Menulis Buku Harian Bermanfaat untuk Kesehatan Mental Kita


Hai teman-teman...
Apakah kalian adalah orang yang suka menulis di buku harian atau diary?

Saya sendiri sejak dulu suka banget nulis di buku harian atau jurnal harian, setelah menulis tanggal biasanya saya akan menuliskan "dear diary" *hehee* sesudah itu barulah menuliskan isi hati atau tentang kegiatan sehari-hari yang dilewati.

Seiring bertambahnya usia, saya jadi jarang menulis di buku harian. Paling ya menulis di blog ini atau berkicau di media sosial.

Dari berbagai sumber yang saya baca, ternyata menulis di buku harian sangat bermanfaat bagi kesehatan mental kita. Sebab dengan menuliskan isi hati atau kegiatan sehari-hari akan memulihkan emosi kita, bahkan sewaktu-waktu bisa menenangkan.

Kita mungkin punya masalah atau kekhawatiran yang tidak bisa dikatakan apalagi diceritakan dengan seseorang, dan menulis di buku harian bisa meredam kekhawatiran tersebut. Meski tidak sepenuhnya bisa menjadi solusi, menulis di buku harian sudah membuat kita meluapkan perasaan atau isi hati yang tertahan.

Dan dengan begitu tidak akan menjadi beban pikiran lagi, kalaupun masih terlintas kita tidak akan pusing seperti sebelum menulis di buku harian. Intinya ada perasaan lega di diri kita.

Nah melansir hellosehat.com, berikut ini ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh untuk kesehatan mental seseorang dengan menulis di buku harian.

1. Lebih memerhatikan kebiasaan sehari-hari

Salah satu manfaat dari menulis buku harian untuk kesehatan mental adalah membantu melihat apa saja yang selama ini terjadi di hidupmu.

Terkadang, menulis di atas kertas tentang apa yang dilalui pada hari itu membuat sadar apa yang kamu rasakan dan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Apabila kamu merasa kesal pada waktu tertentu, buku harian mungkin dapat membantu dengan mengenali perilaku baru-baru ini.

Sebagai contoh, akhir-akhir ini kamu merasa cepat lelah dan mudah emosi. Dengan melihat kembali buku harian selama sepekan terakhir setidaknya dapat membantu untuk melacak peristiwa apa yang memicu emosi ini.

Selain itu, melihat kejadian dan gejala yang menjadi pemicu perasaan tersebut juga membantumu mempelajari cara untuk mengendalikan emosi dengan lebih baik.

2. Memperkuat fungsi emosional

Selain membuatmu lebih memperhatikan kebiasaan sehari-hari, manfaat dari menulis buku harian lainnya untuk kesehatan mental adalah memperkuat fungsi emosional.

Dilansir dari Intermountain Healthcare, menulis buku harian sesuai dengan suasana hati saat itu dapat membuat penulis menghubungkan perasaannya dengan kebutuhan mereka. Menulis buku harian dapat menjaga kesadaran agar tetap berada di ‘dunia’ sambil melihat sudut pandang lain.

Itu artinya buku harian memberikan kesempatan bagi otak untuk mengatur emosi selama proses penulisan terjadi. Bahkan, melampiaskan emosi lewat tulisan juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dengan berbicara positif kepada diri sendiri dan mengidentifikasi pikiran dan perilaku negatif.
 
3. Mengurangi tingkat stres

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, baik orang dewasa maupun anak-anak. Stres tidak dapat dihilangkan, tetapi setidaknya dapat dikurangi hingga tidak mengganggu kualitas hidup.

Manfaat dari menulis buku harian untuk kesehatan mental ternyata juga dapat digunakan untuk mengurangi tingkat stres. Ketika mempunyai masalah yang membuat pikiran kalut, buku harian membantu mengenali apa yang memicu stres tersebut.

Setelah berhasil mengenali pemicu stres, kamu bisa mulai mencari tahu bagaimana menyelesaikan masalah tersebut hingga mengurangi kadar stres. Faktanya, menurut penelitian dari Journal of Health and Psychology, menulis penuh dengan ekspresi dapat menurunkan tekanan darah dan fungsi hati.

Maka dari itu, kamu bisa mencoba menulis buku harian sebagai bagian dari meditasi sebelum tidur. Dengan begitu, mungkin lebih dapat bersantai dan tidak terlalu stres saat hendak beristirahat.

Nah, bagi teman-teman yang ingin mulai menulis buku harian, berikut tipsnya;

1. Mencoba menulis setiap hari

Memulai menulis buku harian untuk memperoleh manfaat bagi kesehatan mental dapat dimulai dengan mencobanya setiap hari. Pada masa kanak-kanak mungkin terasa mudah menulis apa yang terjadi di hari itu setiap hari. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab, meluangkan waktu untuk menulis terkadang cukup sulit.

Oleh karena itu, cobalah untuk menyisihkan beberapa menit setiap hari untuk menulis. Entah itu sebelum tidur atau setelah beraktivitas seharian. Dengan begitu, cara ini dapat membantumu dalam menulis buku harian secara teratur.

2. Menyimpan pulpen dan buku setiap saat

Selain menulis setiap hari, cobalah untuk menyimpan pulpen dan buku di tas atau ransel kerja. Cara ini mungkin bisa mempermudah untuk menuliskan perasaan dan melampiaskan emosi di saat yang tepat.

Kamu tidak harus menunggu sampai di rumah dan beristirahat hingga apa yang ingin dituliskan menjadi tidak begitu detail. Apabila tidak memungkinkan, mencatat peristiwa yang terjadi saat itu di ponsel pun tidak masalah karena lebih sering dibawa dibandingkan pulpen dan buku.

3. Menulis sesuai keinginan hati

Tidak perlu memerhatikan tata bahasa untuk mendapatkan manfaat dari menulis buku harian bagi kesehatan mental.

Artinya, buku harianmu tidak perlu mengikuti struktur atau kaidah yang sudah ditetapkan. Begini, jurnal ini adalah tempat pribadimu melampiaskan emosi dan mendiskusikan apapun yang diinginkan dengan diri sendiri.

Usahakan untuk membiarkan kata-kata mengalir dengan bebas dan tidak perlu khawatir terhadap kesalahan pengejaan ataupun apa yang dipikirkan orang lain.

4. Menggunakan buku harian sesuai keinginan

Pada dasarnya isi buku harian yang telah kamu tulis adalah luapan emosi yang mungkin ketika dibaca orang lain dapat menyinggung perasaan mereka. Maka dari itu, kamu dapat menggunakan buku harian sesuai dengan keinginan.

Tidak perlu membagikan cerita yang ada di buku harian tersebut dengan orang lain. Apabila kamu ingin menceritakan sebagian pemikiranmu dengan teman atau orang terdekat, menunjukkan bagian dari buku harian pun tidak masalah. Pilihan ada di tanganmu.

Menulis buku harian memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Akan tetapi, metode ini bukan pengganti ketika kamu merasa memiliki gangguan kesehatan mental. Apabila sudah sangat mengganggu, konsultasi dengan terapis atau ahlinya adalah jalan terbaik.

Itulah tentang manfaat menulis buku harian bagi kesehatan mental kita, rasanya saya pun ingin memulai rutin lagi menulis buku harian. Selain bermanfaat untuk kesehatan mental, dapat pula membantu kita dalam mengingat beberapa hal jika di suatu hari nanti kita buka dan baca kembali.

No comments