Keren! Selandia Baru Umumkan Bebas dari Covid-19

Jacinda Ardern, sumber foto: looking4meaning.com

Kasus covid-19 masih mewarnai hari-hari kita dan berita baik itu di TV, koran, ataupun media online. Percakapan sehari-hari pun tak jauh dari virus corona, bahkan saat beraktivitas di luar rumah kita harus memakai masker, face shield, dan sering cuci tangan atau menggunakan handsanitizer.

Per tanggal 10 Juni 2020, kasus positif covid-19 di Indonesia sebanyak 34.316 dan pasien yang sembuh berjumlah 12.129, lalu korban yang meninggal dunia sebanyak 1.959.

Melihat kenyataan semenjak New Normal digaungkan, aktivitas di luar rumah justru semakin ramai. Kita tidak bisa meramalkan kapan pandemi ini akan berakhir, sudah sepatutnya kita tetap menjaga kesehatan agar tidak tertular dan tidak menulari.

Nah, kabar gembira datang dari New Zealand atau Selandia Baru. Pasalnya dalam video konferensi pers Senin kemarin (8/6), Jacinda Ardern yang merupakan Perdana Menteri Selandia Baru menyatakan bahwa Selandia Baru menurunkan sistem lockdown ke tingkat terendahnya, yaitu level satu. Jacinda juga melaporkan negaranya sekarang nol kasus positif coronavirus.

Selandia Baru juga sudah mulai melonggarkan aturan terkait penularan virus corona di dalam pertemuan umum, seperti olahraga dan acara pernikahan. Namun, mereka masih menutup perjalanan internasional.

Melansir Klik Dokter, Johns Hopkins University menyebutkan, tercatat ada lebih dari 1.500 kasus covid-19 yang terkonfirmasi di Selandia Baru, dengan total kematian sebanyak 22 orang.

Sebagai informasi tambahan, jumlah warga negara Selandia Baru hanya berjumlah 5 juta orang.

Penelitian yang dilakukan oleh Imperial College London menyatakan, lockdown dan penutupan bisnis yang tidak esensial serta sekolah-sekolah telah menyelamatkan sekitar 3 juta orang di 11 negara, yaitu Austria, Belgia, Inggris, Denmark, Perancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Untuk merayakan Selandia Baru yang bebas covid-19, warganya berkumpul di restoran-restoran dan kafe-kafe. Mereka sangat bahagia bahwa secara resmi, masa karantina covid-19 yang panjang sudah berakhir.

Lockdown bisa dibilang menjadi kunci kesuksesan Selandia Baru untuk menekan angka kasus virus corona.

Dilansir dari BBC, Selandia Baru pertama kali menerapkan lockdown pada tanggal 25 Maret 2020.

Mereka juga membuat sistem peringatan empat tahap. Saat pertama kali di-lockdown, mereka langsung menerapkan penguncian level 4 di mana sebagian besar bisnis tutup, sekolah tutup, dan orang-orang disuruh tinggal di rumah.

Setelah lebih dari 5 minggu (April), mereka berubah ke level 3. Toko makanan mulai menerapkan sistem take away dan beberapa bisnis yang bukan kebutuhan pokok dibuka kembali.

Karena angka kasus positif covid-19 di Selandia Baru terus menurun, di bulan Mei, status penguncian diturunkan menjadi level 2.

Semua jerih payah pemerintah dan usaha dari masyarakat Selandia Baru itu akhirnya memberikan hasil yang baik.

Dari yang awalnya akan diturunkan ke level satu pada 22 Juni, kini, karena tak ada kasus positif lagi, hal tersebut bisa diwujudkan lebih awal.

Kita tentu penasaran bagaimana bisa Negara ini menekan kasus positif corona. Ternyata, selain lockdown ini 5 cara yang dilakukan oleh mereka:

1. Mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker kain, physical distancing, dan tetap berada di rumah.

2. Efektivitas pelacakan kontak. Cara ini mirip seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan. Makin cepat terlacak, makin cepat juga tertangani kasusnya.

3. Setiap manajemen atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah, semuanya telah dipertimbangkan atau berbasis sains.

4. Membentuk badan kesehatan publik nasional yang berdedikasi.

5. Memahami dan berkomitmen terhadap perubahan yang terjadi akibat pandemi virus corona. Semua aspek bekerja sama untuk menghindari ancaman global.


Itulah sekilas tentang keberhasilan Selandia Baru dalam menghadapi pandemi covid-19. Semoga Negara kita Indonesia tercinta juga bisa 0 kasus positif covid-19 secepatnya yaa, dan jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan.


No comments