5 Gejala Tidak Biasa dari Infeksi Virus Corona


Saya sempat bertanya-tanya, anjuran untuk #dirumahaja belum dicabut kan? Soalnya jalanan mulai ramai, iya beberapa pakai masker tapi ada pula yang tidak meski udah keluar titah dari Bapak Presiden.

Usut diusut, sebagian masyarakat memang tidak bisa selalu di rumah sementara kebutuhan membengkak dan penghasilan harian macet. Bantuan dari pemerintah terutama di daerah juga tidak merata, ada yang hanya untuk keluarga yang positif covid-19, ada pula yang hanya untuk pekerja yang PHK, kemudian ada juga yang hanya untuk sopir angkot dan ojek online.

Lantas, bagaimana dengan pedagang harian? Orang yang biasanya dapat Rp100.000 per hari malah sekarang dapat Rp10.000 per hari. Ini beneran, di daerah saya salah satu pedagang pernah bilang. Lalu bagaimana dengan petani? Jual karet atau sawit pabriknya ditutup, alhasil mubazir.

Semoga corona reda yaa, miris melihat kepingan-kepingan cerita yang menyayat hati. Belum lagi mengingat perjuangan tenaga medis. Semoga hati para pemimpin diketuk oleh Yang Maha Kuasa untuk lebih mementingkan rakyatnya daripada kepentingan pribadi.

Nah untuk diketahui, jumlah pasien yang positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia per 6 April 2020 jadi 2.491 orang. Dari jumlah itu, 209 orang di antaranya meninggal dunia dan 192 pasien dinyatakan sembuh.

Kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan kita tanpa panik, tetap ikhtiar jaga kesehatan dan juga tawakal. Berdoa pada Allah semoga kita semua sehat dan bisa melalui masa-masa sulit ini.

Ada informasi lagi nih buat teman-teman berkenaan covid-19 dan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan kita. Melansir KlikDokter, umumnya korban positif virus corona menunjukan gejala yang khas, ada yang tingkat ringan, berat, dan bahkan tidak biasa.

Dijelaskan oleh dr. M. Dejandra Rasnaya, beberapa gejala ringan yang dialami oleh banyak pasien positif virus corona biasanya berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Jika ada warga yang memiliki gejala ringan tersebut, maka sebaiknya segera mengisolasi dirinya di rumah. Dengan tetap gunakan masker dan tidur terpisah dengan anggota keluarga lainnya memang jadi cara paling ampuh untuk menghindari penularan ke seisi keluarga.

Nah, selain tipe ringan, dr. Dejandra juga mengatakan, ada gejala berat yang bisa dialami oleh penderita infeksi virus corona. Antara lain seperti susah atau sesak napas, demam tinggi, dan lemas yang berkepanjangan.

“Jika napas penderita bisa 20 kali per menit dan saturasi oksigennya di bawah 90 persen, secara medis maka pasien sudah bisa megap-megap. Dalam kondisi ini, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan rujukan, ” ujar dr. Dejandra, dikutip dari KlikDokter.

Tidak berhenti sampai dua tipe gejala tersebut saja. Pasalnya, penelitian terbaru mengungkapkan, ada gejala tidak biasa yang dapat dialami pasien positif virus corona. Berikut beberapa gejala coronavirus yang tidak biasa.

1. Sulit untuk Mencium Bau dan Mengecap Rasa

Dikutip dari BBC, sekelompok tim peneliti di King’s College, London menemukan beberapa gejala asing yang terdapat pada 400.000 orang positif virus corona.

Di mana dalam data tersebut, gejala yang dirasakan pasien antara lain sulit mencium bau dan mengecap rasa. Gejala itu memang bisa saja terjadi karena adanya reaksi dari batuk dan pilek yang dialami oleh penderita.

“Sulit mencium bau dan susah merasakan sesuatu memang jadi reaksi yang bisa dialami oleh siapa saja yang terkena batuk dan pilek. Jadi, ini memang jadi salah satu gejala virus corona yang tidak biasa dan bisa dialami oleh siapa saja, ” kata dr. Arina Heidyana.

2. Beberapa Pasien Mengalami Diare

Dikutip dari CBS News, Para peneliti menganalisis data dari 204 pasien COVID-19, usia rata-rata hampir 55 tahun yang dirawat di tiga rumah sakit di Provinsi Hubei antara 18 Januari dan 28 Februari 2020.

Dari data pasien, dokter menemukan masalah pencernaan, seperti diare bisa jadi merupakan satu dari banyak gejala  virus corona, tutur para peneliti dari Kelompok Ahli Perawatan Medis Wuhan untuk COVID-19.

Penelitian menunjukan pasien dengan gejala pencernaan memiliki waktu yang lebih lama untuk ke rumah sakit. Ini karena pasien tidak yakin terinfeksi virus corona. Terlebih kurangnya masalah pernapasan, seperti batuk atau sesak napas.

Dokter Arina juga menjelaskan diare merupakan salah satu gejala tidak biasa yang menandakan seseorang terinfeksi coronavirus. Diare mungkin terjadi ketika virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi tubuh bagian dalam.

“Tidak hanya paru-paru, tapi sistem pencernaan juga bisa kena dampak dari virus yang menginfeksi. Jika Anda hanya merasakan diare saja tanpa ada gejala lainnya, bisa jadi ini bukan karena virus corona. Namun, karena adanya masalah pada sistem pencernaan,” ujar dr. Arina.

3. Terasa Pegal dan Nyeri Otot

Berdasarkan penelitian yang dilansir The Sun, peneliti di AS mengatakan pasien COVID-19 bisa mengalami nyeri otot parah akibat virus yang berkumpul di dalam tubuhnya.

Para peneliti di New York University menemukan hubungan antara otot yang sakit dan kasus coronavirus yang parah setelah menganalisis catatan dari 53 pasien di Wenzhou, Tiongkok.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 persen dari semua pasien virus corona mengalami sakit tubuh atau nyeri sendi.

Rasa sakit dipicu oleh bahan kimia yang disebut sitokin. Zat kimia ini umumnya dikeluarkan tubuh saat merespons infeksi.

Reaksi lainnya yang muncul ketika ada virus masuk dalam tubuh adalah nyeri pada otot dan sendi terasa pegal. Karena adanya reaksi ini, tubuh akan terasa lemas dan sulit untuk digerakan.

Apabila nyeri dan sendi pegal terus dirasakan dalam waktu lama dan menyebabkan tubuh jadi tidak bisa bergerak, maka Anda diwajibkan memeriksakan kondisi ini ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

4. Mata Pasien Virus Corona Merah Seperti Meradang

Menurut American Academy of Ophthalmology, beberapa pasien virus corona mengeluhkan masalah mata yang cukup serius. Ini dikarenakan adanya kontak aerosol (partikel kecil seperti debu, bakteri atau virus yang berada lama pada udara) dengan mata.

“Mata merah juga bisa masuk dalam kategori gejala tidak biasa dari infeksi coronavirus. Hal ini disebabkan oleh adanya infeksi pada beberapa bagian tubuh yang menimbulkan peradangan, salah satunya mata merah, ” kata dr. Arina.

Akan tetapi, perlu diingat lagi, jika mata merah disertai dengan gatal dan pembengkakkan, maka ini bisa jadi mengalami infeksi mata.

Coba teteskan mata dengan air mata buatan atau obat yang dianjurkan oleh dokter. Jika mata merah tidak kunjung membaik, jangan sungkan untuk membawa diri ke rumah sakit.

5. Gangguan Saraf Seperti Stroke

Dilansir dari The New York Times, sejumlah Neurologists dunia meyakini sebagian kecil virus corona mengalami masalah gangguan otak atau saraf. Beberapa pasien kedapatan perubahan kondisi mental atau encephalopathy.

Menurut Dr. Elissa Fory, neurologist Henry Ford Health System, dari sejumlah penelitian virus corona dapat menyerang otak secara langsung dalam kondisi tertentu atau langka. Terutama ketika pasien mengalami kondisi kritis.

Menurut dr. Arina, hanya pasien lansia dan pasien yang memiliki kondisi komorbid seperti penyakit parkinson lah yang mungkin mengalami gejala ini.

Sehingga, sangat kecil kemungkinan pasien virus corona menimbulkan gejala stroke atau gangguan saraf lainnya.

Akan tetapi bukan berarti penderita stroke tidak boleh waspada. Pasalnya, laporan domestik terbaru dari dokter di Italia mengatakan bahwa pasien COVID-19 yang di rawat juga menunjukan gejala-gejala stroke seperti tangan kesemutan, kejang dan adanya pembekuan darah.

Itulah beberapa gejala virus corona yang tidak biasa yang perlu diwaspadai. Jika gejala-gejala di atas diikuti dengan gejala umum virus corona, segera lakukan pengecekan untuk mendapatkan diagnosis yang pasti.

1 comment

  1. Makhluk kecil tak nampak namun bisa menghebohkan dunia. smg cepat teratasi dan kita semua sehat

    ReplyDelete