Kesan Ramadan dan Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19


Bismillah...

Apa kabar teman-teman?
Sudah bulan Juni aja ya sekarang, dan keadaan kita di Tanah Air bahkan di dunia ini masih diliputi oleh pandemi covid-19.

Selama Mei 2020 saya jarang sekali update isi blog karena berbagai alasan; selain sedang berada di kampung halaman dan susah sinyal, entah kenapa ide di kepala hanya tertinggal sebagai ide, tidak tertuang dalam tulisan. Semangat benar-benar turun naik, namun insya Allah akan mulai aktif dan update lagi sekarang.

Wabah covid-19 benar-benar mengubah banyak hal yang ada di dunia. Di Indonesia sendiri ada banyak sekali perubahan mulai dari keseharian masyarakat umum hingga pelajar dan mahasiswa yang harus belajar dari rumah.

Tentu kita bersedih dengan keadaan ini, apalagi mengingat pasien positif covid-19 makin bertambah. Update Global per tanggal 3 Juni 2020 terkonfirmasi ada 216 Negara dengan total pasien positif covid-19 berjumlah 6.242.974 dan yang meninggal sebanyak 378.485. Sedangkan di Indonesia ada 28.233 kasus positif, sebanyak 8.406 sembuh, dan 1.698 meninggal dunia.

Di masa-masa sulit ini, Pemerintah juga sudah berupaya sekuat tenaga dengan menyalurkan bantuan sosial yang diperpanjang hingga Desember 2020. Semoga saja tepat sasaran dan bisa membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

Ramadan dan lebaran 1441 H atau di 2020 ini sangat berbeda,bergelut di tengah wabah, terasa sekali perbedaannya dengan Ramadan dan lebaran sebelum-sebelumnya.

Meski Ramadan dan lebaran tetap semarak, namun ada beberapa hal yang berbeda; kalau dulu kita biasa buka bersama beramai-ramai, di tahun ini hanya via chatting, video call, dan telepon.

Biasanya tarawih di masjid rame banget, tapi tahun 2020 ditiadakan. Dan masih banyak lagi perbedaannya, terlebih pada saat lebaran atau idulfitri.

Di tempat kami masih salat idulfitri di lapangan, namun selepas itu di rumah saja. Biasanya kami semua saling berkunjung ke rumah-rumah, bersalaman, makan bersama, dan keluarga yang dari luar kota pun berdatangan.

Tapi, lebaran kemarin sepi. Hanya bertukar kabar via video call, bahkan ada banyak orang yang tidak bisa lebaran di kampung halaman, tidak bisa mudik, tidak bisa berada di dekat keluarga.

Lagi-lagi kita tetap harus bersyukur, sebab pasti ada alasan dan hikmah yang Allah selipkan di setiap kejadian.

Meski Ramadan dan lebaran kemarin terkesan sunyi dan sangat berbeda, saya yakin tidak mengurangi debar di dada kita saat menyambutnya dan merasa sedih melepasnya. Sebab Ramadan dan lebaran pasti akan datang lagi, namun kita belum tentu bisa bertemu lagi. Meski begitu, kita harus tetap berdoa kepada Allah agar bisa bertemu Ramadan dan lebaran berikutnya dan mendapatkan ampunan dari Allah Yang Maha Kuasa.

Untuk teman-teman, tetap jaga kesehatan yaa. Kita bantu tenaga medis dengan tidak berkeliaran di luar rumah, kita bantu juga dengan doa, dan kalau ada rezeki jangan lupa ikut donasi dan mari kita tetap berbagi pada sesama.

Jangan lelah berdoa minta pulihnya bumi ini pada-Nya, jangan lelah saling berbagi, dan jangan merasa sendiri menghadapi kesulitan ini.

Kekompakan kita semua sedang diuji di masa-masa sulit ini, jadi ayoo kita bahu membahu saling membantu.

Semoga Allah mengampuni kita semua dan semoga bumi ini lekas pulih dari pandemi, tetap semangat yaa :)


No comments