Waspada dan Kenali Jenis-jenis Depresi


Halo teman-teman, apa kabarnya? Semoga sehat selalu yaa. Di tengah wabah seperti saat ini, kita benar-benar harus menjaga kesehatan

Ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan di rumah, salah satunya membaca. Nah, saya sendiri senang sekali membaca artikel-artikel kesehatan.

Kemarin saya membaca tentang jenis-jenis depresi. Seperti yang kita tahu bahwa depresi merupakan gangguan suasana hati yang bisa memengaruhi aktivitas kita sehari-hari. Biasanya orang yang depresi merasa sedih, hampa, kehilangan minat pada segala hal, sulit konsentrasi, hingga berpikir ingin bunuh diri.

Orang yang memiliki gejala-gejala tersebut selama dua minggu atau lebih bisa dikategorikan depresi. Kalau teman-teman mengalaminya, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter yaa. Jangan malu-malu, atau silakan cerita dan curhat ke teman dekat.

Selain menjaga kesehatan tubuh, kita juga harus menjaga kesehatan mental. Nah melansir KlikDokter, ada beberapa jenis depresi yang harus kita ketahui. Jika ada yang mengalami, jangan ragu untuk mencegah sedini mungkin agar tak terjadi hal-hal buruk

1. Depresi Klinis

Disebut juga gangguan depresi mayor (major depressive disorder/ MDD), jenis depresi ini merupakan yang paling umum terjadi. Seseorang didiagnosis depresi mayor jika mengalami minimal 5 dari gejala berikut:

- Kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai
- Perasaan hati depresif
- Berat badan naik atau turun
- Sulit tidur (insomnia) atau malah tidur terus-menerus
- Gangguan otot
- Kelelahan
- Sulit konsentrasi
- Merasa bersalah dan tidak berguna
- Berpikir atau mencoba untuk bunuh diri

2. Depresi Atipikal

Depresi atipikal merupakan jenis depresi yang mempunyai gejala seperti depresi klinis, namun tidak khas. Gejalanya meliputi kenaikan berat badan, nafsu makan bertambah, tidur terus-menerus, anggota gerak terasa berat, dan sensitif terhadap penolakan.

Satu yang khas adalah perasaan hati pada jenis depresi ini dapat membaik ketika ada suatu kejadian yang positif atau menyenangkan.

3. Bipolar

Sesuai dengan gejalanya, bipolar mempunyai arti dua kutub yang sangat bertolak belakang, yaitu mood manik dan depresif. Pada episode manik seseorang mengalami peningkatan suasana hati, euforia, banyak bicara, rasa percaya diri meningkat, banyak energi, hingga sulit tidur.

Namun, kira-kira seminggu setelahnya dapat berubah drastis mengalami episode depresi. Gejala depresi pada bipolar mirip dengan gangguan depresi mayor.

Jika seseorang mengalami gejala depresi berat dan mania, baik secara terpisah atau bercampur, terus-menerus atau hilang-timbul, berlangsung minimal 2 tahun maka disebut sebagai gangguan siklotimia.
 

4. Distimia

Distimia dikenal juga dengan istilah Persistent Depressive Disorder (PDD). Jenis depresi ini dapat terjadi dalam waktu yang lama. Gejala distimia ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, pesimis, dan yang khas adalah mood lebih baik saat pagi hari dan memburuk ketika sore atau malam hari.

Berbeda dengan depresi mayor yang gejalanya berat dan berlangsung minimal dua minggu, gejala PDD lebih ringan dan berlangsung selama dua tahun atau lebih. Depresi jenis ini banyak terjadi pada anak dan remaja perempuan yang selalu bersikap negatif, selalu mengeluh, dan pesimis.

5. Depresi dengan Gejala Psikotik

Depresi yang berat sering disertai dengan gejala psikotik seperti keyakinan yang tidak nyata (delusi), melihat atau mendengar yang tidak nyata (halusinasi), melihat suatu benda yang bentuknya berbeda dari aslinya (ilusi), dan merasa atau menjalani hidup seperti orang lain (depersonalisasi).

6. Depresi Pasca Melahirkan

Depresi pasca melahirkan disebut juga dengan postpartum depression. Umumnya  muncul 1-4 minggu setelah melahirkan.

Gejalanya mirip dengan depresi pada umumnya. Namun berbeda dengan sindrom baby blues yang dapat hilang dengan sendirinya, depresi pasca melahirkan memerlukan terapi. Pria yang menjadi ayah juga dapat mengalami gangguan ini.

7. Gangguan Depresi Musiman

Gejalanya sama dengan depresi mayor, namun berubah sesuai pola musim (musiman). Biasanya depresi musiman muncul saat musim salju atau gugur, kemudian kembali normal pada musim lainnya. Gangguan ini jarang terjadi di Indonesia dan lebih sering menyerang orang-orang yang tinggal di negara empat musim.

8. Gangguan Penyesuaian dengan Mood Depresi


Gangguan ini muncul akibat adanya stresor (putus cinta, kehilangan orang tercinta, meninggal, pindah negara, dan sebagainya). Namun, gejala akan membaik seiring dengan berjalannya waktu.

9. Gangguan Depresi Akibat Kondisi Medis Umum

Biasanya gangguan terjadi akibat adanya kondisi medis, seperti stroke, kanker, infeksi, Parkinson, dan lainnya.

10. Gangguan Depresi Akibat Zat

Depresi juga dapat muncul pada orang-orang yang menyalahgunakan zat-zat tertentu, seperti alkohol, obat golongan sedatif-hipnotik, opioid, dan halusinogen.

Itulah sepuluh jenis depresi, ini adalah masalah yang serius jadi jangan diremehkan yaa. Kita harus waspada terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan mental kita. Jangan takut untuk cerita, jangan malu untuk konsultasi ke dokter, psikolog, atau psikiater.

Usahakan selalu berpikir positif dengan kondisi hati yang lapang. Jangan mudah putus asa! Mungkin kita bakal bilang "kamu ngga tahu betapa sulitnya masalah yang aku hadapi," iya tahu kok, tapi ketahuilah bahwa setiap orang punya masalah.

Orang yang bahagia belum tentu masalahnya sedikit dan ringan, orang yang sedih belum tentu masalahnya paling banyak dan paling berat, semua diatur sesuai kadarnya. Tuhan percaya kamu kuat. Ada masalah itu berarti terselip kekuatan di dirimu untuk menghadapi berbagai ujian.

Tetap semangat yaa, boleh kok kalau ingin mengirim cerita ke kontak yang ada di blog ini. Kalau dengan menulis dan berbagi cerita bisa membuatmu lebih baik, kenapa ngga? Apalagi bisa menginspirasi yang lain untuk menebar kebaikan. :)
 

No comments