Senator: Tingkatkan Kesadaran tentang Prinsip Toleransi

Hari Toleransi Internasional

SunfloWords.com - Akhir-akhir ini, isu mengenai fundamentalisme agama di Indonesia menjadi kekhawatiran tersendiri yang bisa berdampak fatal terhadap perdamaian kehidupan antaragama. Aksi-aksi mobilisasi hingga maraknya ujaran kebencian di media online, meretakkan hubungan toleransi yang telah terajut lama di negeri ini.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief pada peringatan Hari Toleransi Internasional 2020 yang jatuh pada hari ini, Senin, 16 November 2020, menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi.

"Mari pahami resiko yang disebabkan oleh ketiadaan toleransi. Apalagi saat ini Indonesia dan dunia tengah menghadapi pandemi. Toleransi dan keharmonisan antaragama adalah modal utama yang dibutuhkan untuk bangkit dari pandemi," kata Riri Damayanti.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan Kelembagaan BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, saat ini masyarakat kecil sangat membutuhkan rasa empati, kasih sayang, dan gotong royong dari seluruh umat beragama.

"Perlu saling pengertian agar kehidupan umat beragama tetap terjalin dengan baik sehingga menciptakan lingkungan yang berjiwa sosial tinggi, tanpa memandang kesukuan, budaya, kepercayaan dan ras," tandas Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur menilai, pandemi covid-19 telah menghantui banyak orang yang takut akan kematian dan menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan.

"Semua ini mengakibatkan banyak persoalan lain yang timbul secara berentetan, mulai dari kelaparan, anjloknya daya beli masyarakat, sampai meningkatnya angka kejahatan. Maka seharusnya agama hadir menjadi solusi, bukan sebagai alat untuk mengembangkan intoleransi," ungkap Riri Damayanti.

Alumni Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini menambahkan, melalui Hari Toleransi Internasional ini ia juga berdoa agar Allah subhanahu wa ta'ala menghapuskan diskriminasi di hati seluruh bangsa Indonesia.

"Jangan sampai Bhineka Tunggal Ika yang telah menjadi fondasi berdirinya NKRI memudar apalagi ambruk sehingga akan berdampak fatal bagi generasi berikut," demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, Hari Toleransi Internasional diperingati pertama kali pada ulang tahun ke-50 UNESCO, 16 November 1995. Sejumlah negara-negara anggota UNESCO mengadopsi Deklarasi Prinsip-Prinsip Toleransi.

Tujuan diperingatinya momen ini adalah untuk mengedukasi orang-orang tentang nilai-nilai toleransi, memberikan penghormatan dan apresiasi kepada kekayaan budaya yang ada di dunia dan bentuk ekspresi sebagai manusia, serta mengakui hak asasi manusia secara universal dan kebebasan fundamental antar manusia satu dengan lainnya. [**]

No comments