Tunda Pilkada, Utamakan Keselamatan Rakyat


SunfloWords.com -
Belum tampaknya tanda-tanda pandemi covid-19 akan membaik, kekhawatiran akan meledaknya kasus positif akibat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020 terus disuarakan.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyampaikan, situasi akan semakin tak terkendali bila pilkada menjadi klaster baru penyebaran corona.

"Saya akui banyak yang enggan kalau pilkada ditunda lagi. Apalagi tahapan sudah berjalan. Tapi bagaimana kalau banyak jatuh korban?" tanya Riri Damayanti saat dimintai tanggapan mengenai pilkada serentak 2020, Senin (12/10/2020).

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, di mana-mana masyarakat menjerit butuh dana sementara ada puluhan triliun dana pilkada yang akan terpakai untuk sesuatu yang bisa mengakibatkan banyak orang kehilangan nyawa. 

"Apalagi ajang pemilihan seperti pilkada ini menguras energi. Masyarakat jadi terkotak-kotak karena berbeda pilihan. Padahal sekarang ada musuh bersama yang nggak kelihatan. Di desa ada banyak orang tua yang nangis karena anaknya nggak belajar lagi, disuruh pakai internet nggak sanggup beli HP, ada HP sinyalnya jelek," ungkap Riri Damayanti. 

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengingatkan, pada masa pendaftaran calon, pengumpulan massa dalam jumlah besar sudah terjadi di Bengkulu. 

"Bagaimana pas kampanye, pas pemilihan, sudah pasti akan banyak pengumpulan orang dalam satu titik. Sejak pendaftaran kandidat kemarin calon kada sudah banyak yang kena, petugas juga. Jadi buat apa tahapan ini diteruskan kalau jelas bahayanya?" ujar Riri Damayanti dengan nada bertanya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini mengkhawatirkan partisipasi pilkada serentak 2020 ini akan jadi yang terendah sepanjang sejarah.

"Keselamatan rakyat harus di atas segala-galanya. Apa guna kekuasaan kalau tidak ditopang oleh masyarakat yang sehat dan aman. Sebelum semua terlalu jauh, silahkan dipertimbangkan kembali," tutup Riri Damayanti.

Data terhimpun, pandemi virus corona baru SARS-CoV-2 sejak akhir bulan kemarin telah melewati tonggak sejarah dengan lebih dari satu juta kematian.

Sejumlah ahli menyebutkan jumlah korban Covid-19 ini lebih tinggi dibanding virus modern lain dan sejauh ini lebih mematikan dibanding flu Spanyol seabad lalu. [**]

No comments