Waspadalah, WHO Sudah Golongkan Kecanduan Game Sebagai Penyakit Internasional

sumber gambar: rochester.edu
Melampiaskan penat dengan bermain game memang tidak masalah, namun akan menjadi masalah besar jika dilakukan terus menerus dan dalam waktu yang tidak sebentar. Hal ini tidak hanya menjadi perhatian para orangtua di Indonesia saja, melainkan sudah menjadi perhatian besar sampai-sampai Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan kecanduan game masuk ke dalam daftar The International Classification of Diseases (ICD) dengan nama gaming disorder.

Tentunya mengerikan, apalagi untuk anak-anak yang masih dalam pertumbuhan. Berikut penjelasan yang dilansir dari klikdokter.com.

Sebenarnya, daftar ICD digunakan sebagai basis data identifikasi tren kesehatan yang tengah berlangsung secara global. Ini juga menjadi standar informasi soal penyakit dan kondisi kesehatan masyarakat dunia bagi ahli medis.

Melalui data klasifikasi ICD ini, para ahli medis dapat mengawasi tren penyakit, kelainan, dan kondisi kesehatan suatu kelompok masyarakat ataupun secara global. Bahkan, data-data tersebut bisa membantu membuat strategi kesehatan suatu Negara.

Tentunya, masuknya gaming disorder atau kecanduan game ke dalam daftar ICD melalui proses penelitian publik yang cukup lama. Bahkan, ini juga mengecek hingga kebiasaan masyarakat. Hal ini pun kemudian jadi perbincangan di masyarakat. Ini karena makin banyak orang yang lebih senang bermain game di ponselnya dibanding bersosialisasi.


Mengapa seseorang kecanduan main game?


Bermain game pada dasarnya mengundang daya tarik tersendiri. Apalagi, sekarang hadir variasi game yang kian beragam. Fitur-fitur menarik yang bertambah seiring majunya teknologi, turut andil membuat orang sulit lepas dari candu video game. Ditambah lagi, bermain game sekarang bisa menggunakan ponsel pintar.

Pastinya, kamu bertanya-tanya seperti apa orang yang sudah tergolong gaming disorder atau kecanduan game. Sebenarnya, segala sesuatu yang menyebabkan kecanduan tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

Ketika kamu hendak berhenti, rasanya sangat sulit sekali. Bahkan, kamu bisa melupakan kewajiban hanya untuk asyik main game selama berjam-jam. Tanpa disadari, hal tersebut dapat merusak kehidupanmu.

Seseorang yang sudah mengalami kecanduan bermain game selalu menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Semakin lama, waktu yang digunakan untuk bermain game semakin meningkat.

Tanda lainnya adalah ketika seseorang cenderung untuk selalu menggunakan game sebagai pelampiasan ketika marah, sedih, depresi, atau lari dari masalah hidupnya. Begitu kecanduannya ia terhadap suatu game sehingga rela berbohong kepada keluarga dan teman untuk menutupi hal tersebut.

Selain itu, orang yang sudah kecanduan game memiliki mood yang buruk, mudah marah, tersinggung, sedih, bahkan depresi. Apalagi ketika aksesnya terhadap game terputus atau terganggu.

sumber gambar: earth.com

WHO sudah golongkan kecanduan game sebagai ICD


Menurut WHO, kecanduan game atau gaming disorder adalah sebuah pola kebiasaan bermain game yang dilakukan secara berlebihan. Penyakit ini ditandai dengan hilangnya kontrol seseorang terhadap jadwal bermain game. Bahkan, memberikan prioritas yang lebih banyak untuk bermain game dibanding aktivitas lainnya.

Orang yang kecanduan game cenderung akan mati-matian melakukan berbagai cara untuk bermain. Seramnya, bahkan, mereka sudah tidak memedulikan konsekuensi negatif yang akan didapat. Misalnya, jadi kurang tidur ataupun kehilangan pekerjaan.

Lalu, bagaimana seseorang bisa digolongkan dalam orang yang kecanduan game? Sebenarnya, ini memerlukan waktu memantau dan diagnosis yang cukup lama. Pertama-tama, ahli medis harus mengecek kebiasaan main game orang tersebut. Lalu melihat hubungan antara main game dengan kewajiban orang itu.

Misalnya, apakah kamu sampai bolos bekerja hanya karena ingin meneruskan permainan game yang lagi seru? Nah, hal tersebut dilakukan selama beberapa kali dalam seminggu. Banyaknya intensitas dan perubahan perilaku juga menjadi tolak ukur dari diagnosis ini. Biasanya, memerlukan waktu 12 bulan untuk observasinya.

Dengan dimasukkannya kecanduan game dalam klasifikasi ICD, hal itu harusnya membuka mata orang-orang bahwa gangguan yang diakibatkan kecanduan game memang nyata. Batasi dirimu dan bantu orang terdekat untuk membatasi diri dalam bermain video game dan juga game di ponsel.

Karena seriusnya penyakit ini, sudah sepatutnya kita saling mengingatkan. Bagaimanapun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain itu, sesuatu yang berlebihan seperti berlebihan main game tidaklah baik.

No comments