Bangkit dari Pandemi dengan Industrialisasi


SunfloWords.com - Pandemi covid-19 telah memukul daya beli masyarakat dan menimbulkan goncangan ekonomi bagi sebagian besar kalangan warga miskin. Tanpa lompatan besar bidang ekonomi, sulit bagi negara-negara berkembang untuk bangkit dari resesi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, salah satu lompatan besar yang diperlukan untuk bangkit dari pandemi adalah dengan melakukan industrialisasi.

"Di Bengkulu ini agak berat. Kenapa saya bilang begitu, karena untuk membangun sebuah industri menengah saja pemerintah tetap butuh investor. Sementara di luar Bengkulu kawasan industri terus berkembang," kata Riri Damayanti, Selasa (13/9/2020).

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, ketika membangun industri sendiri dirasa sulit, transfer pengetahuan dan teknologi dari industri atau tenaga ahli asing yang beroperasi di dalam negeri menjadi keharusan.

"Semua potensi kekayaan alam yang sudah bisa dikelola anak bangsa sendiri harusnya sudah dikelola secara mandiri, supaya negara punya banyak duit untuk membangun, jangan duitnya lari keluar terus," ungkap Riri Damayanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menuturkan, pandemi harusnya menjadi inspirasi untuk melakukan pengembangan industri hijau yang berorientasi pada efisiensi energi, diversifikasi bahan baku, pengendalian limbah udara, limbah cair, dan limbah padat.

"Mana-mana industri yang pakai teknologi yang boros energi, tidak menyehatkan, tidak aman, merusakan lingkungan, semua harus dievaluasi agar bumi tidak sakit," tegas Riri Damayanti.

Untuk diketahui, meski banyak industri yang terpukul pada era pandemi covid-19, namun beberapa jenis industri tetap bertahan walau kinerjanya tidak mengalami perkembangan yang berarti.

Misalnya industri gas, perbankan, pertanian, listrik, otomotif, air bersih, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Industri-industri yang bertahan tersebut terkait dengan kebutuhan dasar, sehingga diprediksi masih akan terus bertahan meski belum diketahui kapan pandemi berakhir.

Berbeda jauh kondisinya dengan industri alat kesehatan, farmasi, obat-obatan, telekomunikasi dan teknologi informasi yang terus berkembang pesat seiring meningkatkan permintaan masyarakat.

Yang paling terpukul adalah industri pariwisata seiring larangan berkumpul dan berpergian. Perlahan-lahan sektor pariwisata mencoba bangkit khususnya sejak diberlakukannya new normal. [**]

No comments