Kiat Konsisten Jalani Resolusi Sehat di Tahun Baru

sumber gambar: nutrafitz.com
Sudah tahun 2020, bagaimana dengan kesehatanmu?

Yang sering sakit di tahun 2019 harus mulai konsisten menjalankan resolusi sehat di 2020, tentu kita semua tidak ingin di tahun ini justru lebih sering sakit. Jadi kita memang harus konsisten dalam menyayangi tubuh dan kehidupan yang diberikan Tuhan. Kita harus bersyukur dan menjaganya dengan baik.

Melansir klikdokter.com, berikut contoh resolusi kesehatan yang dapat dilakukan untuk diri yang lebih sehat di 2020?

1. Makan dengan Lebih Sehat

“Anda adalah apa yang Anda makan” – ungkapan tersebut sudah terbukti. Apa yang kamu makan memang memengaruhi kesehatan.

Untuk sumber karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat dan membuat kamu kenyang lebih lama. Contohnya adalah oat, beras merah, dan roti gandum. Jangan lupa pilih sumber karbohidrat dengan serat yang lebih tinggi, seperti pasta gandum.

Jangan lupa untuk mengurangi asupan makanan yang tidak baik bagi kesehatan seperti gorengan. Pilihlah sumber protein yang rendah lemak, dan tingkatkan konsumsi sayur juga buah.

Sebagai sumber protein, kamu dapat mengonsumsi ikan yang menjadi sumber protein yang baik dengan kandungan vitamin dan mineral. Usahakan untuk makan setidaknya dua porsi ikan dalam seminggu, termasuk setidaknya satu porsi ikan dengan minyak baik.

Ikan dengan kadar Omega-3 yang tinggi dapat membantu mencegah penyakit jantung. Beberapa contoh ikan yang baik untuk kesehatan yaitu salmon, haring, dan sarden.

2. Olahraga Teratur

Olahraga sangat baik untuk mencegah penyakit jantung, membantu mencegah bertambahnya berat badan berlebih, dan membantu penurunan berat badan. Ketika kamu melakukan aktivitas fisik, kalori dalam tubuh akan terbakar. Semakin intens aktivitasnya, semakin banyak kalori yang dibakar.

Jika kamu belum rutin berolahraga, mulailah berolahraga lebih teratur dari sekarang! Kamu dapat mulai dengan melakukan kegiatan seperti jogging, berenang, atau berlari 3-5 kali seminggu dengan total durasi 150 menit per minggu.

3. Capai Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih atau obesitas merupakan masalah global saat ini. Tidak hanya meningkatkan risiko sakit jantung, obesitas juga menjadi salah satu faktor munculnya diabetes. Dilansir dari Mayo Clinic, orang yang kegemukan lebih rentan terkena diabetes.

Jika berat badanmu masih berlebih, turunkanlah secara bertahap. Menjaga pola makan dan olahraga teratur merupakan kunci sukses penurunan berat badan.

4. Istirahat Cukup

Untuk menjaga stamina tubuh, kamu disarankan tidur dalam jumlah waktu yang cukup. Bagi orang dewasa, disarankan untuk tidur selama 6-8 jam per hari. Selain kuantitas tidur, kualitas tidur juga diperlukan. Perhatikan tanda kualitas tidur yang tidak baik seperti merasa terus mengantuk padahal waktu tidur sudah cukup, mengorok, dan terus terbangun di malam hari.

Untuk menjadi lebih sehat di tahun mendatang, ada baiknya kamu memerhatikan kualitas tidur secara lebih serius.

5. Perhatikan Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan manusia secara menyeluruh. Untuk itu, pastikan untuk memerhatikan berbagai tanda dari gangguan kesehatan mental, salah satunya depresi.

Jika kamu sering merasa murung, sedih, dan tidak bersemangat dalam beraktivitas, bisa jadi mengalami tanda awal depresi. Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis terkait kesehatan mental kamu.

Awal tahun ini ayo kita mulai konsisten untuk hidup sehat, karena kesehatan adalah investasi penting di masa depan.


 

Kiat konsisten jalani resolusi sehat di tahun baru


Nah, dilansir dari klikdokter.com, teman-teman dapat mengikuti berbagai cara berikut ini, agar tetap konsisten menjalankan resolusi sehat di tahun baru.

1. Pastikan memiliki tujuan yang terukur

Jangan hanya muncul di pusat kebugaran dan berkata, "Saya ingin lebih bugar". Rencana itu tidak jelas dan tidak terukur. Kamu juga tidak boleh mengaitkan tujuan dengan sesuatu yang berhubungan dengan fisik, seperti ingin perut six-pack atau lebih berotot.

Menurut Nick Ebner, C.P.T., pelatih pribadi dari New York, Amerika Serikat, lebih memiliki tujuan kinerja yang pasti adalah kunci utama. Jadikan tujuan terukur, seperti pergi ke gym 3 kali seminggu atau pastikan untuk berolahraga selama total 180 menit dalam seminggu.

Semua hal tersebut juga tergantung bagaimana kamu memulainya, mungkin perlu mengubah asupan nutrisi, tidur, dan kebiasaan gaya hidup lain untuk mencapai tujuan ini, tetapi kamu pun juga membutuhkan strategi.

2. Jangan terburu-buru untuk melihat hasilnya

Tiga faktor yang berperan terbesar dalam hasil dari olahraga adalah usia, riwayat olahraga atau pelatihan sebelumnya, dan konsistensi. Jika kamu seorang mantan atlet muda dan sedang berlatih 3-5 kali per minggu, hasilnya dapat ditampilkan dalam 2-4 minggu. Juga, jika kamu lebih muda, hasilnya juga bisa terlihat dengan cepat.

Namun, jika kamu berusia 45 tahun, sebelumnya tidak pernah berolahraga dan memiliki pola makan yang buruk selama 20 tahun terakhir, hasilnya mungkin akan memakan waktu lebih lama. Dengan menjalankan secara konsisten, hasilnya akan datang lebih cepat.

3. Catat setiap kemajuan

Cara lain untuk tetap konsisten adalah mencatat setiap kemajuan dari hasil olahraga rutin. buat jurnal olahraga atau program lain untuk mengetahui apakah yang kamu lakukan berhasil atau tidak. Tempelkan foto perkembangan bentuk tubuhmu di dinding kamar untuk memotivasi diri agar lebih semangat lagi untuk berolahraga.

4. Efektif dengan latihan berdurasi singkat


Frekuensi berolahraga, makanan yang dikonsumsi, dan tidur cukup sangat memengaruhi hasil olahraga. Kamu bisa mendapatkan hasil baik meski durasi olahraga singkat. Kamu hanya perlu melakukannya lebih sering.

Di sisi lain, kamu dapat melihat perubahan komposisi tubuh jika memberi makan tubuh dengan asupan yang tepat. Sementara itu, tubuhmu juga akan berubah ketika kamu kurang tidur. Jadi, jika tidur kurang dari 7-9 jam setiap malam, kamu mungkin tidak akan mendapatkan keuntungan yang optimal dari resolusi sehat tersebut.

5. Cheating day boleh, tapi jangan sering-sering

Bagi kamu yang menjalani diet, pasti pernah melakukan cheating day atau hari dimana keluar dari jalur diet kamu. Cheating day pada dasarnya boleh dilakukan, tapi jika akhirnya membuyarkan diet, lebih baik kurangi. Buat sedikit perubahan dengan mengurangi cheating day, kemudian lihat hasilnya. Jika itu berhasil, lanjutkan.

Ayo hidup lebih sehat, dan bersyukur sebab Tuhan telah menganugerahkan kehidupan untuk kita. Alhamdulillah...

No comments