Tekan Penyebaran Covid-19, Senator: Media Punya Pengaruh yang Besar


SunfloWords.com
- Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, media massa dan media sosial (medsos) memiliki pengaruh yang besar untuk membantu menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di seluruh daerah tanah air.

Menurutnya, media massa dan medsos memiliki kemampuan untuk memperbanyak informasi pencegahan penularan Covid-19 yang akurat dan tepat di kalangan masyarakat.

"Dalam membangun opini, medsos dan media massa nggak bisa ditampik punya pengaruh besar dalam mempengaruhi sikap dan tindakan masyarakat. Makanya dalam menjalankan tugas negara, saya menempatkan media sebagai mitra," kata Riri Damayanti, Selasa (6/4/2020). 

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menjelaskan, ia dan tentunya semua pihak berharap banyak opini positif yang disebarkan melalui medsos dan media massa ketimbang opini negatif agar psikologis masyarakat yang saat ini tengah mengalami masa paceklik tidak semakin terguncang.

"Kita semua berharap yang terbaik, jangan sampai informasi yang diterima masyarakat beritikad buruk, uji informasi yang ada sebelum disebarkan dan jangan campur adukkan antara fakta dan opini yang menghakimi," ujar Riri Damayanti.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini mengungkapkan, ia sependapat dengan Presiden Joko Widodo bahwa ketakutan saat ini sebenarnya bukan kepada virus itu sendiri, melainkan rasa cemas, rasa panik, ketakutan, dan berita-berita hoaks.

"Media yang cerdas, yang punya integritas, ini saat yang paling baik untuk menangkal semua informasi yang menyebarkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Redam ketakutan masyarakat dengan informasi yang positif," demikian Riri Damayanti. 

Data terhimpun, hingga Senin (6/4/2020) pukul 06:15 WIB, sudah ada hampir 1,3 juta jiwa yang terjangkit covid-19 di seluruh dunia. Di kawasan ASEAN, Malaysia mencatat kasus paling tinggi yakni 3.662 kasus, ada 61 pasien meninggal dan 1.005 pasien sembuh.

Disusul Filipina dengan 3.246 kasus, di mana ada 152 orang meninggal dan 64 sembuh.

Kemudian Indonesia dengan 2.273 kasus, 198 kematian, dan 164 sembuh.

Worldometers melansir, dari seluruh kasus yang ada, sebanyak 336.085 terdapat di Amerika Serikat (AS). Sementara Spanyol, Italia dan Jerman juga terus mencatatkan pertumbuhan jumlah kasus baru.

Kasus baru sudah jarang ditemukan di tempat asalnya, Republik Rakyat Tiongkok. Angka kasusnya tetap berada di kisaran 81 ribu kasus. [**]

No comments