Hal-hal Menakjubkan dari Kisah Hidup dan Perjuangan J.K. Rowling


Hai teman, kalian pasti sudah menonton Harry Potter atau membaca novelnya kan? Cerita fantasi yang sudah menggemparkan dunia itu ditulis oleh seorang perempuan. Dia meraup banyak keuntungan dari mendunianya novel yang ia tulis hingga difilmkan. Menyusul suksesnya Harry Potter, karyanya Fantastic Beasts juga sukses besar. Dunia mengenal namanya sebagai J.K. Rowling.

J.K. Rowling adalah penulis hebat yang sudah diakui dunia. Namun, ia tidak selalu berada di puncak kesuksesan. Apa yang berhasil ia raih sekarang melalui perjuangan yang tidak main-main. Kisah hidupnya diwarnai jatuh bangun dan luka yang mencambuknya untuk menjadi perempuan yang lebih kuat.

Terlepas dari kesulitannya, J.K. Rowling berhasil berada di puncak dan menjadi penulis yang dihormati serta memiliki kekayaan menggunung dari tulisan-tulisannya. Kesuksesan yang digenggam sekarang tidak lepas dari masa lalu yang membentuknya.

Dilansir dari Insider, perempuan kelahiran 31 Juli 1965 ini tahu dia ingin menjadi penulis sejak usia muda. Dia selalu menulis dan bercerita kepada adik perempuannya, Dianne. Namun, seiring bertambahnya usia, dia didorong untuk mengejar hal-hal lain oleh orang tuanya. Dia kuliah untuk belajar Bahasa Prancis dan lulus pada 1986, setelah itu bekerja untuk Amnesty International, melakukan pekerjaan penerjemahan.

Dia menganggap pekerjaannya penting tetapi itu tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan. Sebagai seseorang yang mengaku "salah satu orang paling tidak terorganisir di dunia" dan "sekretaris terburuk yang pernah ada" Rowling bukanlah karyawan yang ideal untuk kantor mana pun. Faktanya, dia mengakui bahwa dia akan menghabiskan waktunya di tempat kerja mengetik cerita ketika tidak ada yang melihat dan rapat akan dihabiskan untuk menuliskan bagian cerita atau memikirkan nama karakter.

J.K. Rowling mulai menulis 'Harry Potter'


Setiap penggemar Harry Potter mungkin tahu bagian cerita ini. Pada tahun 1990, di kereta dari Manchester ke London's King’s Cross Station, ide tentang Harry Potter muncul di kepalanya. Dia kemudian menghabiskan lima tahun berikutnya untuk mengerjakan cerita itu. Namun, di tengah itu semua, tragedi melanda. Ibu Rowling meninggal ketika ia berusia 25 tahun. Pada usia 26 tahun, karena lelah dengan pekerjaan kantornya, Rowling pindah ke Portugal untuk mengajar bahasa Inggris.

Di sana dia bertemu dan menikah dengan seorang jurnalis Portugis bernama Jorge Arantas. Pasangan itu memiliki anak bersama, Jessica, dinamai menurut nama penulis favorit Rowling. Keduanya putus tak lama setelah Jessica lahir pada Juli 1993, hubungan mereka berakhir pada November. Tak lama setelah putus, Rowling kembali ke Inggris dan menulis buku Harry Potter pertama dengan mesin tik di kafe.

Perjuangan lain dalam kisah hidup J.K. Rowling


Menjadi ibu tunggal adalah perjuangan tersendiri. Namun itu bukan satu-satunya perjuangan yang ia dihadapi saat itu. Rowling juga tanpa pekerjaan, tidak punya banyak uang, dan tidak hidup sejahtera. Semua pergumulan ini membuatnya kewalahan dan menyebabkan depresi.

Benar, J.K. Rowling menderita depresi, dan kemudian terinspirasi untuk menciptakan Dementor dalam cerita Harry Potter berdasarkan pengalamannya dengan penyakit tersebut. Dia juga menghadapi banyak penolakan dari penerbit ketika pertama kali mengirimkan buku Harry Potter pertama pada tahun 1995. Namun akhirnya penerbit bernama Bloomsbury menerima dan menerbitkan Harry Potter and the Philosopher's Stone dengan nama pena J.K. Rowling, sebuah upaya untuk menyembunyikan jenis kelaminnya agar laki-laki mau membaca buku itu. Namun jangan khawatir, meskipun dia terus berjuang dan bahkan mengatakan dalam pidatonya di tahun 2008, bahwa "titik terendah menjadi fondasi yang kokoh di mana [dia] membangun kembali kehidupannya."

Jadi, apa saja pelajaran yang bisa diambil dari kisah hidup penulis hebat ini? Segala perjuangan, sekeras apapun itu bisa membawa hasil akhir yang baik, jadi kita harus pandai mengambil pelajaran dari setiap perjuangan. Titik terendah yang benar-benar bisa menjadi “fondasi yang kokoh di mana” seseorang dapat membangun kembali kehidupan mereka, ini juga pelajaran penting dari kisah hidup J.K. Rowling. Semoga kita tidak pernah menyerah sekalipun berkali-kali disayat luka. Hidup memang tidak mudah, kita mungkin akan dikalahkan ribuan kali... tetapi jangan menyerah!

Jangan pernah menyerah pada impian kita dan jangan pernah berhenti berharap bahwa suatu hari nanti akan menjadi lebih baik. Kita mungkin akan berakhir seperti J.K. Rowling, membangun kembali hidup kita setelah mencapai titik terendah. Tetap semangat!

 
Sumber: www.cheatsheet.com

No comments

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia