Pada Teka-teki yang Kugenggam, Kamu Adalah Salah Satu Jawaban


Aku mengerti bahwa menggantungkan harapan kepada manusia adalah salah, karena itu aku tidak mau jatuh cinta. Aku tidak mau jatuh pada dia yang belum tentu menjadi kekasihku. Pun jika ada itu hanyalah sebatas rasa suka yang tak bertahan lama.

Memiliki yang pertama sebagai yang terakhir kupikir sangat menarik, karena itulah kujaga tempat itu dengan sebaik-baiknya.

Lantas, akupun mulai bertanya-tanya...
Bagaimana dengan dirimu di sana? Siapapun dirimu, yang kelak berada di sisiku, yang nanti berbagi suka duka denganku.

Hei, kalau nanti ketika kamu duduk di sebelahku dan membaca ini, kamu tetap harus menjawab yaa.

Tidak, aku tidak ingin menjadikan masa lalumu sebagai masalah. Hanya saja, aku ingin tahu apakah kamu sama sepertiku? Meski sekarang aku tidak tahu, tapi aku yakin kita sama; bukan hanya tentang doa-doa saja, melainkan tentang bagaimana dirimu membentengi hati dari cinta yang tidak semestinya.

Duhai kamu...

Sampai jumpa pada matahari baru dan angka yang bertambah. Berjuta-juta mil jaraknya, segala kemungkinan telah kupercayakan pada Tuhan.

Aku tahu kamu punya banyak cerita, sebab akupun begitu.

Bersama sebatang lilin dan suasana kobalt. Kursi di depanmu kosong kan? Mungkin aku akan duduk di sana. Mendengarkan kamu bercerita tentang hari-hari yang kamu lewati di masa lalu, mendengarkan rencana-rencana besarmu di masa depan, dan mendengar ungkapan betapa bahagianya dirimu dapat duduk bersamaku.

Sampai jumpa di waktu yang dijanjikan-Nya :)

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia