HUT ke-52 Provinsi Bengkulu, Senator Soroti 6 Masalah Penting


SunfloWords.com - Hari ini, Rabu 18 November 2020, merupakan hari penting bagi Provinsi Bengkulu yang berdiri sejak 52 tahun lalu. Berlangsung dengan khidmat, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 ini diperingati dengan sederhana dalam bentuk Upacara dan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bengkulu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan rasa syukur atas berdirinya Provinsi Bengkulu yang telah berumur 52 tahun.

"Dirgahayu Provinsi Bengkulu ke-52. Semoga provinsi kita semakin baik, SDM (sumber daya manusia) semakin unggul dan terlatih, serta percepatan pembangunan semakin merata. Bersama, kita pasti bisa!" seru Riri Damayanti.

Dalam tuturannya, alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu itu menilai ada permasalahan yang hendaknya bisa dibereskan dan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Pertama, jelas Riri Damayanti, adalah mengembalikan Bengkulu ke dalam zona hijau covid-19.

"Kasusnya terus bertambah setiap hari, mulai dari warga biasa sampai petugas medis. Bengkulu bahkan pernah tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kematian tertinggi se-Indonesia. Mari bergotong royong untuk menyelesaikan masalah ini," ajak Riri Damayanti.

Kedua, lanjut Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini, menyelesaikan pembangunan jalan tol Bengkulu - Sumatera Selatan dengan baik dan tepat pada waktunya.

"Masih ada lahan yang belum dibebaskan karena penolakan warga. Mudah-mudahan bisa selesai dengan arif dan bijaksana. Karena tol ini sangat dibutuhkan Bengkulu untuk mendorong maju pertumbuhan ekonomi," ungkap Riri Damayanti.

Ketiga, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menuturkan, Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu baru-baru ini mencatat kegiatan perekonomian Provinsi Bengkulu kembali tumbuh minus 0,09 persen karena pandemi covid-19.

"Malah saya cukup kaget dengan datanya yang menyebutkan Bengkulu menjadi provinsi dengan kontraksi pertumbuhan ekonomi terkecil di Sumatera yakni sebesar 0,09 persen. Mudah-mudahan tahun depan Bengkulu bisa bangkit," harap Riri Damayanti.

Keempat, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini membeberkan, penyelesaian atas polemik berbagai lahan seperti hutan adat maupun tapal batas antar kabupaten/kota.

"Kelima, antisipasi dampak bencana. Sejauh ini belum ada tanda-tanda Bengkulu akan aman dari bencana. Langkah antisipasi harus benar-benar dicek terus agar ada rasa aman di tengah-tengah masyarakat," tandas Riri Damayanti.

Keenam dan terakhir, Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap program bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu terus berlanjut.

"Pemerintah daerah harus siap support dengan mengalokasikan anggaran sendiri untuk bedah rumah ini. Jangan mengandalkan APBN terus. Untuk rakyat pemimpin harus royal," tutup Riri Damayanti.

Untuk diketahui, selain digelar sederhana, HUT Provinsi Bengkulu ke-52 juga digelar dengan mematuhi Protokol Kesehatan. Perlombaan-perlombaan dilakukan dengan tidak mengundang kerumunan sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19.

Sementara untuk kegiatan yang mengharuskan adanya pertemuan besar maka diselenggarakan secara virtual, namun meriah. [**]

No comments