Wanita Bisa Hamil Karena Berenang, Benarkah?

sumber gambar: detweebruggen.com
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty mengatakan perempuan bisa hamil di kolam renang. Hm, Benarkah pernyataan itu? Bagaimana kata dokter? Yuk, simak penjelasan yang dilansir dari klikdokter.com.

Sitti mengaku mengeluarkan pernyataan itu setelah membaca jurnal dari ilmuan luar negeri. "Saya dapat referensi dari jurnal luar negeri. Nanti saya kirim jurnalnya," ujar Sitti dikutip dari Tribunnews pada Sabtu (22/2).

Ia kemudian menjelaskan kalau wanita bisa hamil di kolam renang kalau berenang jadi satu dengan laki-laki. Sitti menyebut kehamilan dapat terjadi karena pertemuan tak langsung antara sperma dengan sel telur.

"Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," katanya.

"Kalau perempuannya sedang di fase masa subur, itu bisa saja terjadi. Kan, tidak ada yang tahu bagaimana pria-pria di kolam renang kalau lihat perempuan," ungkapnya.

Sontak pernyataan Sitti Hikmawatty itu menjadi ramai di media sosial dan dibahas di mana-mana. Tak sedikit juga yang mengecamnya dengan menyebut pernyataan itu asal-asalan.

Kabar ini menuai kontroversi dan seakan mengulang sebuah hoax sejenis yang muncul pada beberapa tahun lalu. Kala itu, muncul berita tentang belasan gadis berusia 13–17 tahun yang hamil karena ada seorang bocah laki-laki yang ejakulasi di kolam renang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI saat itu sampai harus meluruskan berita tersebut. Pada akhirnya, ditetapkan bahwa bahwa berita itu hanyalah hoaks belaka!

Hal ini pun coba ditanggapi oleh dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter. Ia menyebut bahwa kehamilan adalah proses yang sangat kompleks. Terjadinya pembuahan (bertemunya sel telur dan sperma) sampai hamil di kolam renang pun tidak mungkin terjadi semudah itu.

“Masyarakat perlu paham betul bahwa kehamilan hanya bisa terjadi saat ada penetrasi penis ke dalam vagina lalu disertai ejakulasi. Di luar proses itu, kemungkinan untuk hamil akan sangat kecil. Bahkan, adanya ejakulasi oleh penis di dalam vagina belum tentu bisa menyebabkan kehamilan,” jelas dr. Theresia.

Selain itu, masyarakat juga perlu tahu bahwa air kolam renang sudah diberikan kaporit serta klorin untuk menjaga kebersihannya. Bahan kimia tersebut berfungsi untuk membunuh kuman yang berada di dalam air kolam renang, termasuk sel sperma yang bersembunyi di balik cairan ejakulasi.

Lalu, muncul juga bagaimana kalau pria berejakulasi di kolam air panas? Bukankah sperma bisa bertahan hidup lebih lama pada suhu yang hangat?

Ya, soal sperma dapat bertahan lebih lama di tempat dengan suhu hangat memang benar.  Namun, itu bukan berarti juga bahwa sperma bisa dengan mudahnya berenang di kolam lalu masuk ke dalam vagina dan menyebabkan kehamilan. Jadi, kemungkinan hamil di kolam air hangat juga kecil kemungkinan, ya.

Sudah jelas bahwa wanita tidak bisa hamil meski ada sperma di kolam renang. Bisa dibilang, pernyataan itu semata-mata tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Namun, hoaks yang berkaitan dengan kolam renang memang banyak. Tak cuma masalah wanita bisa hamil, tapi juga masalah lainnya, contohnya penularan HIV/AIDS.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, penularan HIV hanya bisa terjadi apabila ada membran mukosa atau aliran darah yang berkontak langsung dengan cairan tubuh penderita HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.

Terkait ini, dr. Dyah Novita mengatakan bahwa penularan virus HIV memiliki kemungkinan yang sangat-sangat kecil untuk menyebar melalui kolam renang. Ini karena pada dasarnya virus tersebut tidak dapat bertahan lama di lingkungan air kolam renang, apalagi yang sudah dicampur kaporit dan klorin.

Sekarang sudah tahu kan, bagaimana kebenarannya menurut dokter ahli? Jadi, kita memang harus hati-hati saat menyatakan pendapat tertentu. Selain itu, menurut pendapatku pribadi bercampur antara laki-laki dan perempuan itu memang kurang baik mengingat kolam renang bisa dimasuki siapa pun.

No comments