri sendiri dan memikul tanggung jawab orang lain. Sering menyalahkan diri sendiri akan menyulitkan dalam memulai sesuatu yang baru. Tentunya, ini akan membuat kita terjebak dalam pikiran negatif di masa lalu. Kita tak akan mau keluar dari zona nyaman dan tidak berkembang.

Menyalahkan diri sendiri dapat berujung membuat kita merasa malu. Sedangkan memikul tanggung jawab orang lain, dapat membuat kita tidak berkembang. Seharusnya, tanggung jawab bersama dibebani secara merata sehingga bisa saling belajar terhadap kesalahan dan mengembangkannya.

Kita harus mengakui bahwa kita adalah makhluk yang tidak sempurna. Tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Ketidaksempurnaan itu bukan lagi suatu halangan namun suatu kesempatan. Hal ini akan lebih baik untuk kesehatan mental.

Mulai belajar mencintai diri sendiri dengan menerima kesalahan, kegagalan, dan kekurangan secara bertahap. Buka mata dan hati untuk hal-hal tersebut. Jangan sampai ketidaksempurnaan membuat kita buta akan prestasi yang lain.

Kita bukanlah manusia yang sempurna. Tidak selalu dapat berbuat benar. Apabila kita masuk ke dalam suatu situasi yang mengharuskan bersikap dengan baik, gunakan untuk belajar, berintrospeksi, menemukan diri sendiri, atau bahkan dapat berkembang.

Mengutip dari lirik lagu Answer: Love Myself, BTS, “You've shown me I have reasons...I should love myself  (I’m learning how to love myself oh),” mencintai diri sendiri memang harus melalui proses belajar. Mulailah dengan mencari alasannya. Bisa itu lewat prestasi yang sudah dimiliki hingga hal sederhana seperti bagian tubuh yang disukai.

Hal simple dan positif dari diri kita bisa menjadi alasan untuk mencintai diri sendiri. Berhentilah menyalahkan diri sendiri untuk suatu kesalahan yang memang bukan kita lakukan. Kenali lebih dekat dan hargai diri sendiri. Dengan demikian, kesehatan mental tetap terjaga dan mengalami perkembangan hidup. Love yourself have faith in yourself!

No comments