Berdasarkan Penelitian, Jalan Kaki Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung Pada Wanita Lansia

sumber gambar: klikdokter

Di Indonesia umumnya orang kalau mau pergi menggunakan kendaraan, walau tidak terlalu jauh kadang tetap menggunakan motor. Padahal dengan berjalan kaki lebih baik, agar otot-otot bergerak dan tidak kaku.

Nah, berbicara tentang berjalan kaki jadi ingat momen saat kuliah dulu. Saya dan dua orang teman selalu jalan kaki saat ke kampus. Bahkan kami pernah keliling kampus dengan jalan kaki, cukup menyenangkan walau sedikit letih. Kami pun bisa bercerita sepanjang jalan sambil menikmati pemandangan hijau kampus.

Ternyata nih guys, jalan kaki banyak banget manfaatnya. Apalagi untuk wanita lansia atau lanjut usia, salah satunya bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Yuk, simak penjelasan yang dilansir dari KlikDokter di bawah ini.

Wanita memiliki risiko mengalami penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan pria. Namun, memasuki masa menopause, angka kejadian penyakit jantung pada wanita meningkat. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Salah satu penyebabnya adalah karena penurunan hormon estrogen. Hormon estrogen dipercaya memiliki pengaruh baik terhadap lapisan dalam pembuluh darah arteri.

Pada wanita lansia, hormon ini akan menurun secara signifikan sehingga rentan mengalami peningkatan tekanan darah, penumpukan kolesterol jahat, dan kerusakan pembuluh darah. Peningkatan berbagai risiko penyakit pun ikut terjadi, termasuk penyakit jantung.

Hubungan antara kesehatan jantung dan olahraga sudah dibuktikan oleh banyak penelitian. Seseorang yang terbiasa berolahraga aerobik dapat mempertahankan berat badan ideal, yang tentunya menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology: Heart Failure menyatakan, manfaat jalan kaki untuk lansia terbukti dalam upaya pencegahan penyakit gagal jantung pada wanita lansia.

Gagal jantung adalah kondisi ketika organ jantung tidak dapat memompa darah secara efisien. Hal ini dapat menyebabkan keluhan berupa sesak napas dan mudah lelah.

Seseorang akan mendapatkan manfaat optimal dari olahraga jika dilakukan sebanyak 3-5 kali per minggu dengan total durasi 150 menit. Kita dapat memulai olahraga dengan berjalan cepat.

Jika dirasa masih kuat dan tidak memiliki gangguan kesehatan yang menghalangi, dapat meningkatkan intensitas olahraga dengan jogging atau berlari. Konsultasikan jenis olahraga yang ideal dengan dokter agar dapat melakukannya dengan aman.

Para peneliti menemukan, setiap tambahan 30-45 menit aktivitas fisik harian, risiko gagal jantung berkurang 9 persen. Selain itu, manfaat jalan kaki untuk lansia lainnya adalah dapat menurunkan risiko kematian.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada Mei 2019 menyebutkan bahwa mereka yang berjalan kaki 4.400 langkah per hari memiliki angka kematian lebih rendah dibanding wanita yang secara fisik tidak aktif. Manfaat berjalan kaki akan lebih terasa jika dilakukan lebih dari 7.500 langkah.

Jadi, jangan anggap sepele manfaat berjalan kaki. Meski tidak semua wanita lansia dapat berlari atau berolahraga dengan intensitas yang lebih berat, Anda tetap bisa menerapkan pola hidup aktif yang dapat menjaga kesehatan, seperti jalan kaki, berkebun, dan lainnya.

Perlu diingat, durasi olahraga untuk lansia tidak boleh terlalu lama. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan durasi waktu untuk lansia melakukan olahraga dengan intensitas sedang adalah selama 150 menit dalam seminggu. Sedangkan untuk olahraga dengan intensitas berat selama 75 menit dalam seminggu.

Nah, kalau udah tahu boleh dong dikabarkan pada nenek atau ibu kita. Bahkan kita pun harus membiasakan jalan kaki, seperti yang kita tahu di luar negeri saja orang-orang suka jalan kaki, selain menyehatkan tubuh bisa mengurangi polusi kendaraan.

Tapi, di tengah wabah covid-19 seperti saat ini jangan keluar rumah untuk jalan kaki dulu yaa. Barangkali bisa melakukan olahraga atau berjalan di sekitar halaman rumah, stay safe everyone...

No comments