Sumber Daya Laut Harus Dioptimalkan

 
SunfloWords.com - Empat hari setelah proklamasi kemerdekaan, atau tepatnya 21 Agustus 1945, Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Hari Maritim Nasional. Peringatan ini merupakan kenangan yang berarti bagi angkatan laut Indonesia yang meraih kemenangan pertempuran di laut dalam melawan penjajah.
 
"Saya rasa patut disayangkan bagi sebuah negara dengan kepulauan terbesar di dunia tidak memperingati momen ini. Sekarang mari lihat lagi, sejauh mana pembangunan maritim sudah berhasil atau masih jalan ditempat," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, Senin (24/8/2020).

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menjelaskan, momen Hari Maritim Nasional juga harus memberikan basis kepada pemerintah untuk kembali mendorong penempatan nelayan sebagai pilar utama kemandirian perikanan Indonesia.

"Harus jujur diakui kalau pengelolaan sumberdaya kelautan sekarang belum memenuhi harapan dan kesejahteraan nelayan. Jumlah nelayan terus menyusut. Mayoritas hidup dalam kemiskinan. Jadi masih banyak PR (pekerjaan rumah, red)," ungkap Riri Damayanti.

Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini mengakui, luasnya lautan Indonesia ketimbang luas daratan menjadi tantangan besar bagi negara untuk memajukan maritimnya.

"Apalagi di masa pandemi. Tapi saya tetap optimis, pemerintah tidak akan tutup mata dan terus melakukan inovasi-inovasi untuk mengoptimalkan sumber daya laut agar tidak habis sebelum bisa dinikmati oleh generasi mendatang," papar Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menambahkan, Bengkulu sendiri merupakan salah satu provinsi yang memiliki kawasan pesisir yang panjang.

"Masyarakat masih menunggu janji pemerintah untuk mengembangkan pelabuhan Pulau Baai sebagai pelabuhan internasional. Dan mudah-mudahan ada lebih banyak bantuan armada kapal penangkap ikan untuk masyarakat Bengkulu ke depan," demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, sejak kursi pemerintahan dipegang oleh Presiden Joko Widodo, telah dicetuskan ide dan gagasan tentang keinginan, harapan, dan peluang Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia.
Saat ini, masyarakat terus menantikan keberhasilan pemerintah dalam mengelola setiap potensi maritim yang dimiliki agar mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan melalui pengembangan teknologi laut terkini, pengembangan pelabuhan yang canggih dan transportasi laut yang modern dan terjangkau oleh masyarakat.

Sementara penetapan Hari Maritim Nasional sendiri masih menjadi perdebatan apakah tanggal 21 Agustus 1945 ketika kekuatan Tentara Laut Indonesia berhasil merebut kekuasaan laut dari Tentara Jepang atau 23 September 1945 sesuai Surat Keputusan No.249 Tahun 1964 yang berisi penetapan 23 September menjadi Hari Maritim Nasional oleh Presiden Soekarno. [**]

No comments