Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi Harus Merata


SunfloWords.com - Pandemi Covid-19 telah banyak mematahkan sendi-sendi perekonomian Indonesia di seluruh daerah. Sejak pembatasan sosial berlaku, jumlah pengangguran dan kemiskinan secara kasat mata jelas terlihat bertambah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, pemulihan ekonomi menjadi agenda mendesak yang mesti segera dilakukan oleh seluruh jajaran pemerintah.

"Harus ada siasat-siasat jitu mulai sekarang agar ekonomi bisa kembali bangkit. Tidak boleh lamban karena kemiskinan dan kelaparan sifatnya tidak bisa menunggu," kata Riri Damayanti, Selasa (9/6/2020).

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, solusi yang diambil dalam rangka pemulihan ekonomi secara nasional harus menyentuh semua kalangan.

"Yang paling penting UMKM. Karena paling mayoritas. Dananya harusnya paling besar. Selama ini UMKM menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, di manapun, di Bengkulu juga," ujar Riri Damayanti.

Pun begitu, perempuan kelahiran Bengkulu 4 Februari 1990 ini tetap mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi setelah adanya kelonggaran pembatasan sosial.

"Jangan kemudian jadi celah munculnya banyak kasus Covid-19 baru. Pemulihan harus tetap sesuai dengan prinsip-prinsip protokol kesehatan," ungkap Riri Damayanti.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kemiskinan maupun pengangguran bisa bertambah masing-masing lebih dari 5 juta orang.

"Saya sudah cek, menteri terkait sudah mengeluarkan kebijakan pemulihan ekonomi ini. Mudah-mudahan segera disusul oleh pemerintah-pemerintah daerah," demikian Riri Damayanti.

Untuk diketahui, pemerintah bakal kembali merevisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020 tentang Perubahan Postur Dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran (APBN) 2020 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dengan adanya revisi ini, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat Covid-19 akan bertambah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mensinyalir penambahan anggaran ini akan didistribsuikan untuk biaya penanganan Covid-19.

Anggaran tersebut diarahkan terutama insentif untuk tenaga kesehatan, santunan kematian, bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa. [**]

No comments