Dicari Banyak Orang, Ini 7 Fakta Hand Sanitizer

sumber gambar: healthline.com
Beberapa hari terakhir sejak Presiden Jokowi mengumumkan dua pasien positif corona, sebagian besar masyarakat pun heboh. Mereka memborok banyak makanan di super market, dan tidak sedikit ada oknum yang menimbun masker. Nah selain masker, hand sanitizer juga jadi incaran masyarakat supaya tetap aman dan tidak tertular virus ini. Bahkan, mereka rela untuk membayar mahal demi memiliki stok dua benda pelindung ini.

Apa yang kamu ketahui sejauh ini tentang hand sanitizer? Pasti sudah banyak yang tahu kalau pembersih tangan ini biasanya berbentuk gel atau cairan yang disemprotkan. Gunanya tentu untuk membasmi kuman, bakteri, dan virus.

Namun, ada lagi beberapa fakta yang perlu diketahui tentang hand sanitizer. Melansir klikdokter.com, berikut ulasan lengkapnya!

1. Tidak Bisa Sepenuhnya Menggantikan Air dan Sabun


Menurut profesor dari Purdue University dalam tulisan jurnal “Hand Sanitizers No Substitute For Soap and Water”, penelitian mengungkapkan bahwa hand sanitizer tidak bisa secara total menghilangkan jumlah bakteri di tangan.

Jadi, hand sanitizer tidak tepat bila dijadikan pengganti cara cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Produk ini bisa menjadi solusi bila sedang tidak ada air dan sabun di dekatmu. Jangan khawatir, dengan pemakaian yang benar, hand sanitizer tetap efektif, kok!

2. Kadar Alkohol Besar Lebih Efektif


Dalam memilih hand sanitizer, perhatikan kadar alkoholnya. Menurut Bloomberg, pilih yang memiliki kandungan alkohol 60-95 persen. Ini karena beberapa jenis bakteri sudah mulai kebal dengan kadar alkohol yang rendah.

Pastikan tanganmu tetap basah selama 20 detik setelah memakai hand sanitizer. Ini akan membuat alkohol bekerja lebih efektif untuk membunuh kuman.

3. Kurang Ampuh saat Tangan Terlalu Kotor


Beberapa penelitian yang dipublikasikan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengatakan kalau hand sanitizer lebih ampuh untuk membersihkan tangan yang tidak terlalu kotor atau berminyak.

Namun, bila tangan sangat kotor, misalnya karena makanan, olahraga, atau berkebun, cairan atau gel pembersih tangan kurang berfungsi dengan baik.

4. Mungkin Tidak Menghilangkan Bahan Kimia Berbahaya


Bahan-bahan kimia, seperti pestisida dan logam berat tidak dapat dihilangkan dengan efektif oleh hand sanitizer. Dalam sebuah studi, orang-orang yang membersihkan tangannya dengan hand sanitizer memiliki kadar pestisida yang lebih banyak di dalam tubuh.

Bila tangan terkena bahan kimia, sebaiknya langsung cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun.

5. Gunakan Takaran yang Pas untuk D-I-Y Hand Sanitizer


Mengingat sekarang hand sanitizer seakan menjadi “barang langka”, beberapa orang akhirnya memiliki ide untuk membuat cairan pembersih tangan sendiri.

Boleh saja bila ingin coba membuat sendiri. Namun, pastikan bahan-bahan yang digunakan itu tepat dan dengan takaran yang pas pula.

Kalau kadar alkohol yang dicampur ke dalam ramuan hand sanitizer tidak cukup, maka jadinya kurang mempan membunuh kuman. Bahan-bahan lainnya seperti wewangian pun tidak memberikan efek apa pun dalam mengatasi bakteri.

6. Membuat Kulit Tangan Kering


Sering menggunakan hand sanitizer dapat berisiko membuat kulit tangan menjadi kering dan mengelupas. Ini karena ada kadar alkohol di dalamnya. Disarankan, pilih produk hand sanitizer dengan kandungan pelembap yang aman bagi kulit.

7. Jangan Bilas atau Lap sebelum Kering


Setelah diusapkan ke tangan secara menyeluruh, biasanya kulit masih agak basah. Agar fungsi hand sanitizer tetap efektif, jangan langsung mengeringkan atau membasuh tangan. Biarkan hingga mengering dengan sendirinya.

Itulah tujuh fakta tentang hand sanitizer, bagaimana ketersediaan dan harganya di tempatmu sekarang?

No comments