Begini Reaksi Imun Tubuh Saat Melawan Virus Corona


Saat ini Corona masih meraja, wabah ini tampaknya enggan sekali untuk reda. Terhitung Sabtu (28/3/20) kasus positif covid-19 di negeri ini makin bertambah menjadi 1.155, 102 meninggal dan 59 sembuh.

Sangat memprihatinkan, belum lagi menurutku pribadi pemerintah masih belum tegas menyikapi pandemi ini. Sementara tenaga medis nyaris kewalahan, dan kita doakan tenaga medis yang berguguran ditempatkan di sisi-Nya dan diterima semua amal ibadah mereka. Amatlah besar pengorbanan mereka sebagai pasukan di garda terdepan dalam menangani pandemi.

Nah, teman-teman... barangkali selama ini kita hanya tahu tentang beberapa istilah dan gejala mengenai corona, disini saya mau memberitahu bagaimana imunitas bereaksi terhadap virus yang sangat berbahaya ini. Melansir KlikDokter, berikut penjelasannya.

Well, perlu kita ketahui bahwa sebagian besar kematian yang berhubungan dengan covid-19 disebabkan oleh sistem imun tubuh yang rusak atau lemah.

Saat pertama kali terinfeksi, tubuh akan mengeluarkan pertahanan untuk menghadapi semua jenis virus. Nah, di saat inilah pelepasan protein interferon bereplikasi di dalam sel-sel tubuh. Tujuannya, tentu saja untuk menghalau kerja virus.

Interferon akan “mengajak” sel-sel kekebalan lain untuk menyerang virus supaya tidak keburu menyebar.

Meski kemampuan sistem daya tahan tubuh ini terasa menjanjikan, tetapi jangan lupa bahwa virus juga punya cara sendiri untuk “kabur” dari efek interferon. Pertarungan antara imunitas tubuh dan virus biasanya menghasilkan reaksi demam.

Ketika pertarungan itu terjadi di paru-paru, maka penderitanya akan batuk-batuk. Sedangkan, jika virus menyerang di bagian saluran cerna, penderitanya akan mengalami diare.

Jadi, timbulnya gejala sakit bukan berarti daya tahan tubuh sudah kalah 100%. Justru, di saat seperti itulah tubuh sedang berusaha melawan virus yang masuk.

Saat kita menelan atau menghirup droplet dari orang sudah terinfeksi virus corona, virus corona akan masuk ke dalam sel tubuh dan menempel pada protein reseptor ACE2.

Reseptor ACE2 paling banyak berada di paru-paru, sehingga menyebabkan penyakit saluran pernapasan. Selain paru-paru, reseptor ACE2 juga banyak terdapat di saluran pencernaan. Karena itulah, sebagian orang ada juga yang mengalami diare.

Ketika seseorang hanya mengalami gangguan di paru-parunya, itu berarti, dia terinfeksi saat bernapas (menghirup droplet). Sementara, kalau si pasien juga mengalami diare, maka dia terinfeksi saat menelan sesuatu (virus berada di tangan yang tidak dibersihkan).

Di dalam sistem daya tahan tubuh, ada yang namanya antibodi spesifik virus dan sel T yang berfungsi untuk mengenali virus. Antibodi tersebut memberikan kekebalan dan melindungi seseorang agar tidak terkena infeksi berulang kali dalam waktu yang berdekatan.

Sayangnya, pada beberapa orang, seperti tenaga medis, orang tua, serta orang dengan penyakit kronis, antibodi pada sistem kekebalan tubuh mereka bekerja lebih lambat dan lemah. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.

1. Virus yang Masuk Terlalu Banyak
 
Ini biasanya terjadi pada tenaga medis, sekalipun usia mereka masih muda. Terpapar setiap saat ditambah dengan kondisi yang lelah membuat antibodi kewalahan melawan virus.

2. Kekebalan Tubuh Memang Sudah Lemah Akibat Usia 

Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia. Itulah sebabnya mereka cenderung memiliki gejala yang lebih parah daripada mereka yang masih berusia produktif.

3. Sistem Imun Tubuh Tertekan Akibat Mengonsumsi Obat-obatan 

Apabila kondisi ini terjadi berarti berlaku untuk orang yang memiliki penyakit penyerta yang harus minum obat-obatan secara rutin, seperti penderita hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain.

Pada orang yang berhasil sembuh dengan cepat, berarti antibodinya stabil, tidak terpapar bertubi-tubi, dan berhasil mengendalikan kembali sel-sel yang rusak.

Sementara, pada mereka yang punya gejala berat, kritis, dan meninggal dunia, artinya mereka terpapar virus terus-menerus dan daya tahan tubuh mereka kewalahan, sehingga menunjukkan reaksi berlebihan.

Reaksi berlebihan dari daya tahan tubuh akan menghasilkan protein peradangan (sitokin). Alhasil, organ-organ penting menjadi berhenti berfungsi dan menyebabkan kematian.

 

Jangan biarkan daya tahan tubuh kita menurun. Sebab, imunitas tubuh sangat berperan penting di dalam pengobatan covid-19. Adapun beberapa cara yang bisa kita lakukan, yaitu:

1. Konsumsi buah, terutama yang mengandung vitamin C
Misalnya, jeruk, jambu biji, pepaya, nanas, atau mangga. Vitamin C tersebut mampu menurunkan infeksi pada saluran pernapasan sebanyak 25 persen.

2. Disarankan juga untuk konsumsi sayuran hijau yang kaya akan vitamin dan mineralBila perlu, konsumsi suplemen. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, tiga vitamin yang berperan dalam kekebalan tubuh, yaitu vitamin C, vitamin E, dan betakaroten.

3. Sedangkan, mineral yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan, yaitu zinc dan selenium
“Zinc didapat dari tiram, daging merah, daging unggas, kacang-kacangan, serta seafood. Selenium bisa didapat dari tuna, unggas, dan biji-bijian,” kata dr. Alvin.

4. Tidur yang cukup sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan atau jika kamu sedang terkena virus
Ini karena tidur minimal delapan jam setiap malam, selama periode dua minggu, dapat menunjukkan ketahanan imun tubuh yang lebih besar terhadap virus.

5. Selalu menjaga kebersihan tubuh, terutama kebersihan tangan
Jangan menyentuh wajah dan jangan mengonsumsi makanan bila belum mencuci tangan.

6. Di saat kondisi seperti ini kamu disarankan untuk olahraga secara teratur atau beraktivitas fisik di rumah sendiri
Kamu bisa melakukan lompat tali, yoga, angkat beban, lari di tempat, senam, dan lain-lain selama 30 menit setiap hari.

Nah teman, begitulah perlawanan imunitas terhadap covid-19. Untuk saat ini sampai situasi lebih baik, kita tetap di rumah yaa. Agar bisa membantu menekan angka penularan, baik itu tertular atau pun menulari.

Pandemi ini sangat berbahaya, oleh karena itu kita butuh satu suara dan kerja sama melawan corona. Jangan lupa terus berdoa dan minta sama Allah agar masa-masa sulit ini segera berakhir.

No comments