Janji-janji Joe Biden untuk Muslim Amerika

Joe Biden, sumber gambar: pixabay

Beberapa waktu lalu udara panas meliputi seluruh Amerika, bukan karena cuaca melainkan karena Pemilihan Presiden atau di Indonesia kita biasa menyebutnya Pilpres. Saya juga mengikuti perkembangan beritanya dan melihat trending Twitter berhari-hari tentang Trump dan Biden.


Di grup WhatsApp, kami bahkan mendiskusikan siapa yang akan duduk di kursi Presiden. Hingga pada akhirnya Joe Biden lah yang menang. Meski Trump melayangkan protes, namun sepertinya tidak akan mengubah kenyataan.

Nah, saya mendengar dari teman-teman bahwa banyak muslim Amerika yang mendukung Joe Biden. Tentu saya jadi penasaran dong apa alasannya? Tapi, nih yaa... setiap pemimpin itu memiliki ciri khasnya masing-masing, tidak bisa juga kita judge tanpa bukti. Dan selama kepemimpinan Trump, hal yang tak saya sukai adalah tentang larangan beberapa Negara muslim ke Amerika, tentang hal-hal yang dilakukan Trump terhadap Palestine lewat Israel, dan lain-lain.

Saya tidak akan menjabarkan itu, soalnya saya baru saja membaca artikel menarik tentang janji-janji Joe Biden pada Muslim Amerika. Penjelasan di bawah ini saya kutip dari intisari.grid.id, yuk simak :)

Melalui situs Joe Biden, berikut ini beberapa program yang akan dilakukan Biden terhadap komunitas Muslim AS dan dunia.

1. Mengakhiri larangan perjalanan negara mayoritas muslim di hari pertama menjabat.

2. Memerintahkan Departemen Kehakiman untuk fokus menambahkan sumber daya dalam memerangi kejahatan rasial berbasis agama.

3. Memastikan berbagai suara Muslim Amerika didengar di pemerintahan Biden.

4. Memperluas layanan perawatan kesehatan untuk Muslim Amerika terlepas dari pendapatan ataupun ras mereka.

5. Melakukan investasi dalam mobilitas perekonomian Muslim Amerika dengan meningkatkan upah minimum federal sebanyak 15 dollar AS, memperkuat sektor publik dan swasta serta mengatasi kesenjangan pendapatan.

6. Mengecam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) secara global termasuk terhadap Muslim Uyghur di China dan Muslim Rohingya di Burma.

Selama masa kampanye pemilihan, Trump selalu menuduh Biden yang ingin mengakhiri semua larangan terhadap muslim termasuk dari wilayah ekstremis, ingin 'memasukkan orang yang akan berbuat teror' kepada AS.

Ketika menang pemilihan presiden AS, Biden diberi ucapan selamat oleh pihak Advokasi dan hak-hak sipil Muslim terbesar di AS (CAIR).

Pihak CAIR berharap Biden akan menepati janji-janji kampanyenya.

Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad mengatakan, "Presiden terpilih Biden telah berjanji untuk mengakhiri larangan terhadap muslim pada hari pertamanya menjabat, termasuk (adanya) muslim di tiap tingkat pemerintahannya dan mengatasi masalah diskriminasi rasial juga agama."

Menurut Awad, organisasinya akan bergabung dengan organisasi muslim AS lain untuk memastikan janji-janji itu terimplementasi di masa pemerintahan Biden.

Sebelumnya, pada tahun 2017 ketika Trump pertama kali menjabat sebagai presiden, Trump langsung membuat larangan perjalanan untuk 7 negara dengan mayoritas muslim untuk masuk ke Amerika Serikat. Larangan itu bisa dengan mudah dicabut atau dibatalkan karena keluar atas perintah eksekutif presiden.

Namun, menurut para ahli kebijakan, tuntutan hukum dari kaum konservatif dapat menunda adanya proses pencabutan tersebut.

Tak hanya karena beragama mayoritas Islam, beberapa negara juga terkena larangan perjalanan karena diskriminasi rasial dan kepentingan.

Beberapa negara yang sudah terkena larangan perjalanan di antaranya Iran, Libya, Somalia, Suriah, Yaman, Venezuela, Korea Utara, Nigeria, Sudan, Myanmar, Kyrgyzstan, Tanzania, dan Eritrea.

Well, begitulah janji-janji Joe Biden untuk Muslim Amerika. Bagaimana realisasinya tentu belum dapat dijawab sekarang, kita tunggu saja. Hal yang ditakutkan adalah Joe Biden lebih kejam dari Trump, tapi semoga saja tidak. Semoga penduduk Amerika apapun agamanya dapat hidup berdampingan dengan damai. Kita di Indonesia juga harus damai yaa.

Terakhir, hal yang tak boleh kita lupakan adalah bahwa di diri manusia ada sisi baik dan buruk, begitu pun Presiden karena Presiden juga manusia. Hanya saja, ada keburukan yang dapat ditoleransi dan ada yang sama sekali tak bisa.


2 comments

  1. Semoga Biden menutup kembali kedubesnya di Yerusalem ya

    ReplyDelete